<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527</id><updated>2012-01-30T09:26:57.827+07:00</updated><category term='KONVERSI KODE ESELON I AGAMA'/><category term='Transaksi BMN'/><category term='suami'/><category term='keluarga'/><category term='sakinah'/><category term='isteri'/><category term='my blog'/><title type='text'>MANAGEMENT JOURNAL by Yasser</title><subtitle type='html'>Apa yang sedang ada di pikiran, saya coba tuangkan di sini. Blog ini menampung artikel yang saya tulis, kegiatan yang saya lakukan dan issue-issue yang menarik dan curahan perasaan. Mudah-mudahan dapat berguna bagi orang banyak</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>87</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-1708833496616734086</id><published>2012-01-06T12:53:00.001+07:00</published><updated>2012-01-30T09:19:13.648+07:00</updated><title type='text'>~♥~ SebeLum Kamu MengeLuh ~♥~</title><content type='html'>&lt;br /&gt;~♥~ SebeLum Kamu MengeLuh ~♥~ •&lt;br /&gt;♥• Hari ini sebeLum kamu mengataKan kata ~ kata yg tdk baik.... PikirkanLah tentang yg tdk dapat berbiCara sama seKaLi,&lt;br /&gt;•♥• SebeLum kamu mengeLuh tentang rasa dari makananmu... PikirkanLah tenteng seseOrg yg tdk pUnya apapun Untk dimaKan, •&lt;br /&gt;♥• SebeLum kamu mengeLuh tdk pUnya apa ~ apa.... PikirKanLah tentang seseOrg yg meminta ~ minta dijaLanan, •&lt;br /&gt;♥• SebeLum kamu mengeLuh bahwa nasib kamu bUruk.... PikirKanLah tentang seseOrg yg berada pada tingKat yg terbUruk didLm HidUpnya, •&lt;br /&gt;♥• SebeLum kamu mengeLuh tentang sUami &amp;amp; Istrimu .... PikirKanLah tentang seseOrg yg terUs memOhon kepada Allah SWT untk diberiKan pendamping hidUp, •&lt;br /&gt;♥• Hari ini sebeLum kamu mengeLuh tentang hidUpmu.... PikirKanLah tentang seseOrg yg meninggal terlalu cepat, •&lt;br /&gt;♥• SebeLum kamu mengeLuh tetntang anak ~ anakmu.... PikirKanLah tentang seseOrg yg sangat ingin mempUnyai anak tetapi ia mandUL, •&lt;br /&gt;♥• SebeLum kamu mengeLuh tentang rUmahmu yg kOtor krna pembantUmu tdk mengerjaKan tugasnya PikirKanLah tentang seseOrg yg tinggal dijaLanan, •&lt;br /&gt;♥• SebeLum kamu mengeLuh jaUhnya kamu teLah menyetir.... PikirKanLah tentang seseOrg yg menempUh jalan sama dgn berjaLan, •&lt;br /&gt;♥• dan disaat kamu lelah &amp;amp; mengeLuh tentang peKerjaanmu.... PikirKanLah tentang org ~ org pengangguran, org ~ org cacat yg berharap mereka mempUnyai peKerjaan seperti kamu, •&lt;br /&gt;♥• SebeLum kamu menunjUkkan jari &amp;amp; menyaLahkan org lain... . IngatLah bahwa tdk ada seOrgpun yg tdk berdOsa, •♥• dan ketika kamu sedang bersedih &amp;amp; hidUpmu dLm kesUsahan. .. TersenyUm &amp;amp; bersyUkurLah kepada Allah SWT bahwa kamu maSih hidUp, NB : MengeLuh sangatLah manUsiawi untk itu mariLah kita senantiasa saLing berbagi dgn Org yg lebih memprihatinKan &amp;amp; membUtuhkan untk menambah rasa suKur kita, &amp;amp; sebagai manUsia kita masing ~ masing mempUnyai kelebihan &amp;amp; kekUrangan yg harUsnya kita syUkuri, krNa letak kebahagiaan Hati manaKaLa ia senantiasa bersyUkUr kepada Rabb- Nya...:) ~ Juzt Motivasi ~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-1708833496616734086?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/1708833496616734086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=1708833496616734086&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/1708833496616734086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/1708833496616734086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2012/01/sebelum-kamu-mengeluh-hari-ini-sebelum.html' title='~♥~ SebeLum Kamu MengeLuh ~♥~'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-3659890544694064869</id><published>2012-01-06T12:18:00.002+07:00</published><updated>2012-01-30T09:25:31.100+07:00</updated><title type='text'>memposisikan diri dalam rumah tangga</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...&lt;br /&gt;Seorang ibu rumah tangga paruh baya (sebut saja Bu Imah) belakangan ini mulai uring-uringan. Pasalnya dia merasakan sikap suaminya yang mulai kendor perhatiannya.&lt;br /&gt;Dalam arti, sang suami jarang lagi bertanya-tanya berbagai hal tentang keadaan di rumah.&lt;br /&gt;Hal yang dulu sebetulnya menjadi menu harian Bu Imah bila suaminya pulang dari kantor.&lt;br /&gt;Termasuk juga saat-saat menjelang tidur.&lt;br /&gt;Entah itu pertanyaan seputar keadaan anak-anak , keadaan dirinya, dan juga pertanyaan seputar aktivitas pengajiannya di luar.&lt;br /&gt;Pendek kata, Bu Imah merasakan suasana yang hambar serta membosankan dengan sikap pasif suaminya belakangan ini. "Heran tuh, Mas-ku sudah tidak seperti dulu lagi.&lt;br /&gt;Kelihatannya mulai acuh sama aku. Mungkin dia sudah nikah lagi apa iya?" ungkap ibu tiga orang anak yang aseli Tegal itu cemas pada ibu sebelah rumahnya.&lt;br /&gt;Dia saat itu curhat panjang lebar tentang kondisi suaminya kepada teman ngobrolnya sehari-hari itu. Usai diceritakan kisah itu, tetangga Bu Imah cuma mesem- mesem.&lt;br /&gt;Dia berusaha meredakan kecemasan hati sobatnya. Sebab tetangga Bu Imah itu tahu, bahwa suami temannya itu orang baik-baik. Rajin ke masjid dan aktif pada setiap kegiatan RT, serta masih aktif memimpin sebuah majelis taklim di lingkungan tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;Setahu dia juga, bahwa suami Bu Imah adalah tipikal orang yang perhatian dan sayang pada keluarganya. Jadi dia masih berbaik sangka, suami temannya bukan sumber masalah. Tapi yang musti ditelusuri penyebab perubahan sikap suami Bu Imah, malah harusnya digali dari temannya itu sendiri.&lt;br /&gt;Bukan mencari-cari akar masalahnya dari si suami. "Cobalah jeng Imah, introspeksi dulu ke dalam. Mungkin ada sikap-sikap atau perilaku jeng yang kurang disenangi suami, tapi jeng Imah masih sering melakukannya," nasihat tetangga Bu Imah setelah dia menceritakan kejadian hampir mirip yang pernah menimpa dirinya. Tapi gelombang cobaan itu akhirnya bisa dia atasi, yakni dengan cara dia membenahi dirinya, serta berusaha berkomunikasi secara baik dengan suaminya.&lt;br /&gt;Penggal kisah di atas mungkin pernah atau mirip dengan pengalaman yang sedang kita alami saat ini. Jika terjadi demikian, sebaiknya kita jangan gegabah memvonis kesalahan semata- mata ada di pihak pasangan kita. Nasehat teman Bu Imah bisa jadi benar dan dapat kita contoh sebagai solusi pemecahannya.&lt;br /&gt;Tak jarang para ibu muda abai terhadap hal-hal yang mungkin mereka anggap sepele.&lt;br /&gt;Tapi hal-hal sepele itu sebetulnya tidak atau kurang disukai suami. Misalnya meletakkan baju kotor secara sembrono, membiarkan piring- piring atau alat-alat dapur bekas pakai menumpuk di meja, saat suami pulang kerja. Atau barangkali letak kursi di ruang tamu yang semrawut tak tertata, dan lantai dibiarkan kotor. Pemandangan-pemandangan seperti ini, bila kerap terjadi di dalam rumah dan disaksikan oleh orang yang baru pulang bekerja, bisa jadi membuatnya jengkel.&lt;br /&gt; Orang yang letih akan tambah letih bila melihat pemandangan yang kurang berkenan di hatinya. Celakanya, bila keadaan seperti itu diingatkan oleh suami, tak jarang si isteri menjawab ketus. "Maklum lah mas, namanya juga banyak anak. Apalagi gak ada pembantu. Mas gak ngerasain sih, aku ini udah capek banget mas, jadi gak ada waktu lah ngurusi masalah tetek-bengek kayak gitu.&lt;br /&gt;" Begitu kurang-lebih jawaban apologi yang kerap terlontar dari kebanyakan ibu muda. Tentu saja sikap ini tidak kondusif untuk menumbuhkan cinta dan kemesraan hubungan pasangan suami isteri (pasutri). Isteri khususnya, bila kerepotan untuk menangani atau berbenah di rumah, seharusnya menjelaskan kepada suaminya secara baik-baik.&lt;br /&gt;Misalnya dia menjelaskan, bahwa saat ini beban kerjanya bertambah, dan mungkin ada baiknya bila mengambil seorang pembantu rumah tangga. Keterus-terangan ini akan lebih baik bila disampaikan isteri kepada si suaminya. Sehingga tidak terjadi saling salah pengertian.&lt;br /&gt;Si suami misalnya, menganggap isteri malas atau kurang peduli dengan kebersihan dan kerapihan rumah. Sementara isteri menilai suami terlalu egois, tidak pernah merasakan betapa capeknya berkutet di dalam rumah seharian, menghadapi berbagai macam pekerjaan dan permasalahan rumah tangga. Keterusterangan masing-masing pasutri, memang diperlukan dalam kehidupan berumah-tangga .&lt;br /&gt;Agar kehangatan hubungan pasutri tidak lekas pudar. Di samping tentunya, penting tetap menjaga sikap tidak mudah tersinggung ketika mendapat masukan atau teguran dari salah satu pasangan kita. Dengan kata lain, masing-masing pasangan hendaknya saling menghormati dan sebaiknya berkata santun tatkala mengekspresikan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;Ketidakenakan di hati atas kondisi yang terjadi di rumah, tidak perlu dengan reaksi marah atau disikapi dengan muka cemberut. Biasakanlah menggunakan bahasa yang santun dan sejuk terhadap pasangan kita. Bukan hanya ketika dalam suasana puas, tapi juga dalam suasana rumit dan tegang sekalipun. Satu hal yang barangkali bisa kita jadikan bahan introspeksi.&lt;br /&gt;Kita misalnya, sering bisa menahan emosi dan hormat pada orang lain. Atau berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Tapi kenapa kita begitu mudah dan ringannya meremehkan dan menyinggung perasaan pasangan kita? Itupun sering kita lakukan seakan- akan tanpa beban, tanpa perasaan bersalah (guilty feeling). Sehingga kita melakukannya berulang-ulang.&lt;br /&gt;Boleh jadi selama ini mungkin kita selalu memposisikan diri sebagai lawan bukan mitra terhadap pasangan kita. Atau mungkin saja sadar atau tidak, kita selalu menyikapi pasangan kita sebagai kompetitor yang harus dilawan.&lt;br /&gt;Ini barangkali salah satu penyebab, kenapa kita selalu out of control ketika mengeluarkan uneg-uneg hati kita. Sehingga tak jarang kata-kata itu terdengar ketus atau pedas. Dan celakanya kata-kata pedas itu kemudian saling berbalas.&lt;br /&gt;Karena itu, alangkah baiknya bila mulai saat ini kita membenahi kembali posisi kita. Bahwa kita harus selalu memposisikan diri sebagai saudara, orangtua, mitra sekaligus teman bagi seluruh anggota keluarga. Sehingga kita akan bisa lebih banyak maklum dan menghormati pasangan kita.&lt;br /&gt; Kita akan bisa lebih terbuka dan toleran, serta berupaya menjaga perasaan pasangan kita.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan begitu umur kemesraan kita bisa tahan lama dan awet, insya Allah. ~ o ~&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ... Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat .... #BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI# ----- ----- ----- ----- ----- ----- ----- ----- ----- --- .... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik ...&lt;br /&gt;**Sumber : eramuslim.com. .. Referensi Lainnya : http:// kembanganggrek2.blogspot .com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-3659890544694064869?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/3659890544694064869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=3659890544694064869&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3659890544694064869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3659890544694064869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2012/01/bismillahir-rahmanir-rahim-seorang-ibu.html' title='memposisikan diri dalam rumah tangga'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2610017870034663581</id><published>2011-12-15T09:55:00.001+07:00</published><updated>2012-01-30T09:26:57.837+07:00</updated><title type='text'>Pengaduk besi dan garam</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;Pengaduk besi dan garam&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Strawberry/327342750179"&gt;Strawberry&lt;/a&gt; pada 15 Desember 2011 pukul 8:28&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/377153_10150518687110180_327342750179_11093011_1021885843_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemulung berjalan-jalan ditengah tumpukan sampah. Di tengah-tengah sampah tersebut ia menemukan sebuah pengaduk besi yang sudah tua dan berkarat. Sang pemulung kemudian memungut pengaduk besi tersebut dan kemudian meletakkannya di dalam tasnya. Kemudian ia pun berjalan lagi dan di dekat tempat ia menemukan pengaduk besi tadi, ia menemukan sebongkah garam dapur yang sudah sangat kotor. Garam tersebut kemudian ia pungut dan ia masukkan ke dalam tasnya juga. Di dalam tas si pemulung tersebut, garam dan pengaduk besi menjadi akrab. Mereka saling mengenal dan mengasihi satu sama lain, saling berbagi rasa, dan saling sharing tentang perjalanan mereka selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, si pemulung mengamplas pengaduk besi yang ia temukan tadi sehingga mengkilap kemudian melumurinya dengan minyak dan meletakkannya di tempat perkakasnya. Sedangkan bongkahan garam dapur yang ia temukan ia bersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel padanya kemudian mencucinya sebentar dan meletakkannya di tempat bumbu dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaduk besi dan garam dapur sangat bersedih hati. Mereka yang sudah akrab merasa dipisahkan oleh si pemulung. Mereka menganggap si pemulung kejam karena telah memisahkan mereka. Dan mereka pun sepakat akan protes kepada si pemulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si pemulung mendengar protes kedua benda tersebut. Besi berkata “Tuanku, mengapa engkau memisahkan aku dari garam dapur. Ia sahabat sejatiku.” Garam dapur pun protes serupa : “Tidakkah sangat kejam tuan. Aku menyayangi pengaduk besi sahabatku. Mengapa engkau memisahkan kami ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemulung menjawab mereka : “Hei pengaduk besi dan garam dapur. Tidak tahukah kalian bahwa jika kalian bersatu terlalu lama akan merusakkan satu sama lain. Tidak tahukah kalian bahwa garam dapur akan larut oleh uap air dan membentuk air garam. Air garam dapat bereaksi dengan besi dan menimbulkan karat kemudian karat itu akan mengotori kalian semuanya. Aku akan menyatukan kalian lagi saat aku memasak, kemudian aku akan membersihkan kalian lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral cerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah garam dapur dan pengaduk besi ini adalah kisah perumpamaan tentang kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita merasa Tuhan sangat kejam kepada kita karena permohonan kita dalam doa tidak terkabul atau mungkin kita ditinggalkan oleh seorang yang kita kasihi. Tetapi ingatlah teman-teman bahwa pikiran kita sangat terbatas. Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi jika permohonan kita dikabulkan Tuhan. Hanya Tuhan yang mengetahui hal yang terbaik bagi kita.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repost from&amp;nbsp; Wilson Novianus Dominggus Mahakena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2610017870034663581?