10 Agustus 2011

Takkan Lari Rezeki Dikejar

Takkan Lari Rezeki Dikejar

 
Selasa, 09 Agustus 2011

INI kisah ruhani dari seorang sopir angkot, mikrolet. Sudah sehari penuh ia berkeliling kota mencari penumpang. Dari satu terminal ke terminal lain yang jaraknya lebih dari 5 km itu penumpangnya yang nyangkut tidak lebih dari satu dua orang. Ia mengeluh karena bahan bakarnya makin susut, sementara uang setoran juga belum ia dapatkan. Setengah furstasi, ia memutuskan untuk menghentikan kendaraanya di tengah perjalanan, sambil melepas
Tanpa disangkanya sama sekali serombongan orang mendekatinya dan bermaksud mencarter menuju ke suatu tempat. Sesampai di sana, sekumpulan orang yang sama telah menunggunya dengan sedikit berceloteh. "Kenapa sih bang, kok lama sekali," kata salah seorang di antara mereka yang telah merasa penat menunggu angkutan yang juga tak kunjung muncul. Pak sopir masih belum bisa menjawab selain dengan untaian senyum demi senyum. Rasa lelah yang membalut seluruh persendiannya seperti sirna seketika.
Itulah rezeki. Kedatangan dan kepergiannya sering sulit sekali untuk dipahami. Ketika datang ia mengalir begitu deras laksana air bah yang datang melimpah. Membendungnya bahkan terasa sulit. Bergerak sedikit saja, dengan melakukan pekerjaan yang tidak berbilang memakan banyak energi dan pikiran, semuanya serba menghasilkan uang. Ibarat orang berjalan, baru bergerak sedikit ke depan keuntungan didapatkan, bergeser sedikit ke kanan laba sudah menunggu. Begitu pula ketika menoleh ke kiri di sana yang ada rezeki melulu.
Sebaliknya, bila Allah menghendaki menutup kran rezeki itu, meskipun kerja keras sudah kita lakukan sedemikian rupa, badan terasa pegal semua, otot-otot menjadi linu, tulang-tulang terasa ngilu dan otakpun sangat amat lelahnya, rezeki yang ditunggu-tunggu mengalir hanya satu dua saja. Tidak cuma itu. Allah juga masih menguji dengan tambahan ujian yang lain dengan sakitnya keluarga, kehilangan, dan bentuk musibah lainnya.
Tidak Perlu Gengsi
Nabi menghapuskan semua pikiran yang menganggap hina terhadap orang yang bekerja. Bahkan beliau sangat menganjurkan sahabat-sahabatnya untuk bekerja apa saja agar dirinya tidak menggantungkan keperluannya kepada orang lain. Pesan Nabi justru agar kita tidak menjadi rendah diri dengan jalan berusaha. Agar kita punya martabat.

"Sesungguhnya seseorang yang membawa tali, kemudian ia membawa seikat kayu di punggungnya lantas dijualnya, maka dengan itu Allah menjaga dirinya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka yang diminta memberi atau menolaknya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak ragam jenis pekerjaan di dunia ini. Manusia tinggal memilih dan melakukannya sesuai dengan kemampuannya. Berdagang, menjadi pegawai ataupun karyawan bukanlah pekerjaan hina, selama pekerjaan tersebut tidak dipenuhi dengan cara yang haram, membantu perbuatan haram, atau bersekutu dengan haram. Bercocok tanam juga pekerjaan mulia. Sembari menunggu keuntungan kita bahkan dapat bersedekah, seperti yang disampaikan Rasulullah, "Tidak seorang muslimpun yang menanam tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu baginya merupakan sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika demikian halnya tidak dibenarkan kalau kita menggenggam tangan dan berasyik-asyik dengan kemalasan. Kaum muslimin semestinya tampil sebagai orang yang paling sibuk di lingkungannya di mana dia tinggal dan bekerja. Tidak tampil justru dengan format yang sebaliknya.
Kita punya motivasi hidup yang berlandaskan kemuliaan. Agar dalam hidup ini tidak ada celah yang dibiarkan kosong karena pengangguran. Setiap saat irama hidup yang dijalani termotivasi oleh program pengabdian. Termasuk di dalamnya adalah berusaha dan bekerja keras secara maksimal.
Rasulullah membenci para penganggur, karena bukan saja membuat pemandangan tidak indah, tapi akan membuat hati menjadi keras keji dan membeku. Sabdanya, "Al-bathaalatu tuqassil-qalba, penggaguran menyebabkan hati menjadi keras." (HR. Asy-Syihaab)
Tuhan tidak akan pernah terlambat dalam memberi jatah rezeki kepada hamba-Nya. Ia tidak akan pernah lalai dalam memberikan bekal-bekal kehidupan kepada kekasih-Nya. Itu semua karena kehadiran semua makhluk di muka bumi ini adalah bukan karena kehendak mereka, melainkan karena kehendak-Nya dan karena ke-Mahabesaran-Nya.
Bumi yang luas ini bukan saja gudangnya pekerjaan tapi juga wadahnya rezeki untuk manusia melangsungkan kehidupannya. Rezeki akan habis bila jatah hidup manusia yang Allah berikan juga telah habis masanya. Kran karunia-Nya akan dihentikan seiring dengan habisnya masa pengabdian makhluk kepada Sang Pencipta. Jumlah jatah napasnya seimbang dengan jatah rezekinya. Itulah ke-Mahaadilan Allah yang diberikan kepada setiap makhluk-Nya.

