Alhamdulillah, awal tahun 2014 menjadi moment berharga untuk membuka warna dan lembaran baru.
Desember 2013 kemarin menjadi bulan yang surprise bagiku karena pengumuman kelulusan calon widyaiswara telah keluar dan Alhamdulillah saya bisa lulus dalam seleksi tersebut. Apalagi bulan desember adalah bulan kelahiran saya.Umur ku berarti sudah 3... tahun, ternyata sudah tidak muda lagi, tetapi belum tua-tua amat hehehe (menghibur diri.com :))
Seleksi WI ini saya jalani sejak pertengahan tahun 2013 kemarin, lumayan lama juga prosesnya, karena harus melalui 3 tahap untuk dapat lulus sebagai calon WI. Awalnya Tahap I yakni seleksi administratif yang diadakan pada pertengahan tahun 2013, lalu tes tahap kedua yakni assesment dan tes tahap ke III wawancara dan pemaparan bahan ajar. Seleksi ini lumayan membuat galau juga (istilah yg lagi ngetrend :)) di saat harus menunggu pengumuman dari setiap tahapan seleksi, apalagi di tahap ke III.
Jujur tahap ini adalah tahap yang paling membuat harap-harap cemas dan sangat mendebarkan, pikirku baru di tahap ini saya tidak mampu mengukur hasil tes yang telah dijalani walaupun telah berusaha memaparkan bahan ajar dan menjawab pertanyaan assessor dengan baik.
Menurutku ditahap ini seleksinya lebih subjektif, tidak seperti pada tahap II assesment di mana setelah tes saya masih bisa mengukur hasil yg telah saya lalui.
tanggal 2 Desember 2013 hasil seleksi tahap III telah di umumkan di portal situs BPPK, Alhamdulillah saya termasuk dari 32 orang yang lulus dan ada 12 rekan lainnya harus mengikuti tes selanjutnya karena mengulang, mudah2n teman-teman yang mengulang bisa lulus semuanya.
Saat ini saya harus mempersiapkan diri untuk tahap selanjutnya yakni hijrah ke organisasi baru nanti sebagai pejabat fungsional kewidyaiswaraan di kemenkeu. Tentunya dengan kultur dan kebisaan yang berbeda dan yang pasti ketemu dengan rekan-rekan yang baru. Tapi sebelumnya saya harus mengikuti diklat calon WI dulu yg rencananya di adakan pada bulan Februari hingga awal maret 2014 di Jakarta. Mudah-mudahan diklat ini bisa saya jalani dalam keadaan sehat dan lancar dan dapat menjadi WI yg bermanfaat bagi keluarga dan orang banyak. Amin
Apa yang sedang ada di pikiran, saya coba tuangkan di sini. Blog ini menampung artikel yang saya tulis, kegiatan yang saya lakukan dan issue-issue yang menarik dan curahan perasaan. Mudah-mudahan dapat berguna bagi orang banyak
24 Januari 2014
03 Desember 2013
Kisah Telur dan Tempe Gosong.
Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! ... Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis. Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah. Selesai makan,
masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan: "Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong." Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar- benar menyukai telur & tempe gosong?
" Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek, Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!" Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya;
"Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi.
Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti. Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN. __________^^___________ CC: Imam Purnama Nugraha
Langganan:
Postingan (Atom)