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2610017870034663581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2610017870034663581&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2610017870034663581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2610017870034663581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/12/pengaduk-besi-dan-garam.html' title='Pengaduk besi dan garam'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-3027228199441452655</id><published>2011-12-15T09:35:00.002+07:00</published><updated>2011-12-15T09:36:52.015+07:00</updated><title type='text'>Siap Berinvestasi di 2012? Ini Tipsnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://finance.detik.com/read/2011/12/13/123544/1789841/479/siap-berinvestasi-di-2012-ini-tipsnya?f991107479"&gt;http://finance.detik.com/read/2011/12/13/123544/1789841/479/siap-berinvestasi-di-2012-ini-tipsnya?f991107479&lt;/a&gt;Seiring dengan berakhirnya tahun 2011 yang penuh dengan gejolak, maka ada baiknya kita menyambut tahun 2012 dengan dengan sudut pandang yang lebih positif, meskipun masih banyak ketidakpastian yang bisa mengganggu kondisi di 2012 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa tips untuk berinvestasi di tahun 2012 menurut Senior Perencana Keuangan Aidil Akbar dari AFC Financial Check Up (dulu bernama Akbar’s Financial Check Up) dalam Outlook AFC untuk 2012 yang dikutip &lt;b&gt;detikFinance&lt;/b&gt;, Selasa (13/12/2011). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelum memulai, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan terlebih dahulu mengenai situasi di 2012 nanti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apabila perbankan terus menjalankan komitmen untuk menurunkan suku bunga, termasuk di dalamnya suku buka pinjaman KPR, maka investasi properti masih mempunyai berpeluang naik di tahun 2012.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila investment grade naik, maka aliran dana asing akan masuk lebih banyak lagi dan salah satunya adalah ke bursa efek. Hal ini akan mendorong bursa efek untuk mencoba naik menembus level yang tinggi seperti di awal tahun ini kemarin. &amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila kondisi di Timur Tengah kembali memanas, maka harga minyak dunia akan naik seiring dengan naiknya harga emas dunia. Akan tetapi tidak terlalu berpengaruh banyak ke harga logam mulia karena nilai tukar dolar ke rupiah yang melemah. Kecuali kondisi berbalik arah, yaitu dolar menguat maka logam mulai akan kembali menjadi primadona.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan dibatasinya jumlah kartu kredit dan pinjaman yang dapat diberikan kepada orang-orang tertentu, perbankan akan mempunyai ekses dana yang belum tersalurkan. Dana ini apabila tidak bisa dilempar ke kredit konsumen, KPR dan kredit kendaraan maka kemungkinan bisa masuk ke Surat Utang Negara dan SBI.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Investasi Jangka Panjang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saham masih memberikan potensi yang cukup bagus di tahun 2012. Property juga masih bisa naik lebih tinggi lagi, akan tetapi hati-hati dengan harga yang sudah cukup tinggi. Di kota besar (Jakarta) apartemen dengan harga di bawah Rp 800 juta (bintang 3) dan Rusunami dan Amami bisa dijadikan alternatif investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Investasi Jangka Menengah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi ketegangan di timur tengah lagi, maka logam mulia tetap akan menjadi primadona. Dengan inflasi terkontrol dan suku bunga yang rendah, obligasi akan diincar oleh banyak institusi keuangan dan perusahaan. SUN, ORI, Sukuk, dan Sukuk Ritel bisa dijadikan pertimbangan selain Reksa Dana Pendapatan Tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Investasi Jangka Pendek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangka pendek masih menggunakan produk perbankan dan logam mulia. Saat ini anda bisa mengumpulkan uang tunai dan tahan sebelum IHSG beranjak naik, baru anda investasikan ke bursa saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang perlu diwaspadai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa jenis asuransi dengan investasi (Unitlink) yang akan jatuh tempo di tahun 2012 (10 tahun dari diluncurkan tahun 2002). Apabila ternyata hasil investasi tidak memuaskan (dipotong biaya, dan lain-lain) bisa menyebabkan banyak yang kecewa dan complain.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(ang/dnl)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-3027228199441452655?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/3027228199441452655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=3027228199441452655&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3027228199441452655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3027228199441452655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/12/siap-berinvestasi-di-2012-ini-tipsnya.html' title='Siap Berinvestasi di 2012? Ini Tipsnya'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-6189100711738925407</id><published>2011-08-19T08:36:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T08:36:22.378+07:00</updated><title type='text'>Ayo Bangun Keluarga Haus Ilmu!</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt;&lt;a href="http://majalah.hidayatullah.com/?p=1313" rel="bookmark" title="Permanent Link to Ayo Bangun Keluarga Haus Ilmu!"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_1314" style="width: 235px;"&gt;&lt;a href="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2010/07/dscn4518.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-1314" height="300" src="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2010/07/dscn4518-225x300.jpg" title="dscn4518" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;FOTO:pelangiituaku.wordpress&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Bagaimana membangun keluarga haus ilmu? Berikut ini kiat-kiat praktisnya. 1. Tanamkan kepada seluruh keluarga bahwa menuntut ilmu adalah fardhu&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda:&lt;br /&gt;—teks ayat—&lt;br /&gt;Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi tiap-tiap Muslim. (Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;Perkataan “faridhah” dalam Hadits tersebut menunjukkan bahwa di sana  ada ilmu yang hukumnya fardhu ‘ain (kewajiban yang tidak bisa  diwakilkan). &lt;br /&gt;Terdapat beberapa pandangan ulama tentang ilmu yang bersifat fardhu  ‘ain ini. Ada yang mengatakan ilmu-ilmu yang berkenaan dengan al-Qur`an,  as-Sunnah, fiqh, tafsir, dan ilmu kalam.&lt;br /&gt;Ada juga yang berpendapat, yakni segala ilmu yang dapat membina akidah  dan keyakinan yang benar, serta dapat menjaga diri dari syirik dan  khurafat. Ia juga segala ilmu yang dapat membetulkan ibadah dari segi  zahirnya dengan melaksanakannya sesuai dengan as-Sunnah. Juga segala  ilmu yang dapat membersihkan diri dan hati, membina akhlak dan pribadi  yang mulia, serta dapat menjauhkan diri dari segala kejahatan dan  kemungkaran. Inilah batasan mengenai ilmu-ilmu yang termasuk fadhu’ ain.  &lt;br /&gt;2. Tanamkan pula bahwa menuntut ilmu adalah ibadah dan jihad&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) berfirman: Maka janganlah engkau  mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan  al-Qur`an dengan jihad yang besar. (Al-Furqan [25]: 52)&lt;br /&gt;Berjihad dengan al-Qur`an mencerminkan berjihad dengan ilmu. Penuntut  ilmu yang sebenarnya harus menguasai al-Qur`an.  Dengan itulah ia  mempengaruhi dan menyebarkan kebaikan, yang karenanya ia menjadi mulia. &lt;br /&gt;Dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW berkata, “Keutamaan seorang yang  berilmu atau ahli ibadah adalah sebagaimana keutamaanku atas orang yang  terendah dari kalian”.&lt;br /&gt;3. Kita dilarang hidup dan berjuang tanpa ilmu&lt;br /&gt;Firman Allah SWT, yang artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang  kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,  penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.  (Al-Isra’ [17]: 36 ). &lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga bersabda:&lt;br /&gt;“Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya laksana  hujan deras yang menimpa tanah. Di antara tanah itu ada yang subur. Ia  menerima air lalu menumbuhkan tanaman dan rerumputan yang banyak. Di  antaranya juga ada tanah kering yang menyimpan air. Lalu Allah memberi  manusia manfaat darinya sehingga mereka meminumnya, mengairi tanaman,  dan berladang dengannya. Hujan itu juga mengenai jenis (tanah yang) lain  yaitu yang tandus, yang tidak menyimpan air, tidak pula menumbuhkan  tanaman. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah, lalu ia  mendapat manfaat dari apa yang Allah mengutus aku dengannya. Juga  perumpamaan atas orang yang tidak menaruh perhatian terhadapnya. Ia  tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.” (Hadits  shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari [no.79], Muslim [no.2282], dari  Shahabat Abu Musa al-Asy’ari RA. Lafazh hadits ini milik al-Bukhari). &lt;br /&gt;4. Kepala keluarga harus menjadi sumber ilmu atau motivator pencri ilmu&lt;br /&gt;Salah satu tugas kepala keluarga adalah memberikan pendidikan agama  kepada istri dan anak-anaknya, meluruskan mereka dari penyimpangan,  sebagaiman Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga  kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”  (At-Tahrim [66]: 6)&lt;br /&gt;Menjaga keluarga yang dimaksud dalam ayat yang ini adalah dengan cara  mendidik, mengajari, memerintahkan mereka, membantu mereka, serta  melarang mereka dari bermaksiat kepada-Nya.&lt;br /&gt;Seorang suami wajib mengajari keluarganya tentang perkara yang  di-fardhu-kan. Bila ia mendapati mereka berbuat maksiat segeralah  dinasehati  (Tafsir Ath-Thabari, 28/166, Ruhul Ma’ani, 28/156).&lt;br /&gt;Penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa seorang kepala keluarga harus  memiliki ilmu yang cukup untuk mendidik istri dan anaknya, mengarahkan  mereka kepada kebenaran, dan menjauhkan mereka dari kemaksiatan.&lt;br /&gt;Namun banyak kepala keluarga yang melalaikan kewajiban ini. Yang ada  hanyalah bagaimana mencukupi kebutuhan materi, sehingga mereka tenggelam  dalam perlombaan mengejar dunia, sementara kebutuhan spiritual tidak  masuk dalam hitungannya.&lt;br /&gt;Anak dan istri mereka hanya dijejali dengan harta dunia,  bersenang-senang dengannya, dan bersamaan dengan itu mereka tidak  mengerti ilmu agama.&lt;br /&gt;Kita perlu waspada dengan peringatan Rasulullah SAW dalam Hadits beliau ini:&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta dari  hamba-Nya, akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan dicabutnya nyawa para  ulama, hingga manakala Dia tidak menyisakan satu orang alim pun (dalam  riwayat lain: Hingga manakala tidak tertinggal satu orang alim pun),  manusia akan menjadikan pemimpin-pemimpin dari orang-orang yang bodoh,  maka tatkala mereka akan ditanya (tentang masalah agama), lalu mereka  akan berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.”  (Riwayat Bukhari dalam al-Ilmu 1/234 dan Muslim dalam al-Ilmu 16/223)&lt;br /&gt;Adab Menuntut Ilmu&lt;br /&gt;Agar ilmu dapat bermanfaat bagi pribadi, keluarga, maupun umat, maka  proses pencariannya perlu mengikuti adab sebagaimana ditulis oleh Syaikh  Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin dalam bukunya Kitabul ’ilmi&lt;br /&gt;1. Ikhlas karena Allah SWT.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang menuntut ilmu, yang mestinya  hanya karena Allah Subhanahu wata’ala, sedang ia tidak menuntutnya  kecuali untuk mendapatkan materi dunia, ia tidak akan mendapatkan bau  surga pada hari kiamat.” (Riwayat Ahmad, Abu, Daud dan Ibnu Majah) &lt;br /&gt;2. Niatkan untuk menghilangkan kebodohan dari dan orang lain.&lt;br /&gt;Manusia pada mulanya adalah bodoh. Kita berniat untuk menghilangkan  kebodohan dari diri kita, setelah itu baru orang lain. Rasulullah SAW  bersabda , “Sampaikanlah dariku walupun cuma satu ayat.” (Riwayat  Bukhari)&lt;br /&gt;3. Berniat untuk menegakkan syariah.&lt;br /&gt;Sudah menjadi keharusan bagi para penuntut ilmu untuk berniat dalam  menuntut ilmu demi membela sekaligus menegakkan syariat Islam. Tidak ada  yang bisa melakukannya kecuali orang yang memiliki ilmu yang benar  sesuai petunjuk al-Qur`an dan as-Sunnah.&lt;br /&gt;4. Lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat.&lt;br /&gt;Apabila ada perbedaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima  perbedaan itu dengan lapang dada selama perbedaan itu pada persoalaan  ijtihad, bukan persoalaan akidah, karena persoalaan akidah adalah  masalah yang tidak ada perbedaan pendapat di kalangan salaf. &lt;br /&gt;5. Mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.&lt;br /&gt;Ini karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu akidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. &lt;br /&gt;6. Menghormati dan memuliakan para ulama.&lt;br /&gt;Menerima perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Jangan sampai ia mengumpat atau mencela ulama yang tidak diikutinya.&lt;br /&gt;7. Mencari kebenaran dan sabar.&lt;br /&gt;Ketika sampai kepada kita sebuah Hadits, misalnya, kita harus meneliti  lebih dahulu tentang keshahihan Hadits tersebut. Dalam mencari kebenaran  ini kita harus sabar, jangan tergesa-gesa, jangan cepat merasa bosan  atau berkeluh kesah.&lt;br /&gt;Hambatan&lt;br /&gt;Berikut ini hambatan dalam menghidupkan kultur keilmuan dalam keluarga.&lt;br /&gt;1. Kurangnya murabbi dan muallim.&lt;br /&gt;Ini bisa diatasi dengan berguru kepada orang alim yang lebih pandai.  Mencontoh pengalaman Nabi Musa, sekalipun telah diangkat sebagai Rasul  (yang secara logika sudah sangat sempurna ilmunya) ternyata masih  bersedia berguru pada Nabi Khidhir (lihat firman Allah SWT dalam Al-Kahf  [18]: 78).&lt;br /&gt;2. Tidak sabar dalam belajar.&lt;br /&gt;Kita harus selalu merasa haus akan ilmu dan tak cepat puas dengan apa  yang didapat. Ibarat berlayar, semakin jauh ke tengah samudra, semakin  menyadari betapa luasnya samudra itu. &lt;br /&gt;3. Banyak kesibukan&lt;br /&gt;Setiap orang pasti punya kesibukan, bahkan waktu istirahat terkadang  sangat sedikit. Namun, bagi sebagai Muslim, hendaknya ini tidak menjadi  halangan untuk menuntut ilmu.&lt;br /&gt;4. Sulit menghafal.&lt;br /&gt;Menghafal adalah tabiat. Barangsiapa bersungguh-sungguh ia akan dapati jalan untuk membuka “daya hafalnya”.  &lt;br /&gt;5. Tak bisa mengamalkan ilmu tersebut.&lt;br /&gt;Apa yang diperoleh haruslah diamalkan sehingga memberikan kemaslahatan  bagi diri dan umat. Sebab, dengan mengamalkan ilmu, berarti tujuan dari  menggapai ilmu telah terlaksana.&lt;br /&gt;SUARA HIDAYATULLAH MEI 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-6189100711738925407?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://majalah.hidayatullah.com/?p=1313' title='Ayo Bangun Keluarga Haus Ilmu!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/6189100711738925407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=6189100711738925407&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6189100711738925407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6189100711738925407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/ayo-bangun-keluarga-haus-ilmu.html' title='Ayo Bangun Keluarga Haus Ilmu!'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2118291670376658902</id><published>2011-08-19T08:30:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T08:30:05.329+07:00</updated><title type='text'>Ilmu, Penerang Bagi Keluarga</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="single-entry"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2010/07/muhammad-dalam-al-quran_web.