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan ke dalam benakku bahwa jiwanya tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencahariaanmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya." (HR. Abu Dzar dan al Hakim).*/aql

Red: Cholis Akbar

29 April 2011

cara mengganti background foto

cara mengganti background foto



pada postingan sebelumnnya cara menyeleksi halus kita sudah membahas bagaimana cara menghilangkan background foto, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara memasukkan atau mengganti background foto di foto yang telah kita cutting. disini saya contohkan dengan menggunakan gambar sebuah castle Download Gambar Castle untuk mengganti background foto asli nya, atau bisa juga sobat photoshoper menggunakan gambar lain yang lebih anda sukai.

STEP 1
kita kembali ke project kita sebelumnya yang telah saya bahas pada postingan cara seleksi halus di Photoshop, kemudian buka juga gambar lain yang ingin kita jadikan background foto pengganti nya. setelah foto yang akan kita jadikan background ini terbuka kemudian tekan [ Ctrl ] + [ A ] maka seluruh kanvas kerja akan terseleksi, kemudian tekan [ Ctrl ] + [ C ] untuk mencopy area yang telah terseleksi, alihkan kanvas kerja kita ke foto yang sudah tercutting, kemudian tekan [ Ctrl ] + [ V ] akan terbuat layer baru yang berisi foto atau gambar yang telah kita copy. tempatkan layer ini tepat berada di bawah layer foto yang telah terseleksi. bila di perlukan atur juga letak background ini dengan menekan [Ctrl] + [T] besarkan atau kecilkan dengan menarik sudut transformasi hingga di rasa pas lalu tekan [ Enter ]

STEP 2
Sekarang kita akan menyamakan warna dari gambar Castle hingga berwarna agak kekuningan, pilih layer gambar castle lalu pilih Adjusment - Color Balance atur nilai cyan : 0 . Magenta : +3 . dan Yellow : -25
disini kita sudah mendapatkan warna yang hampir senada antara warna background dan warna foto yang telah kita cutting.

STEP 3
kita akan membuat efek jauh pada gambar castle, bokeh kalau istilah photography nya, agar foto yang akan kita hasilkan nanti akan tampak lebih natural. Duplicate Layer gambar Castle, kemudian beri efek Gaussian Blur masukkan nilai blur sebesar 2.6 px saja. tempatkan layer castle yang telah kita blur di atas layer castle yang tidak kita blur. kemudian kita masking Layer Castle yang kita blur dengan memilih add layer mask pada Pallete Layer. ( baca mengenal Pallete Layer pada Photoshop, untuk yang belum memahami masking ) lalu pilih Gradient Tool pada Tool Box, pastikan Foreground berwarna hitam dan background Color Berwarna Putih, kemudian tarik Gradient Tool dari bawah hinga ke tengah Foto


di STEP ini akan kita dapati, bagian atas gambar castle akan tampak blur dan bagian bawah nya tampak seperti biasa.

STEP 4
Finishing kita akan meratakan warna dari keseluruhan foto akan tampak lebih natural, pilih Photo Filter dari Create New Fill or Adjusment pada Pallete Layer. lalu masukkan warna hijau muda seperti gambar di bawah ini :


tempat kan layer Photo Filter di posisi paling atas pada Pallete Layer, agar efek dari Photo Filter mengenai semua Layer.

Kerja kita selesai sampai disini, silahkan tinggalkan komentar untuk yang kurang mengerti....

http://www.photoshopid.com