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-1311" height="225" src="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2010/07/muhammad-dalam-al-quran_web.jpg" title="muhammad-dalam-al-quran_web" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Katakanlah  (hai Muhammad), ”Apakah sama orang-orang yang berpengetahuan dengan  orang yang tidak berpengetahuan?”  Sesungguhnya yang mampu mengambil  pelajaran hanyalah orang-orang yang berakal. &lt;/em&gt;(Az-Zumar [39]: 9)&lt;br /&gt;Di dalam al-Qur`an pesan dari ayat di atas juga banyak terdapat pada  ayat-ayat lain. Kesemuanya memberi sentakan kesadaran kepada kita agar  menjadi keluarga pembelajar, yaitu keluarga yang haus ilmu. Allah  Subhanahu wa Ta’ala (SWT) berfirman: &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Katakanlah (Hai Muhammad), ”Samakah orang yang buta dengan orang yang melihat? Atau samakah kegelapan itu dengan cahaya?…”&lt;/em&gt; (Ar-Ra’d [13]: 16)&lt;br /&gt;Dalam ayat lain kita juga bisa mendapati:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih  banyak mendapat petunjuk atau orang yang berjalan dengan berdiri lurus  di atas jalan yang lurus?&lt;/em&gt; (Al-Mulk [67]: 22)&lt;br /&gt;Juga ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.  Tidak (pula) sama antara gelap gulita dengan cahaya. Tidak sama yang  teduh dengan yang panas. Serta tidak sama orang yang hidup dengan orang  yang mati&lt;/em&gt;. (Fatir [35]: 19–22)  &lt;br /&gt;Bodoh = Mati&lt;br /&gt;Mengapa Islam begitu mementingkan ilmu dan memuliakan orang-orang  yang belajar? Sebab, kebodohan dalam Islam adalah kematian spiritual  yang lebih merugikan dibanding makanan rusak yang tak hanya tidak enak  dimakan, tapi bisa mendatangkan kuman dan penyakit, serta membawa  penderitaan dan kemalangan abadi.&lt;br /&gt;Kebodohan merupakan keburukan terbesar dan musuh yang paling berbahaya.  Sebab, kebodohan dapat meruntuhkan bangunan masa depan. Kebodohan adalah  kehancuran. Kebodohan adalah kematian. Kebodohan merupakan sebab utama  tergelincirnya manusia dari jalan yang benar. Kebodohan merupakan sumber  dan penyebab utama kejahatan. &lt;br /&gt;Suatu hari Nabi SAW ditanya tentang orang yang bodoh. Beliau  menjawab: (1) orang yang bodoh dapat menyusahkanmu jika engkau bergaul  dengannya, (2) ia bisa menyalahkanmu ketika engkau tidak membantunya,  (3) ia juga dapat mengungkit-ungkit sesuatu yang dia berikan kepadamu,  (4) ia tidak berterimakasih jika engkau memberinya, (5) jika engkau  mempercayakan rahasia-rahasiamu kepadanya, ia akan menyalahgunakan  kepercayaanmu. &lt;br /&gt;Dari jawaban Nabi SAW di atas terlihat bahwa orang yang bodoh tidak  mempunyai nilai positif sama sekali. Bayangkan jika kebodohan itu  terjadi dan menimpa kepala keluarga kita! Ia  menganggap masalah agama  tidak prinsip. Tak ada rencana dunia dalam pikirannya. &lt;br /&gt;Apalah artinya harta benda yang banyak atau rumah yang mewah jika  kita dipimpin oleh orang bodoh dan tak berpengetahuan. Pemimpin rumah  tangga yang bodoh akan menjadi sumber utama kegelisahan,  ketidaknyamanan, kesulitan, penderitaan, dan siksaan dalam rumah tangga.  Rasanya, tak akan ada lagi harapan dan masa depan buat keluarga  tersebut. &lt;br /&gt;Itulah sebabnya kita harus lari dan menghindar jauh dari kebodohan  dan orang-orang yang bodoh. Lari dari kebodohan berarti kita harus  menjadi manusia pembelajar, orang yang haus ilmu, dan terus belajar dan  belajar. Adapun lari dari orang bodoh berarti kita menghindari bergaul  dengan orang-orang yang bodoh, yaitu orang-orang yang puas dengan  ilmunya yang serba sedikit, atau orang yang enggan dan malas belajar.&lt;br /&gt;Kita menghindari pergaulan dan pertemanan dengan mereka sebab  kebodohannya bisa menular kepada kita. Kita bisa ikut-ikutan menjadi  malas belajar dan berhenti mencari ilmu.&lt;br /&gt;Keluarga Pembelajar&lt;br /&gt;Setiap Muslim harus menghadirkan majelis ilmu dalam keluarganya.  Rumah seorang Muslim adalah madrasah yang pertama dan paling utama. Di  sini orangtua dan anak bergantian menjadi guru dan murid. &lt;br /&gt;Di rumah harus ada dialog, diskusi, dan taushiah ilmiah.  Orangtua  hendaknya bisa menjadi tempat bertanya bagi anak-anaknya. Orangtua harus  bisa menjadi teman belajar. &lt;br /&gt;Dan, yang lebih penting lagi, orangtua harus menjadi teladan dalam  hal belajar. Di mata anak-anaknya, orangtua harus terlihat paling  antusias belajar, menekuni ilmu, dan haus akan pengetahuan. Mereka harus  melihat setiap hari orangtuanya tak pernah lupa membaca al-Qur`an dan  rajin membaca buku-buku pengetahuan. &lt;br /&gt;Hadirkan buku-buku dan literatur di rumah kita. Begitu juga  orang-orang yang datang untuk bertanya atau berdiskusi di rumah kita.  Majelis taklim harus kerap digelar. Semua anggota keluarga harus sibuk  menuntut ilmu. &lt;br /&gt;Ilmu akan terus berkembang. Hasil survei dan penelitian ilmiah akan  terus berdatangan. Temuan-temuan baru akan selalu mengubah teori dan  paradigma yang ada sebelumnya. &lt;br /&gt;Itulah makanya investasi ilmu tidak cukup hanya sekali. Kita tak  boleh puas hanya dengan memproleh gelar S1, S2, atau S3. Ilmu dan  kemampuan kita harus selalu diperbarui (update) dan ditingkatkan (up  grade). Ilmu lama terus diasah, sedang ilmu baru harus terus menerus  ditambah.&lt;br /&gt;Kita dan keluarga harus menjadi manusia pembelajar yang tidak pernah  puas dengan ilmu yang didapat. Tak pernah berhenti belajar. Carilah ilmu  sejak dari buaian kasih bunda hingga kita sendiri dikuburkan (uth-lubul  ilma minal mahdi ilal lahdi)&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS) adalah teladan yang memahi pentingnya  ilmu bagi keluarga. Tatkala Allah SWT memerintahkan beliau untuk  menyembelih anaknya, maka Nabi Ibrahim AS terlebih dahulu memanggil sang  anak untuk berdialog. Hal ini diceritakan oleh al-Qur`an:  &lt;br /&gt;Maka tatkala anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha  bersama-samanya,  (Ibrahim) berkata, ”Hai anakku sesungguhnya aku  melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa  pendapatmu!” Ia (Ismail) menjawab, ”Hai bapakku, kerjakanlah apa yang  diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk  orang-orang yang sabar.” (As-Saffat [37]: 102)&lt;br /&gt;Ungkapan Nabi Ibrahim AS, ” …fikirkanlah apa pendapatmu,” menurut  tafsir Ibnu Katsir, menunjukkan kebijaksanaan sang ayah dalam menguji  anaknya.  Kita tahu, ujian selalu melalui tahap pembelajaran, tidak  serta merta diberikan.  Itu berarti, Nabi Ibrahim AS sebelumnya telah  menanamkan pentingnya ilmu kepada keluarganya agar bisa menelaah maksud  dari sebuah perintah. Dengan kata lain, ayat tersebut menggambarkan  teladan sebuah keluarga yang haus ilmu.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu  adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wa Jalla. Sedang mengajarkannya  kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Sesungguhnya ilmu  pengetahuan menempatkan pemiliknya dalam kedudukan yang terhormat dan  mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia  dan di akhirat. (Riwayat Ar-Rabii’)&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan merupakan cahaya intlektual, hujjah yang paripurna,  petunjuk yang baik, kecantikan yang jelas, langkah yang paling  strategis, harta yang paling berharga, dan investasi yang tidak sedikit.  &lt;br /&gt;Rasulullah SAW memberi motivasi kepada kita: Barangsiapa menempuh  suatu jalan di mana ia menuntut ilmu di dalamnya, maka Allah akan  memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidak akan berkumpul suatu kaum  dalam rumah dari beberapa rumah Allah, di mana mereka membaca kitab dan  mempelajari di antara mereka, melainkan para malaikat akan menaungi  mereka dan turunlah kepada mereka ketentraman, dan rahmat meliputi  mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka sebagai orang yang berada di  sisi-Nya. Dan barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak akan cepat  mendapatkan keturunannya. (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish shawab.***&lt;br /&gt;SUARA HIDAYATULLAH MEI 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2118291670376658902?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://majalah.hidayatullah.com/?p=1310' title='Ilmu, Penerang Bagi Keluarga'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2118291670376658902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2118291670376658902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2118291670376658902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2118291670376658902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/ilmu-penerang-bagi-keluarga.html' title='Ilmu, Penerang Bagi Keluarga'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2504768429408758398</id><published>2011-08-19T08:27:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T08:27:17.092+07:00</updated><title type='text'>Mensyukuri Nikmat Allah</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt;&lt;a href="http://majalah.hidayatullah.com/?p=1284" rel="bookmark" title="Permanent Link to Mensyukuri Nikmat Allah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="single-entry"&gt;  &lt;div class="wp-caption alignright" id="attachment_1285" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2010/07/Sholat_Berjamaah_2.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-1285" height="199" src="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2010/07/Sholat_Berjamaah_2-300x199.jpg" title="Sholat_Berjamaah_2" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;FOTO: kfk.kompas.com&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;”Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu beruntung.” (al-A’raf [7]: 69). Seratus tahun yang lalu, pernahkah kita membayangkan hidup di dunia  seperti sekarang ini? Pernahkah kita membayangkan memiliki tubuh seperti  tubuh kita sekarang?&lt;br /&gt;Pernahkah kita membayangkan memiliki wajah seperti wajah kita  sekarang? Punya telinga yang bisa mendengar, punya mata yang bisa  melihat, punya tangan yang bisa bergerak, punya kaki yang bisa  menyangga?&lt;br /&gt;Maka nikmat Allah yang manakah yang kita dustakan?&lt;br /&gt;Bayangkan, indahnya masa kecil kita.&lt;br /&gt;Saat itu kita bebas tertawa, bergembira, dan penuh suka cita.&lt;br /&gt;Senyum kita mengembang, tawa kita riang, semuanya ikut senang.&lt;br /&gt;Padahal saat itu kita belum punya apa-apa.&lt;br /&gt;Padahal saat itu kita masih sangat lemah.&lt;br /&gt;Padahal saat itu kita masih bergantung sepenuhnya.&lt;br /&gt;Maka nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan?&lt;br /&gt;Lalu mengapa kini kita merasa susah?&lt;br /&gt;Mengapa kini kita merasa terbebani dengan kesulitan yang kita hadapi?&lt;br /&gt;Mengapa kita merasa terpuruk di dalam usaha?&lt;br /&gt;Mengapa kita merasa kehilangan kesempatan dan peluang?&lt;br /&gt;Mengapa kita merasa krisis keuangan?&lt;br /&gt;Mengapa kita merasa terjepit dan tertimpa musibah dan kehancuran hidup?&lt;br /&gt;Mengapa kita merasa menjadi korban?&lt;br /&gt;Mengapa kita merasa sesak nafas seolah semangat dan gairah hidup timbul tenggelam?&lt;br /&gt;Lalu, pantaskah kita merasa demikian?&lt;br /&gt;Mana senyummu?&lt;br /&gt;Mana tawamu?&lt;br /&gt;Mana sukacitamu?&lt;br /&gt;Mana bahagiamu?&lt;br /&gt;Mana syukurmu?&lt;br /&gt;…….”Jika engkau bersyukur, maka akan Ku-tambahkan (nikmat-Ku), dan  jika engkau kufur (ingkar), sesungguhnya siksa-Ku amat pedih. (Ibrahim  [14]: 7).&lt;br /&gt;Orang yang pandai bersyukur, hidupnya mujur dan makmur.&lt;br /&gt;Orang yang tidak pandai bersyukur, hidupnya hancur lebur.&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu:  “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada  Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang  siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha  Terpuji”. (Luqman [31]: 12). SUARA HIDAYATULLAH MEI 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2504768429408758398?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://majalah.hidayatullah.com/?p=1284' title='Mensyukuri Nikmat Allah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2504768429408758398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2504768429408758398&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2504768429408758398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2504768429408758398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/mensyukuri-nikmat-allah.html' title='Mensyukuri Nikmat Allah'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-7741112935502936861</id><published>2011-08-19T08:12:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T08:12:38.081+07:00</updated><title type='text'>Setiap Anak Bisa Sukses</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt;&lt;a href="http://majalah.hidayatullah.com/?p=2414" rel="bookmark" title="Permanent Link to Setiap Anak Bisa Sukses"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="single-entry"&gt;  &lt;a href="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2011/06/key_succes.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-2415" height="269" src="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2011/06/key_succes.jpg" title="key_succes" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Mohammad Fauzil Adhim&lt;br /&gt;Ingin anak Anda sukses? Perhatikan, siapa gurunya! &lt;br /&gt;Sebuah riset yang dilakukan oleh S. Paul Wright, Sandra Horn, dan  William Sanders (1997) terhadap 60 ribu siswa memberi pelajaran berharga  kepada kita betapa pentingnya memperhatikan siapa yang menjadi guru  bagi anak-anak kita. Hasil riset yang mereka lakukan menunjukkan bahwa  faktor paling penting yang berpengaruh secara langsung terhadap belajar  murid adalah guru. Maka, jika anak- anak yang kurang bergairah saat  belajar, pertanyaan pertama yang harus dijawab secara tuntas sebelum  memanggil orangtua adalah bagaimana guru mengelola kelas dan menjalin  hubungan dengan murid-muridnya. Di luar itu, ada pertanyaan lain yang  harus dijawab, apakah guru memiliki integritas pribadi atau tidak. Ini  berarti, kompetensi saja tak cukup.&lt;br /&gt;Kembali pada riset yang kita perbincangkan di awal tulisan ini.  Wright dan kawan-kawan mencatat bahwa, guru-guru yang efektif mampu  menjadikan para muridnya berkembang secara efektif. Ini berlaku untuk  semua siswa dengan berbagai jenjang prestasi, tidak peduli seberapa  majemuk ragam anak-anak di kelas. Jika di kelas banyak anak yang gagal  mengembangkan kemampuannya secara efektif, berarti guru tidak mampu  mengelola kelas. Bahkan bisa lebih dari itu, yakni tidak mengenali para  muridnya dengan baik. &lt;br /&gt;Catatan ini menunjukkan bahwa, kegiatan belajar-mengajar yang efektif  sangat sulit terjadi apabila guru tidak mampu mengelola kelas dengan  baik. Jika murid banyak yang menunjukkan perilaku menyimpang atau antar  murid tidak ada rasa saling hormat, tak ada aturan dan prosedur yang  dihormati sebagai panduan perilaku, dan rasa persahabatan antar siswa  sangat rendah, maka kekacauan di kelas akan menjadi hal yang wajar.  Dalam situasi seperti ini, kata Marzano dalam bukunya yang bertajuk  Classroom Management That Works (2003), baik guru maupun murid sama-sama  menderita. Guru harus berjuang mati-matian untuk mengajar, dan murid  hampir pasti belajar jauh lebih sedikit daripada yang seharusnya mereka  lakukan.&lt;br /&gt;Berbagai riset menunjukkan bahwa anak-anak yang kemampuan  matematikanya rendah dengan skor 50% ke bawah, meningkat pesat  kemampuannya setelah 2 tahun jika ia belajar di sekolah yang efektif dan  guru yang juga efektif. Sedangkan anak-anak yang belajar di sekolah  rata-rata dengan kemampuan guru mengelola kelas yang juga rata-rata,  tidak mengalami perubahan apa pun setelah dua tahun. Tetap saja  kemampuannya tidak berkembang dengan baik. Sementara anak-anak yang  belajar di sekolah yang tidak efektif dan –celakanya—memperoleh guru  yang juga tidak efektif, justru makin lama makin bodoh. Semakin lama ia  bersekolah semakin terpuruk prestasinya, semakin tidak mampu ia  mengembangkan potensinya.&lt;br /&gt;Pelajaran apa yang bisa kita petik? Setiap anak bisa mengembangkan  kemampuannya. Mereka bisa meraih sukses jika memperoleh bimbingan dari  guru yang baik; guru yang mampu menjalin hubungan akrab dengan muridnya  secara bermartabat, bisa membangkitkan tanggung jawab murid bagi  kelangsungan pembelajaran yang penuh semangat, tegas dalam menegakkan  disiplin sekaligus dapat melakukan intervensi disiplin secara ketat di  kelas, mampu membuat aturan dan prosedur kelas yang menjadi panduan bagi  siswa dalam berperilaku, serta memiliki kecakapan membangun sikap  mental yang tepat bagi muridnya maupun dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Saya perlu menggarisbawahi masalah kemampuan menjalin hubungan akrab  secara bermartabat. Apa yang perlu kita perhatikan di sini? Selain  terampil menjalin keakraban dengan siswa, yang tidak boleh ditawar-tawar  adalah keharusan menjaga batas antara murid dan guru. Akrab dan  bersahabat (friendly) memang harus, tetapi harus diingat bahwa guru  adalah seorang pendidik dan pembimbing yang bertugas memberi arahan. Ada  garis tegas yang perlu diperhatikan agar murid tetap memiliki  tata-krama yang baik. Harry K. Wong &amp;amp; Rosemary T. Wong bahkan  mengingatkan dalam bukunya yang berjudul How to Be an Effective Teacher:  The First Days of School. Buku yang berisi panduan tentang apa yang  harus dilakukan oleh guru pada bulan-bulan pertama di sekolah ini  menegaskan bahwa setiap guru harus akrab, peduli, penuh cinta, dan  sekaligus peka terhadap murid. Tetapi mereka bukanlah teman. Guru harus  mampu menjalin hubungan yang bersahabat, tetapi tetap bukan teman yang  membuat murid kehilangan tata-krama.&lt;br /&gt;Apa artinya? Menjadi guru efektif yang membuat setiap murid mampu  meraih sukses, bukan hanya soal kompetensi. Guru memang harus menguasai  bidang studi yang diajarkan. Bukan hanya menang semalam, yakni sekadar  belajar lebih awal daripada muridnya. Guru juga harus terampil mengajar.  Sangat mumpuni dalam bidang yang diajarkan tetapi tidak mampu  menyampaikan dengan baik dan kurang mampu menerangkan secara  komunikatif, juga akan berakibat murid mengalami kesulitan belajar.  Mereka menjadi bodoh bukan karena tidak memiliki potensi untuk menguasai  pelajaran dengan baik, tetapi karena guru gagal dalam memahamkan murid.  &lt;br /&gt;Itu sebabnya, kriteria ketuntasan minimal (KKM) dapat dipandang dari  dua arah. Pertama, KKM adalah standar minimal yang harus dicapai oleh  murid. Jika ada yang tidak mampu mencapai KKM, maka kesalahan sepenuhnya  dapat ditimpakan kepada murid dan orangtua. Cara pandang inilah yang  banyak dianut sekolah-sekolah kita di negeri ini. Kedua, KKM merupakan  target kemampuan murid yang harus dibangun oleh guru. Jika ada murid  yang gagal memenuhi KKM, maka guru melakukan evaluasi caranya mengajar  dan menangani murid. Cara pandang inilah yang diterapkan di  sekolah-sekolah efektif, sehingga guru terbiasa melakukan penilaian,  evaluasi, dan meneliti tindakannya di kelas. Ia berusaha menemukan sebab  setiap masalah. Apalagi jika jumlah murid yang bermasalah, misalnya  gagal memenuhi KKM, merupakan mayoritas.&lt;br /&gt;Tetapi, sekali lagi, penguasaan materi yang baik serta keterampilan  mengajar bukan aspek utama yang menjadikan seseorang sebagai guru  efektif. Ada aspek lain yang lebih mendasar, yakni motivasi, integritas,  dan komitmen. Yang disiplinnya rendah misalnya, meskipun mampu mengajar  secara menarik, tetapi mereka tidak patut menjadi guru olah raga.  Apalagi guru motivasi. Yang integritasnya rendah, jangan pernah  mengambil u pelajaran akidah-akhlak karena keduanya –akidah maupun  akhlak—bukan urusan kognitif semata. Ia adalah bagian dari sikap hidup  yang harus menyatu dalam setiap helaan nafas kita.&lt;br /&gt;Alhasil, ada yang perlu kita perhatikan. Setiap sekolah perlu memberi  perhatian serius untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar.  Tetapi ini tidak cukup. Pada saat yang sama, harus ada usaha serius  untuk meningkatkan secara terus-menerus kualitas pribadi setiap guru,  baik yang berkaitan dengan motivasi, iman, akhlak, komitmennya terhadap  agama maupun pendidikan, serta integritas pribadi. Ini semua sangat  penting untuk memastikan agar setiap murid mampu meraih sukses.  Lebih-lebih untuk sekolah Islam yang telah menyatakan sikap bahwa agama  ini yang menjadi ruh dari seluruh kegiatan yang ada di sekolah,  peningkatan kualitas pribadi setiap guru tak dapat ditawar-tawar lagi.&lt;br /&gt;Setiap wali murid juga perlu memperhatikan ini sebab di tangan para guru itulah kita serahkan masa depan anak-anak kita!&lt;br /&gt;Box (inspiring word): Harus ada usaha serius untuk meningkatkan  secara terus-menerus kualitas pribadi setiap guru, baik yang berkaitan  dengan motivasi, iman, akhlak, komitmennya terhadap agama maupun  pendidikan, serta integritas pribadi. Ini semua sangat penting untuk  memastikan agar setiap murid mampu meraih sukses. Lebih-lebih untuk  sekolah Islam yang telah menyatakan sikap bahwa agama ini yang menjadi  ruh dari seluruh kegiatan yang ada di sekolah, peningkatan kualitas  pribadi setiap guru tak dapat ditawar-tawar lagi.&lt;br /&gt;SUARA HIDAYATULLAH,  MARET 2011&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-7741112935502936861?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://majalah.hidayatullah.com/?p=2414' title='Setiap Anak Bisa Sukses'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/7741112935502936861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=7741112935502936861&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/7741112935502936861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/7741112935502936861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/setiap-anak-bisa-sukses.html' title='Setiap Anak Bisa Sukses'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-761537986192083109</id><published>2011-08-19T08:09:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T08:09:14.562+07:00</updated><title type='text'>Ada Kemudahan dalam Kesulitan</title><content type='html'>”Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan.” (Al Insyiroh [94]: 5-6).&lt;br /&gt;&lt;div class="single-entry"&gt;Pasti Terjadi&lt;br /&gt;Dalam menjalani kehidupannya, manusia akan mendapati situasi enak atau  tak enak,  sebagai ujian Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Apapun  situasinya, nyaman atau tak nyaman, itu yang terbaik dalam skenario  Allah SWT. &lt;br /&gt;Jika kita sedang berada disituasi sulit, Allah SWT mengingatkan  janji-Nya, sebagaimana disebut ayat di atas.  ”Sesungguhnya, bersama  kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan.”  &lt;br /&gt;Menurut As-Suyuthi, Alam Nasyrah ayat 1 – 8 turun ketika kaum  musyrikin memperolok-olok kaum Muslimin karena kekafirannya. Sementara,  dalam suatu riwayat Ibnu Jarir yang bersumber dari Al-Hasan, dikatakan  bahwa ketika turun ayat “Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan”  (Alam Nasyrah [94]: 6), Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW)  bersabda,  “Bergembiralah kalian, karena akan datang kemudahan bagi  kalian. Kesusahan tidak akan mengalahkan dua kemudahan.” &lt;br /&gt;Janji Allah “Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan” itu  diulangi-Nya dua kali. Padahal, janji Allah pasti benar (Faathir [35]:  5) dan pasti terjadi (Al-Mursalaat [77]: 7).&lt;br /&gt;Sebagian Bukti&lt;br /&gt;Kisah Buya Hamka, Sayyid Quthb, dan Ibnu Taimiyah dapat kita jadikan  rujukan. Hamka melahirkan karya tulis lebih dari 115 judul dalam  berbagai bidang. Tafsir Al-Azhar adalah karya paling utamanya dan  terbesar. &lt;br /&gt;Sekitar awal 1964 Hamka ditahan rezim Orde Lama dengan tuduhan  subversi, sebuah tuduhan yang sampai dia bebas dua tahun empat bulan  kemudian tak pernah bisa dibuktikan secara hukum. &lt;br /&gt;Hamka berkisah tentang pengalamannya dihari-hari pertama dia ditahan,  “Kalau saya bawa bermenung saja kesulitan dan perampasan kemerdekaan  saya itu, maulah rasanya diri ini gila. Tetapi, akal terus berjalan,  maka ilham Allah datang. Cepat-cepat saya baca al-Qur’an, sehingga pada  lima hari penahanan yang pertama saja, tiga kali al-Qur’an khatam  dibaca.” &lt;br /&gt;Lalu, Hamka atur jam-jam buat membaca dan menulis Tafsir al-Qur’an.  Maka, menyusul kekacauan politik yang disebabkan Gerakan 30 September  1965 Partai Komunis Indonesia, pada Mei 1966 Hamka dibebaskan. Saat itu,  dia telah mengkhatamkan al-Qur’an 150 kali, dan selesai pula tafsir 28  juz. Sementara, yang dua juz yaitu juz 18 dan 19 telah diselesaikannya  sebelum dia ditahan.&lt;br /&gt;Maka, Hamka,  meninggal pada 1982, berhak menasihati kita, bahwa  hendaknya kita “Jangan gentar menghadapi kesukaran, karena dalam  kesukaran itu pasti ada kemudahan, asal kita mempergunakan otak buat  memecahkannya. Sungguh, Allah tidak akan mengecewakan orang-orang yang  bertawakkal kepada-Nya.”&lt;br /&gt;Di Mesir, ada Sayyid Quthb (lahir 1903) dan hafal al-Qur’an sejak  masih anak-anak. Dia aktivis Ikhwanul Muslimin yang penuh semangat. Dia  dipenjara rezim Gamal Abdel Nasser, sebelum akhirnya syahid dihukum mati  pada 20 Agustus 1966. &lt;br /&gt;Apa “kesalahan” dia? Saat Sayyid Quthb menulis sejumlah buku seperti  Ma’aalim fit-Thariq (Petunjuk Jalan), 1964, yang berisi penolakan  terhadap kebudayaan jahiliyah modern dalam segala bentuknya. Rezim Gamal  Abdel Nasser yang menganut sosialisme Arab memandang itu sebagai sebuah  kesalahan besar.&lt;br /&gt;Dalam buku Ma’aalim fit-Thariq, Sayyid Quthb mengemukakan gagasan  tentang perlunya revolusi total, bukan semata-mata pada sikap individu,  namun juga pada struktur negara. Selama periode inilah, logika konsepsi  awal negara Islamnya Sayyid Quthb mengemuka. Buku inilah yang dijadikan  bukti utama dalam sidang yang menuduhnya bersekongkol hendak  menumbangkan rezim Nasser.&lt;br /&gt;Tafsir Fi Zhilalil Qur’an (Di Bawah Lindungan Al-Qur’an) diselesaikan  Sayyid Quthb saat berada di penjara. Dan, Hamka mengaku, bahwa tafsir  Fi Zhilalil Qur’an “Banyak mempengaruhi saya dalam menulis Tafsir  Al-Azhar.”&lt;br /&gt;Selain Hamka, banyak ulama yang menilai Tafsir Fi Zhilalil Qur’an  sebagai salah satu tafsir terbaik. Hujjah-nya kuat meneguhkan iman.  Bahasanya indah menyejukkan hati. Pendek kata, tafsir itu mampu  menggelorakan spirit iman, hijrah, dan jihad. &lt;br /&gt;Jauh sebelum Hamka dan Sayyid Quthb, ada Ibnu Taimiyah yang lahir  1263 dan meninggal 1328. Masa hidupnya banyak dihabiskan di Damaskus.  Dia bukan saja pernah tapi bahkan sering merasakan ‘manis’-nya penjara,  karena sejumlah pendapat keagamaannya berbeda dengan yang dianut  ulama-ulama lain yang dekat dengan penguasa ketika itu. &lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah –yang saat berusia dua puluh tahun telah bergelar  profesor di bidang hukum dalam mazhab Imam Hanbali- berkali-kali  dipenjara sebelum akhirnya syahid di dalamnya. “Kesalahan” dia, hanya  karena perbedaan dalam memahami atau menafsiri al-Qur’an. Padahal, lewat  fatwa-fatwanya, Ibnu Taimiyah berniat memurnikan ajaran Islam dari  unsur-unsur yang datang dari luar Islam dan tak sesuai dengan Islam. Dia  hendak memurnikan Islam dari segala bid’ah dan khurafat.&lt;br /&gt;Tentu saja, di antara karya-karya besarnya (dari total 500-an judul  karya tulisnya) lahir di penjara. Sebab, di penjara, Ibnu Taimiyah  memiliki banyak kesempatan untuk membaca dan menulis. Hal itu, hikmah  besar baginya. Maka, dia tak pernah sedih atau menyesal atas apa yang  dialaminya. Hal itu, diyakininya sebagai ketentuan Allah yang tak boleh  dibantah, karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan yang akan didapat.  &lt;br /&gt;Ajaib, dan Benar!&lt;br /&gt;Hamka, Sayyid Qutb, dan Ibnu Taimiyah adalah sedikit contoh manusia  beriman yang merasakan bukti keajaiban janji Allah bahwa bersama  kesulitan ada kemudahan. Juga, bukti kebenaran sabda Nabi Muhammad SAW.  Ada keajaiban yang dimiliki orang beriman. Yaitu, bahwa sesungguhnya  semua persoalannya serba baik. Dan, hal itu hanya dimiliki oleh orang  yang beriman. Jika dia mendapat kesenangan, dia bersyukur. Dan, hal itu  menambah kebaikan (pahala) baginya. Namun, bila dia ditimpa  bencana/musibah, dia akan sabar. Dan, itu berarti kebaikan (pahala)  baginya.” (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;Rasulullah SAW  kerap membuktikan sendiri. Misalnya, saat beliau  bersembunyi di Gua Tsur dalam hijrahnya dari Mekkah ke Madinah. Abu  Bakar yang sempat mengkhawatirkan keselematan Nabi Muhammad SAW, sempat  bersedih. Lalu, Muhammad SAW meneguhkannya, dengan bersabda:  “…..Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita..,”  (At-Taubah [9]: 40).&lt;br /&gt;Subhanallah! Kaum musyrikin pengejar Rasulullah SAW yang sempat  mengepung di sekitar mulut gua menjadi terkecoh atas fakta-fakta yang  tergelar di depan mereka. Di pintu gua, ada sarang laba-laba dan ada dua  burung dara plus telurnya. Di pintu gua, ada ranting-ranting pohon.  Sehingga, para pengejar berkesimpulan bahwa tak mungkin Muhammad masuk  dan bersembunyi di gua, tanpa melewati pintu gua dengan terlebih dahulu  membersihkan rintangan-rintangan tadi.&lt;br /&gt;Senyum, Senyum!&lt;br /&gt;Semua manusia di sepanjang kehidupannya pasti akan menjalani ujian demi  ujian. Kesulitan yang dihadapinya adalah ujian, sebagaimana kemudahan  yang ditemuinya pun merupakan ujian. &lt;br /&gt;Jika kesulitan sedang melilit kita, hadapilah dengan sabar dan  tawakkal. Yakinilah, bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.  Bukankah di sekitar kita, telah cukup banyak contoh-contoh yang  transparan tentang hal itu? Maka, tetaplah tebarkan senyum di sepanjang  langkah kehidupan kita, sebagai perlambang bahwa kita (akan) selalu  lulus ujian. Allahu-Akbar! *M. Awar Djaelani/Suara Hidayatullah APRIL  2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-761537986192083109?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://majalah.hidayatullah.com/?p=1239' title='Ada Kemudahan dalam Kesulitan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/761537986192083109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=761537986192083109&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/761537986192083109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/761537986192083109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/ada-kemudahan-dalam-kesulitan.html' title='Ada Kemudahan dalam Kesulitan'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2968361335101237857</id><published>2011-08-19T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T08:06:03.299+07:00</updated><title type='text'>Menghadapi Kesulitan</title><content type='html'> &lt;div class="post-info"&gt;&lt;a href="http://majalah.hidayatullah.com/?p=1283#postcomment" title="Leave a comment"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="single-entry"&gt;  “Ya Allah, aku sangat mengharapkan curahan rahmat-Mu, maka janganlah  Engkau menyerahkan sekejap mata pun pada diriku ini kemudharatan, dan  baguskanlah segala keadaan bagiku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah,  melainkan Engkau.” (Riwayat Abu Dawud dan Ahmad).&lt;br /&gt;“Ya Allah, tidak ada yang mudah selain yang Engkau mudahkan, dan  Engkau jadikan kesusahan itu mudah, jika Engkau menghendaki menjadi  mudah.” (Riwayat Ibnu Hibban dan Ibnu Sunni). SUARA HIDAYATULLAH MEI  2008&lt;br /&gt;Sumber: Doa yang Didengar Allah halaman 417 dan 420.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2968361335101237857?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://majalah.hidayatullah.com/?p=1283' title='Menghadapi Kesulitan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2968361335101237857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2968361335101237857&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2968361335101237857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2968361335101237857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/menghadapi-kesulitan.html' title='Menghadapi Kesulitan'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-4107752234149141473</id><published>2011-08-19T07:36:00.001+07:00</published><updated>2011-08-19T07:37:28.858+07:00</updated><title type='text'>Hidayatullah.com - Ingin Sehat? Tirulah Cara Nabi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Ingin Sehat? Tirulah Cara Nabi                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal318381189.jpg" vspace="4" width="300" /&gt; &lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/18474/15/08/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/18474/15/08/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Senin, 15 Agustus 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px;"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MODERNISASI memang memberikan  banyak kemudahan dalam urusan kehidupan manusia. Semua menjadi serba  lebih cepat, lebih praktis, dan tentu lebih efisien. Tetapi modernisasi  tetap bukan sesuatu yang tanpa kelemahan.&lt;br /&gt;Modernisasi dalam beberapa hal justru telah membuat kewalahan, lebih  tepatnya tidak mampu menangani masalah yang lebih esensial. Di antaranya  masalah kesehatan, baik itu kesehatan jasmani ataupun kesehatan ruhani.&lt;br /&gt;Walaupun teori kesehatan kian berkembang dan terus berusaha menemukan  solusi agar penyakit jauh dari kehidupan manusia, faktanya kian hari  orang kian mudah terkena penyakit. Bukan sekedar penyakit jasmani tetapi  ruhani sekaligus.&lt;br /&gt;Lihat saja di sekitar kita, setiap hari selalu saja ada orang yang  mengeluh kena sariawan, perut kembung, sesak nafas, pinggang encok, dan  lain sebagainya. Bahkan penyakit yang dulu hanya diderita orang-orang  tertentu; kencing manis, ginjal, sakit jantung, keracunan makanan, kini  sudah mengakrabi hampir seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai usia.&lt;br /&gt;Artinya semakin modern, ternyata masalah juga tidak sedikit. Penyakit kian banyak dan kian ganas menyerang siapa saja.&lt;br /&gt;Atas fakta ini, seorang ilmuwan kontemporer, Fritjof Capra mengaku heran dengan era sekarang ini (modernisasi).&lt;br /&gt;Melalui bukunya, “Titik Balik Peradaban”  ia mengemukakan, dunia  sekarang ini sungguh sangat aneh, para ahli yang seharusnya mahir dan  memahami bidang kajian mereka justru sekarang juga tidak lagi mampu  menyelesaikan masalah-masalah mendesak yang muncul dalam bidang yang  menjadi perhatian mereka.&lt;br /&gt;Ekonom gagal memahami inflasi; onkolog sama sekali bingung tentang  penyebab-penyebab kanker; psikiater dikacaukan oleh schizophrenia;  demikian juga polisi tidak berdaya menghadapi kejahatan yang terus  meningkat.&lt;br /&gt;Khusus problem kesehatan, lebih jauh Capra menuliskan bahwa manusia  modern terancam oleh polusi air dan makanan. Kedua jenis konsumsi  manusia ini telah tercemar oleh berbagai macam bahan kimia beracun.&lt;br /&gt;Menurutnya, di Amerika Serikat, bahan-bahan tambahan makanan  sintetis, pestisida, plastik, dan bahan-bahan kimia yang beredar di  pasar-pasar diperkirakan mencapai seribu macam senyawa kimia baru setiap  tahunnya. Artinya racun kimia telah menjadi bagian yang tak terpisahkan  dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Jadi, tidak mengherankan, mengapa orang di era modern ini cukup  rentan terserang penyakit. Tidak saja mereka yang sudah tua, yang muda  pun dalam situasi siaga bahkan anak-anak pun terbilang harus ekstra  dijaga.&lt;br /&gt;Penyakit mengancam tiap saat&lt;br /&gt;Mengapa penyakit menjadi begitu dekat dengan manusia dan mengancam setiap saat?&lt;br /&gt;Ada banyak faktor yang memicu terjadinya hal tersebut. Mulai dari  cara pandang pragmatis para pengusaha makanan, pola hidup serba instan  di masyarakat, sampai pada tahap dimana orang sudah mulai kurang peduli  dengan syari’at agama dalam hal makanan.&lt;br /&gt;Baru-baru ini (11/08/2011) Pusat Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh  Indonesia (PDPERSI) melaporkan bahwa, Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) merilis, sebanyak 1.416 item makanan olahan yang beredar di  pasaran tidak memenuhi persyaratan. Ironisnya, total produk tersebut  mencapai sekitar 73.293 kemasan.&lt;br /&gt;Dari sisi pola makan, masyarakat juga sudah banyak yang menerapkan  pola makan tidak sehat. Seperti makan tanpa diawali dan diakhiri dengan  doa, bahkan sambil berjalan, selain itu juga masih banyak yang tidak  membiasakan cuci tangan.&lt;br /&gt;Dunia medis modern mengatakan bahwa, cara makan yang baik ialah  dengan cara duduk dan tenang. Hal itu memungkinkan tubuh mengarahkan  energi menuju proses makanan yang sedang dicerna. Enzim pencernaan juga  akan bekerja dalam kondisi menyenangkan.&lt;br /&gt;Untuk lebih sempurnanya proses pencernaan, hendaklah disisihkan waktu  setidaknya sepuluh menit untuk makan dalam suasana rileks. Sambil kita  terus-menerus memperbanyak dzikir, betapa nikmat Allah begitu besar pada  diri kita. Ditinjau dari sisi adab, makan dengan cara duduk dan tidak  terburu-buru menunjukkan satu akhlak yang baik.&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah saw telah memberikan contoh 14 abad lalu, sebelum  dunia kedokteran merilis bahwa makan harus duduk, tenang dan tidak  terburu-buru. Islam bahkan mengajarkan untuk memulakan dengan do’a.  Demikian pula dalam hal kebersihan.&lt;br /&gt;Makan Ala Nabi&lt;br /&gt;Untuk menjaga kesehatan atau terhindar dari penyakit, makanan memang  faktor paling kasat mata yang harus diperhatikan. Namun yang sangat  menentukan selain jenis makanan itu sendiri, cara makan pun sangat perlu  untuk diperhatikan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu nabi pun punya tips bagaimana kegiatan makan yang  merupakan kebutuhan pokok manusia itu betul-betul optimal mendatangkan  kesehatan dan tidak mendatangkan dampak negatif.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, pastikan makanan yang didapatkan adalah halal dan baik serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram.&lt;br /&gt;وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّباً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah  telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman  kepada-Nya&lt;/i&gt;.” (QS: Al Maidah: 88).&lt;br /&gt;Jangan lupa untuk selalu meniatkan makan dan minum untuk menguatkan  badan, agar dapat melakukan ibadah, dan hal-hal lain yang berguna agar  dapat menjadi insan yang muttaqin.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. "&lt;i&gt;Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” &lt;/i&gt;(Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;Dunia modern dikejutkan dengan satu ‘penyakit’ baru, yakni obesitas.  Kelebihan berat badan jika dibiarkan akan mengundang lebih banyak  penyakit. Dan, obesitas ini tentu mulanya walaupun tidak semua, sering  bermula dari kebiasaan makan secara berlebihan. Oleh karena itu makanlah  secukupnya dan jangan berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;,mencuci kedua tangan sebelum makan, jika dalam keadaan kotor atau ketika belum yakin dengan kebersihannya.  “&lt;i&gt;Apabila  Rasululllah Sholallahu Alaihi Wassalam hendak tidur sedangkan Beliau  dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan apabila  hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” &lt;/i&gt;(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;Sehat Ala Nabi&lt;br /&gt;Dalam pandangan Islam, kesehatan bukan saja jasmani, tetapi juga  ruhani. Untuk apa sehat badan kalau imannya kropos? Tentu sangat baik  jika badan kuat iman juga sehat.&lt;br /&gt;Makanan bukan satu-satunya penyebab munculnya berbagai macam  penyakit. Meskipun umumnya beragam penyakit jasmani banyak ditimbulkan  oleh makanan.&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak kalah penting terbukti efektif dalam  meminimalisir mudahnya penyakit menyerang kita adalah keyakinan dan  kemauan yang kuat untuk menerapkan syariat agama yang telah dicontohkan  oleh nabi kita.&lt;br /&gt;Meskipun kita telah mengonsumsi makanan penuh gizi, olahraga teratur,  tetapi mental kita bermasalah, sering marah, suka ngomel, dan paling  senang mendengki orang lain. Dapat dipastikan kita akan jauh dari  kehidupan yang bahagia, sehingga rentan terhadap berbagai macam penyakit  (biasanya darah tinggi), utamanya penyakit ruhani yang pada akhirnya  akan berdampak signifikan terhadap kesehatan jasmani.&lt;br /&gt;Islam sebagai ajaran yang bersifat tauhidi, tidak pernah memberatkan  satu aspek lalu mengabaikan aspek yang lain. Seorang dikatakan sehat  dalam perspektif Islam tidak semata bugar raganya, namun juga prima  imannya, baik perangainya dan mulia akhlaknya.&lt;br /&gt;Bagaimana agar kita bisa sehat jiwa raga? Berikut langkah-langkahnya; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, bangun sebelum shubuh atau dini hari untuk &lt;i&gt;qiyamul lail&lt;/i&gt;. Bagi anda yang pelajar/mahasiswa anda bisa menulis di waktu yang hening itu. Lebih &lt;i&gt;afdhal &lt;/i&gt;juga  jika anda bangun sholat dan berdoa. Sebab doa pada waktu malam  kemungkinan terkabulkannya cukup besar. Dan, lakukanlah sholat Shubuh  secara berjama’ah di masjid.&lt;br /&gt;Jika rumah anda terbilang agak jauh dari masjid, kondisi tersebut  sungguh sangat menguntungkan. Anda bisa jalan kaki ke masjid. Jadi,  selain mendapat pahala yang jauh lebih besar, anda juga bisa sekaligus  berolahraga sambil menikmati sejuknya udara di pagi hari.&lt;br /&gt;Jika anda rutin melakukannya, jalan kaki akan menjadikan peredaran  darah lebih teratur, dan darah akan sampai dalam jumlah yang besar ke  pembuluh-pembuluh darah yang ada di seluruh tubuh, sehingga dapat  mengurangi atau bahkan menghilangkan banyak keletihan yang disebabkan  oleh kurangnya suplai  darah di seluruh sudut tubuh pada beberapa  penyakit.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, sebisa mungkin jangan mudah emosi atau mudah marah. Rasullullah saw, memperingatkan kita, &lt;i&gt;"Jangan marah, jangan marah, jangan marah." &lt;/i&gt;Ini  menunujukkan bahwa hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah  terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh  kebersihan dan kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;Jika anda termasuk tipe orang yang suka marah, atau mudah terpancing  emosi lalu marah, Rasulullah saw memberikan tips berikut ini;&lt;br /&gt;1.	Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring &lt;br /&gt;2.	Membaca &lt;i&gt;ta 'awwudz&lt;/i&gt;, karena marah itu dari syaithan &lt;br /&gt;3.	Segeralah berwudhu dan lakukanlah sholat dua rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, jangan mendengki saudara Muslim yang  lainnya. Gembira jika saudaranya tertimpa musibah dan bersedih jika  suadaranya mendapat berkah merupakan sikap yang tercela dan bisa  menghanguskan pahala kebaikan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu.” &lt;/i&gt;(HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan. Rasulullah saw berwasiat kepada kita, &lt;i&gt;“Mohonlah  kepada Allah keselamatan dan afiat. Sesungguhnya tiada sesuatu  pemberian Allah sesudah keyakinan (iman) lebih baik dari pada sehat  afiat.&lt;/i&gt;” (HR Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, perbanyaklah puasa.&lt;br /&gt;Suatu kali, penulis bertemu dengan seorang pengurus masjid di kawasan  Grogol Jakarta Barat. Usianya sudah lebih dari 70 tahun, tetapi  fisiknya masih kuat. Dia mampu membersihkan masjid dan naik turun tangga  setiap hari.&lt;br /&gt;Tatkala ditanya, apa rahasianya, jawabannya cukup singkat, “Kosongkan  perutmu dua kali seminggu dan perbanyaklah minum air disertai doa.  Mesin saja kalau tidak diservice bisa rusak," begitu jawabnya sederhana.  &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Benar, puasa dan doa adalah salah satu cara &lt;i&gt;menservice&lt;/i&gt; fisik manusia supaya tetap bugar. Nabi pernah berpesan, dalam amalan puasa, terkandung banyak manfaat kesehatan. &lt;i&gt;”Puasalah kamu niscaya kamu akan sehat selalu&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan dan berupaya menerapkan cara hidup nabi dalam  kesehariannya, Insya Allah bukan saja fisik kita akan sehat, jiwa kita  pun akan selalu terawat.&lt;br /&gt;Jadi, mari kita mulai meneladani hidup nabi sekarang juga. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.*/&lt;b&gt;Imam Nawawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-4107752234149141473?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/18474/15/08/2011/ingin-sehat?-tirulah-cara-nabi.html#.Tk2vzaY0bzE.blogger' title='Hidayatullah.com - Ingin Sehat? Tirulah Cara Nabi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/4107752234149141473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=4107752234149141473&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/4107752234149141473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/4107752234149141473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/hidayatullahcom-ingin-sehat-tirulah.html' title='Hidayatullah.com - Ingin Sehat? Tirulah Cara Nabi'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-4389809393088944359</id><published>2011-08-19T07:18:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T07:18:21.584+07:00</updated><title type='text'>Hidayatullah.com - Jadilah Figur Teladan Anak Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/18516/18/08/2011/jadilah-figur-teladan-anak-kita.html#.Tk2rnMyBIuU.blogger"&gt;Hidayatullah.com - Jadilah Figur Teladan Anak Kita&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font:bold 25px Verdana;color:#000000;"&gt;Jadilah Figur Teladan Anak Kita                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;form method="post" name="form2" id="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal585681763.jpg" align="left" border="2" hspace="4" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                                                     &lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/read/18516/18/08/2011/images/spacer.gif" height="1" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/read/18516/18/08/2011/images/spacer.gif" height="1" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;                                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;/form&gt;                                                   &lt;p&gt;&lt;span style="font:10px tahoma;color:#ff0000;"&gt;                             Kamis, 18 Agustus 2011                           &lt;br /&gt;                            &lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-size:14px; font-family:Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SETIAP keluarga tentu sangat  menginginkan putra-putrinya menjadi anak yang cerdas, sholeh dan  sholehah. Tetapi upaya itu kini tidak mudah, sebab kultur masyarakat di  luar memiliki daya pengaruh yang jauh lebih besar. Apalagi jika kedua  orangtua terbilang cukup sibuk dengan rutinitas hariannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian keluarga memang berhasil mempertahankan spirit untuk  mencerdaskan anak-anaknya. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari  mengisolir anak dari budaya nonton TV, bermain game, atau memasukkannya  ke sekolah full day, pesantren dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi tidak sedikit yang kandas bahkan larut. Booming informasi,  teori pembelajaran dan perangkat belajar yang katanya dapat memberikan  kontribusi percepatan kecerdasan seringkali diadopasi begitu saja,  sehingga mereduksi kepekaan orangtua dalam upaya kontrol terhadap buah  hatinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lahirnya berbagai teknonologi informasi, mau-tak mau melahirkan gaya  hidup baru bagi remaja. Para buah hati, asik dan enjoy dengan  perkembangan teknologi yang melahirnya budaya liar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muncullah anak-anak berkepribadian ganda. Di dalam rumah dia sangat  ramah, santun bahkan mungkin tergolong rajin. Namun ketika bergaul di  luar rumah, sifat positif di dalam rumah seketika lenyap dan jadilah dia  anak yang sepertinya tak pernah diajari tentang nilai-nilai kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berita cukup mengagetkan,  gara-gara Facebook, banyak gadis di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta hamil di luar nikah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak orangtua tak menyadari. Bermula dari Facebook, para remaja  kemudian chatting, tukar nomor hand-phone, selanjutnya janji bertemu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayang, masih saja kita jumpai orangtua mengatakan,  “Ah, nanti kalau sudah dewasa pasti ngerti sendiri.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal, atas alasan seperti itu tidak bisa dibenarkan. Sebab secara  hakikat potensi akal tanpa disadari telah dipenjara dalam ruang hampa  dan membiarkan buah hati besar dalam didikan yang tidak jelas  dinamikanya. Hal ini sungguh sangat berbahaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika orangtua tidak waspada, apalagi membiarkan anak-anak kita  berinteraksi dengan gelombang besar informasi globalisasi yang  destruktif, maka sama halnya kita sedang menyodorkan sesuatu yang kita  cintai pada segerombolan srigala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa sekolah dan guru hanyalah  membantu kita untuk mencerdaskan buah hati. Namun tugas ituma justru  ada  pada orangtua untuk mendisik dan mengawal buah hatinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Figur Teladan dan Mencintai al-Quran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pepatah mengatakan, “&lt;em&gt;Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” &lt;/em&gt;Artinya anak akan berperilaku sebagaimana teladan yang ditampilkan oleh kedua orangtuanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak lahir anak akan memperhatikan perilaku kedua orangtuanya. Oleh  karena itu, cara efektif yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah  berusaha menjadi figur yang baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menampilkan &lt;em&gt;uswah &lt;/em&gt;(keteladanan) dan sebisa mungkin tidak menampilkan sikap diri yang kurang baik atau negatif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, pesan penting yang Rasulullah saw wasiatkan kepada  umatnya ialah agar berpegang teguh terhadap al-Qur’an dan sunnah beliau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam penuturan Dr. Ir. Muhammad al-Husaini Ismail, seorang  intelektual Mesir yang sempat mengalami keguncangan pemikiran dan  kemudian memilih untuk istiqomah dalam keimanan menyatakan bahwa, “Di  hadapan al-Qur’an akal dan kemampuan manusia tak lebih dari segerombolan  para kurcaci.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya seluruh persoalan yang dihadapi manusia, al-Qur’an memberikan  solusi. Selanjutnya bergantung pada manusia itu sendiri, mau  mempelajarinya atau tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan tersebut sudah cukup mewakili bahwa setiap keluarga muslim  wajib mencintai al-Qur’an. Mencintai dalam hal ini ialah senantiasa  membudayakan iqra al-Qur’an (membaca al-Qur’an, memahami, mengamalkan  dan berusaha mengajarkan kepada yang lain). Dengan demikian maka kita  bisa menjadi seorang Muslim yang benar-benar hidup dengan al-Qur’an  sebagai pedoman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iringilah dengan doa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang Muslim yang baik tentu tidak pernah lepas dari budaya  menghamba kepada Allah SWT. Doa bukan sekedar pelengkap keimanan, justru  doa itulah senjata utama setiap muslim. Dalam al-Qur’an dijelaskan  betapa seriusnya para nabi berdoa. Sembari berusaha para nabi tak pernah  jemu berdoa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Ibrahim misalnya, dia adalah nabi yang senantiasa berdoa agar  Allah menganugerahkan kecerdasan (berupa ketauhidan dan kesholehan) bagi  keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wahai Rabb kami, jadikanlah kami berdua (Nabi  Ibrahim dan putranya Ismail) orang-orang yang berserah diri kepada-Mu  dan jadikanlah pula keturunan kami sebagai orang-orang yang berserah  diri kepada-Mu." &lt;/em&gt;(QS.2: 128 ). Beliau juga berdoa: &lt;em&gt;"Wahai  Rabbku, jadikanlah aku dan keturunanku, sebagai orang-orang yang  senantiasa mendirikan shalat. wahai Rabbku, kabulkanlah doaku." &lt;/em&gt;(QS. 14: 40).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi ibrahim juga memohon kepada Alloh agar diri dan keturunan beliau  dijauhkan dari kemaksiatan terbesar kepada Alloh, yaitu kesyirikan.  Beliau memohon:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;رَبِّ اجْعَلْ هَـذَا الْبَلَدَ آمِناً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"&lt;em&gt;Dan jauhkanlah diriku beserta anak keturunanku dari penyembahan berhala." &lt;/em&gt;(QS. 14: 35).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah pelajaran yang dapat kita petik akan urgensi sebuah doa.  Sebab Doa memiliki peranan penting dalam kehidupan setiap manusia.   Saatnya  berlomba-lomba mencerdaskan dan mendidik anak-anak kita. &lt;em&gt;Wallahu a’lam.*/&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Imam Nawawi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                                                                                                                  &lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-4389809393088944359?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/18516/18/08/2011/jadilah-figur-teladan-anak-kita.html#.Tk2rnMyBIuU.blogger' title='Hidayatullah.com - Jadilah Figur Teladan Anak Kita'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/4389809393088944359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=4389809393088944359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/4389809393088944359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/4389809393088944359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/hidayatullahcom-jadilah-figur-teladan.html' title='Hidayatullah.com - Jadilah Figur Teladan Anak Kita'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-3489742386071618300</id><published>2011-08-10T09:55:00.000+07:00</published><updated>2011-08-10T09:55:12.142+07:00</updated><title type='text'>Berahlaq Yang Baik Dimanapun!</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Berahlaq Yang Baik Dimanapun!                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal411285781.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/17281/30/05/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/17281/30/05/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Senin, 30 Mei 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px;"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DALAM kehidupan sehari-hari,  dapat dipastikan seorang manusia tidak dapat hidup seorang diri. Ia  pasti butuh pertolongan dan bantuan orang lain. Dari rasa saling  membutuhkan inilah timbul jalinan persaudaraan atau ukhuwah, pertemanan,  dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan masalah ini, sifatnya ada yang langgeng dan  tidak. Sebuah persaudaraan bisa langgeng jika didasari oleh keinginan  untuk mencari ridha Allah. Sebaliknya, ia tidak akan bisa langgeng jika  dasarnya bukan karena mencari ridha Allah.&lt;br /&gt;Banyak orang yang berteman akrab hanya sewaktu ada kepentingannya  saja. Namun ketika sudah tidak ada keuntungan yang bisa didapatnya,  kenal pun tidak mau.&lt;br /&gt;Misalkan seseorang senang ketika orang lain memberi sesuatu  kepadanya, akan tetapi ketika sudah tidak diberi, kemudian berubah  menjadi benci. Ada juga seseorang yang hanya hormat kepada orang kaya  saja. Adapun kepada orang miskin, memandang pun tidak mau.&lt;br /&gt;Hal-hal seperti itu semestinya tidak terjadi pada diri seorang  Muslim. Sebab Islam telah memberi tuntunan yang jelas tata cara bergaul  dan berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Hal yang paling penting  yang diajarkan oleh Islam yaitu hendaknya setiap Muslim dalam melakukan  pergaulan didasari oleh niat mencari ridha Allah.&lt;br /&gt;Ketika seorang muslim tersenyum kepada saudaranya, maka itu  semata-mata mencari ridha Allah, karena senyum merupakan perbuatan baik.  Demikian juga ketika seorang Muslim membantu,&amp;nbsp; maka hendaknya diniatkan  semata-mata untuk mencari ridha Allah.&lt;br /&gt;Al-Imam Ibn Qayyim menjelaskan dalam kitab &lt;em&gt;Zaadul Ma'ad &lt;/em&gt;juz  ke-4 hal 249 : "Di antara kecintaan terhadap sesama Muslim ada yang  disebut mahabbatun linaili gharadlin minal mahbud, yaitu suatu kecintaan  untuk mencapai tujuan dari yang dicintainya. Bisa jadi tujuan yang  ingin ia dapatkan dari kedudukan orang tersebut, atau hartanya, atau  ingin mendapatkan manfaat berupa ilmu dan bimbingan orang tersebut.  Atau&amp;nbsp; untuk tujuan tertentu; maka yang demikian itu disebut kecintaan  karena tendensi. Atau karena ada tujuan yang ingin dicapai, kemudian  kecintaan ini akan lenyap pula seiring dengan lenyapnya tujuan tadi.  Karena itu sesungguhnya, siapa saja yang mencintaimu dikarenakan adanya  suatu kepentingan, ia akan berpaling darimu jika telah tercapai  keinginannya".&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan dalam&amp;nbsp; Majmu'Fatawa juz&amp;nbsp; 10,  beliau berkata: "Jiwa manusia itu telah diberi naluri untuk&amp;nbsp; mencintai  orang yang berbuat baik kepadanya, namun pada hakekatnya sesungguhnya&amp;nbsp;  hal itu sebagai kecintaan kepada kebaikan, bukan kepada orang yang  telah&amp;nbsp; berbuat baik.Apabila orang yang berbuat baik itu memutuskan  kebaikannya atau perbuatan baiknya, maka kecintaannya akan melemah,  bahkan bisa berbalik menjadi kebencian.&lt;br /&gt;Maka kecintaan demikian bukan karena Allah. Barangsiapa yang  mencintai orang lain dikarenakan dia itu memberi sesuatu kepadanya, maka  dia semata-mata cinta kepada pemberian. Dan barang&amp;nbsp; siapa yang  mengatakan: "saya cinta kepadanya karena Allah", maka dia&amp;nbsp; pendusta.  Begitu pula, barang siapa yang menolongnya, maka dia semata-mata  mencintai pertolongan, bukan cinta kepada yang menolong. Yang demikian  itu, semuanya termasuk mengikuti hawa nafsu.&lt;br /&gt;Karena pada hakekatnya dia mencintai&amp;nbsp; orang lain untuk mendapatkan  manfaat darinya, atau agar terhindar dari bahaya. Demikianlah pada  umumnya manusia saling mencintai pada sesamanya, dan&amp;nbsp; yang demikian itu  tidak akan diberi pahala di akhirat, dan tidak akan&amp;nbsp; memberi manfaat  bagi mereka. Bahkan bisa jadi hal demikian itu mengakibatkan&amp;nbsp; terjerumus  pada nifaq dan sifat kemunafikan."&lt;br /&gt;Ucapan Ibn Taimiyah ini sesuai dengan firman Allah dalam surat&amp;nbsp;  Az-Zukhruf 67, yang artinya: "Teman-teman akrab pada hari itu  sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali  orang-orang bertakwa."&lt;br /&gt;Dari keterangan ini jelaslah bahwa hanya orang-orang bertakwa yang  persahabatannya&amp;nbsp; akan langgeng sampai di alam&amp;nbsp; akhirat, karena didasari  lillah dan fillah. Yaitu cinta karena Allah.&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang-orang yang tidak bertakwa, di akhirat nanti akan menjadi musuh satu sama lain.&lt;br /&gt;Persahabatan mereka hanya berdasarkan kepentingan dunia. Dasar  persahabatan mereka bukan karena dien, tetapi karena kepentingan&amp;nbsp;  duniawi. Yaitu berupa ambisi untuk mendapatkan kekuasaan, harta dan  sebagainya dengan tidak memperdulikan apakah cara yang mereka lakukan  diridhoi&amp;nbsp; Allah, sesuai dengan aturan-aturan Islam atau tidak.&lt;br /&gt;Sedang orang yang bertakwa dalam pergaulannya tentu didasari  aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah  sebagai uswah bagi kaum Muslimin telah telah memberikan tuntunan  bagaimana adab-adab bergaul. Perkara tersebut merupakan bagian dari  akhlakul karimah (akhlak yang mulia). Akhlak yang mulia itu sendiri  merupakan bagian dari dienul Islam.&lt;br /&gt;Berusaha Mengamalkan&lt;br /&gt;Di antara bentuk adab bergaul yang dicontohkan Rasulullah, yaitu  mengucapkan salam terlebih dulu, bertutur kata yang baik, menanyakan  kabar, menengok orang sakit, memberi hadiah dan sebagainya.&amp;nbsp; Dengan  melaksanakan adab-adab tersebut, kita akan memperoleh manfaat, yaitu  berupa ukhuwah yang kuat di antara umat Islam. Ukhuwah yang kokoh yang  dilandasi iman dan keikhlasan kepada Allah. Allah telah berfirman yang  artinya:&lt;br /&gt;وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ  وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ  بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ  عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ  يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan berpegang teguhlah kalian denga tali (agama ) Allah  bersama-sama , dan janganlah kalian bercerai-berai. Dan ingatlah nikmat  Allah yang telah Allah berikan kepada kalian, ketika kalian dahulu  bermusuh-musuhan, lalu Allah lunakkan hati-hati kalian sehingga dengan&amp;nbsp;  nikmat-Nya, kalian menjadi bersaudara, padahal tadinya kalian berada di&amp;nbsp;  tepi&amp;nbsp; jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian daripadanya.  Demikianlah Allah menjelaskan kepada kalian ayat-ayatnya, agar kalian  mendapat&amp;nbsp; petunjuk."&amp;nbsp; &lt;/em&gt;[Al-Imran : 103]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu,  adab-adab bergaul ini sangat perlu&amp;nbsp; dipelajari untuk&amp;nbsp; kita amalkan. Di  antaranya kita harus mengetahui, bagaimana adab terhadap orangtua, adab  terhadap saudara, adab terhadap istri, adab seorang istri&amp;nbsp; terhadap  suaminya, adab terhadap teman sekerja atau terhadap atasan dan bawahan.&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan adab-adab tersebut insya-Allah kita akan dicintai  Allah Yang Maha Pengasih. Karena di antara tanda-tanda seseorang  dicintai Allah, yaitu jika dirinya dicintai olah orang-orang shalih,  diterima oleh hati mereka. Rasulullah Saw bersabda, &lt;em&gt;"Sesungguhnya  Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril, "Sesungguhnya  Aku mencintai si fulan, maka cintailah ia." Lalu&amp;nbsp; Jibril mencintainya  dan menyeru kepada penduduk langit, "Sesungguhnya Allah mencintai si  fulan, maka cintailah ia. "Maka (penduduk langit) mencintainya, kemudian  menjadi orang yang diterima di muka bumi." &lt;/em&gt;[Hadits Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Di antara sifat-sifat muslim yang dicintai oleh orang-orang shalih di  muka bumi ini, di antaranya ia mencintai mereka karena Allah, berahlak  kepada manusia dengan ahlak yang baik, memberi manfaat, melakukan  hal-hal yang disukai manusia dan menghindari dari sikap-sikap yang tidak  disukai manusia. Dalam al Qur'an Allah berfirman yang artinya: "Allah  mencintai orang-orang yang berbuat baik". [Ali-Imran: 134]&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda yang artinya, "&lt;em&gt;Bertakwalah engkau  dimanapun engkau berada, Sertailah keburukan itu dengan kebaikan,  niscaya kebaikan itu akan menghapus keburukan. Dan berakhlaklah kepada  manusia dengan ahlak yang baik."&lt;/em&gt; [HR.Tirmidzi, ia berkata :Hadits hasan].* BU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-3489742386071618300?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/17281/30/05/2011/berahlaq-yang-baik-dimanapun!.html' title='Berahlaq Yang Baik Dimanapun!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/3489742386071618300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=3489742386071618300&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3489742386071618300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3489742386071618300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/berahlaq-yang-baik-dimanapun.html' title='Berahlaq Yang Baik Dimanapun!'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2200559237732165310</id><published>2011-08-10T09:51:00.000+07:00</published><updated>2011-08-10T09:51:30.014+07:00</updated><title type='text'>Perlunya Mewaspadai Dosa Dosa Pengguncang Hati</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Perlunya Mewaspadai Dosa Dosa Pengguncang Hati                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal465813464.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/17043/17/05/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/17043/17/05/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Selasa, 17 Mei 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px;"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HAMPIR &lt;/strong&gt;sebagian  besar dari kita, mengenal dosa dan maksiat hanyalah hasil perbuatan&amp;nbsp;  anggota tubuh. Perbuatan panca indra. Maksiat tangan dan kaki, mata dan  telinga, lidah dan hidung, dan sebagainya. Pada intinya tidak jauh-jauh  dengan syahwat perut dan kemaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berfikir bahwa  ada dosa dan maksiat yang sumbernya dari hati atau ‘qalb’. Yang tak  nampak oleh mata, tak terdengar di telinga, tak tersentuh dengan tangan,  tak tercium melalui hidung dan tak terasa di lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksiat Anggota Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata  bermaksiat melihat aurat. Telinga bermaksiat mendengar keburukan lisan,  yang menurut Imam Ghazali mempunyai hampir 20 varian. Dusta,  menggunjing, menggosip, mengejek, sumpah janji palsu, bicara yang tidak  perlu, menfitnah, bersaksi palsu, meratap, memaki, melecehkan, dan  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan bermaksiat dengan menindas, memukul tanpa hak,  membunuh, bekerja sama dengan musuh Allah, menulis yang tidak seharusnya  ditulis. Kaki bermaksiat dengan berjalan ke tempat yang diharamkan,  menziarahi orang zalim, safar dalam kezaliman. Kemaluan bermaksiat  dengan berzina, melakukan amalan kaum Luth, mendatangi perempuan dari  tempat yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut bermaksiat dengan minum &lt;em&gt;khamr &lt;/em&gt;(alkohol),  memakan hasil riba, hasil judi, menjual sesuatu yang diharamkan,  menyembunyikan barang di pasaran dengan harapan harga menjadi naik,  menerima suap, dan lain sebagainya dari memakan harta orang lain dengan  batil dan zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksiat Yang Membinasakan&lt;br /&gt;Sekali lagi  dosa-dosa diatas masih masuk kategori dosa yang nampak dari hasil  perbuatan anggota tubuh. Padahal, setiap muslim diperintahkan untuk  menjauhi dosa yang nampak ataupun tidak. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;وذروا ظاهر الإثم وباطنه إن الذين يكسبون الإثم سيجزون بما كانوا يقترفون&lt;br /&gt;Artinya: "&lt;em&gt;Dan  tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang  yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat),  disebabkan apa yang mereka telah kerjakan." &lt;/em&gt;(Al-An’Am ayat 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya,  maksiat batin itu lebih dahsyat bahayanya dari maksiat zahir  sebagaimana ketaatan hati itu lebih penting daripada ketaatan anggota  badan. Bukankah, amalan anggota tubuh tidak akan diterima tanpa amalan  hati yaitu niat yang ikhlas?&lt;br /&gt;Maksiat hati itu; sombong, takabur,  bangga diri, riya, cinta dunia, cinta harta, hasud, dengki, amarah, dan  lain sebagainya yang dinamakan Imam Ghazali dengan “penghancur” sesuai  dengan bunyi hadis:&lt;br /&gt;ثلاث مهلكات: شح مطاع، وهوى متبع، وإعجاب المرء بنفسه&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Tiga muhlikat (penghancur) adalah: sifat kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan takjub terhadap diri sendiri."&lt;/em&gt;Dosa Hati Lebih Berbahaya&lt;br /&gt;Dosa hati lebih berbahaya dibandingkan yang lainnya, karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama, &lt;/em&gt;ia  langsung berkaitan dengan hati. Qalbu adalah hakekat manusia itu  sendiri. Manusia bukanlah sekedar makhluk terbungkus jasmani yang  terbuat dari tanah. Hanya makan dan minum tetapi ia menyimpan satu  mutiara yaitu ruh, yaitu kalbu, yaitu hati. Berkaitan dengan ini,  Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;ألا إن في الجسد مضغة، إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله؛ ألا وهي القلب&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ketahuilah,  bahwa di dalam jasad ada segumpal darah. Jika ia baik, maka akan baik  seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka akan rusak seluruh tubuh.  Ketahuilah, ia adalah hati."&lt;/em&gt;إن الله لا ينظر إلى أجسامكم وصوركم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad dan bentuk kalian, tetapi Ia melihat pada hati dan amal perbuatan kalian."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bahkan  satu-satunya&amp;nbsp; jalan untuk sukses di kehidupan akhirat, adalah  selamatnya hati dari penyakit yang membinasakannya. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;ولا تخزني يوم يبعثون يوم لا ينفع مال ولا بنون&amp;nbsp; إلا من أتى الله بقلب سليم&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;dan  janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di  hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang  yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." &lt;/em&gt;(Asy-Syu’ara ayat 87-89)&lt;br /&gt;Selamatnya  hati yakni selamat dari kemusyrikan yang nampak ataupun yang  tersembunyi. Selamat dari kemunafikan besar maupun kecil. Selamat dari  rasa sombong, hasud, iri dengki dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim berkata: “selamat dari lima perkara: dari syirik yang  bertentangan tauhid, dari bid’ah yang melawan sunnah, dari syahwat yang  melawan perintah, dari kelalaian yang melupakan zikir, dan dari hawa  nafsu yang menghancurkan keikhlasan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;maksiat hati lebih bahaya karena ia langsung mengarahkan anggota tubuh yang lain untuk melakukannya.&lt;br /&gt;Kufur misalnya, kadang kala didorong oleh rasa hasud didalam hati. Seperti yang terjadi pada kaum yahudi. Firman Allah:&lt;br /&gt;ود كثير من أهل الكتاب لو يردونكم من بعد إيمانكم كفارا حسدا من عند أنفسهم من بعد ما تبين لهم الحق&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sebahagian  besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu  kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari  diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran."&lt;/em&gt; (QS. Baqarah ayat: 109)&lt;br /&gt;Ia juga mendorong kepada kesombongan seperti yang terjadi pada diri Fir’aun dan pendukungnya:&lt;br /&gt;وجحدوا بها واستيقنتها أنفسهم ظلما وعلوا فانظر كيف كان عاقبة المفسدين&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Dan  mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal  hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa  kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan&lt;/em&gt;." (QS. An-Naml: ayat 14)&lt;br /&gt;Demikian  pula hasud dan iri dengki dalam hati bahkan bisa membuat pelakunya tega  menghabisi nyawa orang lain seperti yang terjadi pada kisah Habil dan  Qabil:&lt;br /&gt;إذ قربا قربانا فتقبل من أحدهما ولم يتقبل من الآخر قال لأقتلنك قال إنما يتقبل الله من المتقين&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ketika  keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari  mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia  berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!." Berkata Habil: "Sesungguhnya  Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa." &lt;/em&gt;(QS. Al-Maidah: ayat 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga, &lt;/em&gt;pada  kebiasaanya, dosa dan maksiat yang zahir sebabnya adalah lemahnya iman  dan sifat alpa sehingga pelakunya mudah untuk segera melakukan taubat.  Berbeda dengan dosa akibat hati yang rusak.&lt;br /&gt;Dosa yang dilakukan  Adam as dan Hawa karena lalai dan termakan tipuan Iblis yang merayu  untuk memakan buah khuldi yang dilarang. Oleh itu, mereka berdua segera  menyadari kesalahan dan cepat-cepat meminta ampun pada Allah swt.&lt;br /&gt;قالا ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين&lt;br /&gt;"Keduanya  berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan  jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,  niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS: Al-A’raf  ayat 23)&lt;br /&gt;Akibatnya, Allah swt dengan mudah memaafkan dan menerima taubat mereka:&lt;br /&gt;فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه إنه هو التواب الرحيم&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Keduanya  berkata: Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka  Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi  Maha Penyayang."&lt;/em&gt; (QS. Al-Baqarah ayat 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berbeda dengan Iblis. Dosa yang dilakukannya adalah dosa hati, yaitu abai pada perintah Allah dan menyombongkan dirinya.&lt;br /&gt;قال يا إبليس ما منعك أن تسجد لما خلقت بيدي أستكبرت أم كنت من العالين قال أنا خير منه خلقتني من نار وخلقته من طين&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Allah  berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang  telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri  ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?." &lt;/em&gt;(QS. Shad ayat 75-76)&lt;br /&gt;Oleh itu, balasan bagi Iblis adalah:&lt;br /&gt;قال فاخرج منها فإنك رجيم وإن عليك اللعنة إلى يوم الدين&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Allah  berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah  orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari  pembalasan."&lt;/em&gt; (QS. Shad ayat 77-78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat, &lt;/em&gt;ganjaran bagi pelaku maksiat hati lebih dahsyat daripada pelaku maksiat anggota tubuh.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun seberat biji zarrah."&lt;/em&gt;Demikian pula Nabi SAW mengatakan “jangan marah” sebanyak tiga kali kepada sahabat yang meminta wasiat kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Salahuddin El Ayyubi. &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Bekerja di IPB (Institut Pertanian Bogor), dulu sekolah di Universiti Kebangsaan Malaysia&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2200559237732165310?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/17043/17/05/2011/-perlunya-mewaspadai-dosa-dosa-pengguncang-hati.htm' title='Perlunya Mewaspadai Dosa Dosa Pengguncang Hati'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2200559237732165310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2200559237732165310&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2200559237732165310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2200559237732165310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/perlunya-mewaspadai-dosa-dosa.html' title='Perlunya Mewaspadai Dosa Dosa Pengguncang Hati'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-8152338716909480196</id><published>2011-08-10T09:45:00.002+07:00</published><updated>2011-08-10T09:45:44.369+07:00</updated><title type='text'>Jangan Pandang Sebelah Mata “Kekasih” Nabi</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Jangan Pandang Sebelah Mata “Kekasih” Nabi                     &lt;/span&gt;                                                    &lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal867870754.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/17497/14/06/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/17497/14/06/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Selasa, 14 Juni 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px;"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SUATU hari Rasulullah Shallahu  alaihi wa sallam kedatangan seorang utusan kaum fuqara. Kepada baginda  Nabi SAW dia berkata.” Ya Rasulullah, kami atas nama wakil para fuqara  menghadapmu,” Jawab Nabi,” Selamat datang bagimu dan mereka, engkau  datang mewakili orang-orang yang disenangi Allah.” Selanjutnya utusan  itu bertanya,” Wahai Rasul pendapat di kalangan kami mengatakan, bahwa  orang-orang kaya mampu melakukan segala amal baik: Ibadah hari dapat,  sedangkan kami tidak; sedekah oke sedangkan kami untuk makan saja  pas-pasan…&lt;br /&gt;Rasulpun  menjawab,” Sampaikanlah kepada mereka, bahwa jika mereka  bersabar atas kefakiran maka akan memperoleh 3 pahala yang tidak  diperoleh orang-orang kaya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;; kamar merah  di surga, para penghuni surga melihatnya seperti masyarakat dunia  melihat bintang di langit. Siapapun tidak boleh masuk ke dalamnya,  kecuali  &lt;em&gt;Nabi, fakir, syuhada fakir&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;mukmin fakir&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, para &lt;em&gt;fuqara-masakin &lt;/em&gt;lebih dulu masuk  surga 500 tahun (waktu dunia) sebelum orang-orang kaya. Mereka bebas  bergembira dan bersenan-senang di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, bacaan &lt;em&gt;tasbih, tahmid, takbir &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;tahlil &lt;/em&gt;para &lt;em&gt;fuqara-masakin &lt;/em&gt;jauh  lebih unggul dibandingkan dengan bacaan orang-orang kaya, sekalipun  mereka  tambah dengan 1000 dirham. Demikian pula amal kebaikan lainnya.  Kemudian wakil dari &lt;em&gt;fuqara &lt;/em&gt;itu pulang dan menyambaikan kabar gembira dari Nabi SAW tersebut kepada rekan-rekan mereka.&lt;br /&gt;Jawab mereka,” Kami rela ya Tuhan,  dan kami sangat lega hati. “   &lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "&lt;em&gt;Setiap  orang memiliki hobi, sedang hobiku fakir dan jihad, barangsiapa senang  keduanya berarti senang kepadaku, dan yang membencinya berarti pula  membenciku&lt;/em&gt;.” (Riwayat Anas bin Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu  kesempatan, tokoh dari Bani Fazarah, Uyainah Hishin, bertamu ke rumah  Rasul. Secara kebetulan saat itu di sana ada tiga orang shahabt Nabi  yakni: Salman Al Farisi, Shuhaib Sinan Ar Rummy dan Bilan Bin Rabbah.  Ketiga orang tersebut mengenakan pakaian—yang  menurut Fazarah buruk dan  bau.&lt;br /&gt;Uyainah berkata, ”Kami  adalah bangsawan yang punya harga diri, lalu  kami masuk. Mereka hendaknya dikeluarkan, karena bau mereka mengganggu  kami.”&lt;br /&gt;Lalu Allah menurunkan firman-Nya.&lt;br /&gt;وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ  وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ  زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ  عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً&lt;br /&gt;”&lt;em&gt;Bersabarlah kamu bergaul dengan orang-orang yang selalu berdoa kepada Tuhan pagi-sore semata-mata hanya mengharap kerihdaan-Nya&lt;/em&gt;.” (Al-Kahfi: 28).&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut Allah melarang orang berlaku seenaknya terhadap  orang-orang yang sholeh walau kurang harta. Janganlah pandanganmu  berpaling dari mereka, hanya karena menginginkan kemewahan dunia atau  lantaran merasa diri kaya dan mampu. Bahkan setiap Muslim—sebagaimana  hadits di atas—wajib menyenangi dan berbuat baik kepada fuqoro masakin,  karena Allah dan Rasulnya telah menempatkan mereka pada tempat yang  mulia.&lt;br /&gt;Pada hari kiamat, seseorang dipanggil dan Allah berkata ramah/lunak  kepadanya, seperti orang  minta maaf, lalu firman-Nya,” Demi kemenangan  dan keagungaan-Ku, harta dunia Ku-jauhkan darimu, bukan karena aku  memandang hina kepadamu.&lt;br /&gt;Tetapi hanya karena telah aku sediakan kemuliaan dan karunia bagimu.  Keluarlah ke baarisan itu, cari orang yang pernah membantumu secara  tulus ikhlas. Ajaklah mereka bersamamu, lalu ia mencarinya hingga ketemu  orang-orang yang pernah membantunya dulu, dan mereka diajak  bersama-sama masuk surga,” (Riwayat Hasan RA)&lt;br /&gt;Masih dalam riwayat yang sama Rasulullah bersabda&lt;em&gt;,”Bergaullah  dengan fakir miskin sebanyak-banyaknya, bersikap sopanlah terhadap  mereka, karena mereka akan diberi kekuasaan kelak&lt;/em&gt;.” Seseorang bertanya, &lt;em&gt;”Kekuasaan apa yang dimaksud,&lt;/em&gt;” Jawab Nabi, ”&lt;em&gt;Kelak  di hari kiamat diserukan kepada mereka: Perhatikan orang yang dahulu  memberi makan dan minum kepadamu sekalipun hanya seteguk air, serta yang  memberi pakaian sekalipun hanya sehelai kain, lalu ajaklah dan  gandenglah tangan mereka menuju surga&lt;/em&gt;.” (Riwayat Hasan RA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Kemuliaan Fuqoro-Masakin&lt;br /&gt;1.	Pahala shalat, sedekah dan lain-lain melebihi orang kaya&lt;br /&gt;2.	 Pahala dari keinginan yang tidak dipenuhi. Seorang bertanya kepada  Nabi.” Jika kami menginginkan sesuatu, lalu tidak terpenuhi,  berpahalakah kami?” Jawab Nabi,” Dengan amalah manal lagi kamu beroleh  pahala jika tidak dengan demikian?” (Riwayat Hasan RA)&lt;br /&gt;3.	Masuk surga lebih dahulu&lt;br /&gt;4.	Ringan hizabnya&lt;br /&gt;5.	Tidak menyesal, sebab para orang kaya kelak ingin seperti orang miskin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meurut Al Faqih Abu Laits Samarqandi, ada beberapa fungsi fakir miskin yaitu:&lt;br /&gt;1.	Berfungsi sebagai dokter bagi orang kaya, karena jika sakit ia diperintahkan sedekan kepada fakir miskin.&lt;br /&gt;2. 	Berfungsi sebagai pembersih, karena dengan sedekah dosa-dosa orang kaya  lenyat, atau sebagai pembersih hartanya dengan memberikan zakat. &lt;br /&gt;3. 	Sebagai pesuruh, karena ketika orang kaya akan bersedekah untuk bakti  kepda orang tuanya yang sudah wafat, mereka mengundang orang fakir  miskin dan memberikan sedekah kepada mereka.&lt;br /&gt;4.	Penjaga harta kekayaan, sebab harta yang dikeluarkan zakatnya(sedekahnya) akan dipelihara dari aneka bala(bencana).&lt;br /&gt;Ibnu Abbas RA berkata,” Terkutuk orang yang memuliakan seseorang karena hartanya, dan menghina orang karena kemiskinannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu  saat iblis datang dalam ujud orangtua menemui  Nabi Sulaiman Alaihis  Salam. Kemudian beliau (Nabi Ssulaiman) bertanya, “Apa yang kau lakukan  terhadap ummat Nabi Isa AS? Jawab iblis, ”Kuajak mereka menyembah dua  tuhan selain Allah, lalu kepada ummat Muhammad, kubujuk mereka dengan  emas dan perak, hingga kecintaan mereka terhadap keduanya melebihi  “Lailaha illallah”. Kata Nabi Sulaiman, ”Aku berlindung kepada Allah  dari godaanmu.” ( Riwayat Abddul Mun’im, Idris dari ayahnya, Wahb  Manbah).&lt;br /&gt;Fakir miskin wajib mengerti karunia Allah yang diberikan kepadanya,  bahwa Allah menjauhkan harta, karena dimuliakan-Nya kelak di sisi-Nya.  Karenanya janganlah mengeluh. Bersabarlah menghadapi kesulitan dunia,  hal itu niscaya lebih baik daripada dunia.*/&lt;em&gt;atw&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-8152338716909480196?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/17497/14/06/2011/jangan-pandang-sebelah-mata-“kekasih”-nabi-.html' title='Jangan Pandang Sebelah Mata “Kekasih” Nabi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/8152338716909480196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=8152338716909480196&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8152338716909480196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8152338716909480196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/jangan-pandang-sebelah-mata-kekasih.html' title='Jangan Pandang Sebelah Mata “Kekasih” Nabi'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-3163665938913402123</id><published>2011-08-10T09:41:00.002+07:00</published><updated>2011-08-10T09:41:53.238+07:00</updated><title type='text'>Mulailah Ukhuwah dengan Silaturahmi Keluarga</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Mulailah Ukhuwah dengan Silaturahmi Keluarga                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal23828744.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/17838/04/07/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/17838/04/07/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Senin, 04 Juli 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px;"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MASALAH &lt;/strong&gt;harta,  warisan bahkan perbedaan keyakinan (madzhab, atau organisasi) kerap  menjadi pemicu perseteruan antar anggota keluarga. Sehingga, akibat  perbedaan ini, seorang orang tua dengan anak, kakak dan adik atau antar  anggota keluarga menjadi terpisah, tidak sapa, seperti tidak saling  kenal. Fenomena sosial ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi kita  semua. Sebab silaturahmi berkorelasi dengan keimanan seseorang dan juga  masa depan keislaman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusi keluarga adalah salah satu  bagian dari komponen masyarakat. Keutuhan sebuah keluarga, merupakan  kontribusi besar bagi terwujudnya umat Islam yang kokoh, dan bersatu  padu (ukhuwah Islamiyah). Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam telah  mewanti-wanti persoalan ini melalui ayat al-Qur'an dan as-Sunnah. Beliau  memberi kabar akan bahaya memutus keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman Allah  Subhanahu wa ta'ala terhadap pemutus keluarga sangat serius. Dalam surat  Muhammad ayat 22-23, Allah Subhanahu wa ta'ala memvonisnya sebagai  orang yang terkutuk, dengan telinga ditulikan dan penglihatannya  dibutakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, nasihat-nasihat baik tidak akan bisa masuk  telinga dan merasuk hatinya. Ia juga kesulitan melihat kebenaran  (al-haq) walaupun kebenaran itu nyata di depan mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat  lain Allah Subhanahu wa ta'ala juga memberi predikat sebagai orang fasik  dan merugi (QS. al-Baqarah 26-27), terkutuk dan penghuni neraka  jahannam (QS. al-Ra'd 25). Ancaman al-Qur'an ini kemudian dita'kid  (dikuatkan) oleh hadis Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam: "&lt;em&gt;Tidak masuk surga orang yang memutus keluarga." &lt;/em&gt;(HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegasan dari hadis Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam ini  menunjukkan bahwa ancaman Allah terhadap pemutus tali silaturahmi  benar-benar serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sesungguhnya silaturahmi  bertalian dengan keimanan seseorang. Silaturahmi adalah salah satu  identitas seorang mu'min. Seorang mu'min mempunyai tabiat selalu menjaga  keakraban dengan keluarga dan bila keluarga itu terputus, ia segera  menyambung dan mengadakan islah. Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam  bersabda: "&lt;em&gt;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menyambung keluarga (silaturahmi&lt;/em&gt;)." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  sebab itu, hukuman orang yang memutus kerabat sungguh berat. Hukuman  itu tidak hanya di akhirat tapi juga ditimpakan sejak di dunia.  Sebab,  memutus tali kekerabatan termasuk dari salah satu dosa besar. Bahkan  dosa itu berimplikasi kepada orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;em&gt;"Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga.&lt;/em&gt;"(HR. Bukhari) . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis  ini menunjukkan bahwa dosa memutus kerabat juga berakses negatif  (dicabutnya Rahmat Allah) terhadap orang-orang yang hidup di sekitarnya.&lt;br /&gt;Saudara  yang berpisah dan berseteru bisasanya disebabkan pada masalah perebutan  harta, warisan, kecemburuan, dan soal pribadi. Konflik dalam  masalah-masalah tersebut sudah biasa terjadi dan sering terdengar  telinga kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau soal harta, kita sering mendengarnya. Tapi  sebenarnya ada faktor lain yang mungkin akhir-akhir ini menjadi fenomena  baru. Persoalan perbedaan madzhab fikih atau ormas Islam, dan partai  kadang menjadi pemicu terjadinya konflik antar keluarga atau antar  anggota masyarakat – pada beberapa kasus, soal ini sulit didamaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang  yang sudah mendalami madzhab baru biasanya berusaha kuat menyebarkannya  kepada orang terdekat atau saudaranya. Sedang, anggota keluarga lain  yang memegang tradisi pendahulunya tidak akan rela melepaskan begitu  saja. Ajaran dan doktrin keagamaan harus diturunkan kepada anak cucu.  Maka, bila tidak saling memahami, konflik saudara akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  perbedaan-perbedaan ini terjadilah salah komunikasi dengan anggota  keluarga. Bahkan ada seorang mahasiswa yang aktif dalam gerakan baru di  kampusnya rela putus hubungan dengan keluarganya demi berjuang  menyebarkan madzhab barunya. Di rumah, ia tidak betah karena keluarganya  menolak diajak masuk madzhab baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pandangan itu  bermacam-macam kadarnya. Besar-kecilnya konflik juga bergantung dengan  kadar perbedaan tersebut. Saat terjadi perbedaan hari Raya misalnya yang  terjadi beberapa kali, orang sempat bersitegang dengan saudara yang  berhari Raya tidak sama. Tetapi ketegangan itu bersifat sementara – bila  masing-masing mengerti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah perpecahan keluarga pernah di  alami oleh Nabi Nuh alaihissalam dengan anaknya Qan'aan. Tatkala Nabi  Nuh alaihissalam dan ketiga putranya Sam, Ham, Jafits beserta  pengikutnya yang beriman sudah berada di dalam kapal, karena ada banjir  bandang – Qan'aan yang kafir menolak ajakan Nabi Nuh alaihissalam  menaiki kapal. "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat  memeliharaku dari air bah" tolak Qan'aan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat menolak ajakan  ayahnya itu, ia ditenggelamkan oleh Allah dihempas air bah beserta kaum  Nabi Nuh alaihissalam yang kafir. Nabi Nuh alaihissalam sedih atas  musibah ini, seraya berseru "Ya Allah ia adalah anakku". Tapi apa  jawaban Allah? "Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk  keluargamu, sesungguhnya perbuatannya adalah perbuatan yang tidak baik."  (QS. Hud: 45).&lt;br /&gt;Mendapat jawaban dari Allah Subhanahu wa ta'ala, Nabi Nuh paham bahwa  anaknya telah memutus tali kerabat sekaligus memutus keimanan, ia bukan  lagi anaknya. Oleh sebab itu dia harus merelakannya diazab oleh Allah  Subhanahu wa ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qan'aan, dalam kisah tersebut walaupun  mempunyai hubungan darah, tapi ia menganggap sudah tidak ada hubungan  lagi dengan ayahnya. Padahal Nabi Nuh sangat menantikan ia kembali  kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan berkumpul kembali bersama  saudara-saudaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berusaha menyambung tali silaturahmi,  dengan mengajak kembali kepada Allah. Tapi karena karena ia tetap  memegang prinsip kekafirannya, Allah Subhanahu wa ta'ala memisahkannya  dengan Nabi Nuh alahihissalam.&lt;br /&gt;Dari kisah tersebut, kita semakin yakin dengan apa yang telah  disabdakan Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam.. Orang yang menyambung  silaturahmi akan selalu dinaungi rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala ,  sebaliknya orang yang memutus hubungan silaturahmi akan dihimpit laknat  Allah Subhanahu wa ta'ala. Qan'an dalam kisah tersebut menolak ajakan  Nabi Nuh untuk merajut tali silaturahmi. Akibatnya, Allah Subhanahu wa  ta'ala menimpakan adzab kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi persatuan Islam itu  mesti dimulai dari silaturahmi keluarga. Caranya, tidak sekedar saling  menziarahi, tapi yang lebih penting saling menasihati dan mendakwahi.  Keluarga itu komponen masyarakat Islam. Jika kita mampu membentuk  keluarga yang islami, rukun dan damai, maka masyarakat yang akan  tercipta pun adalah masyarakat beriman bersatu padu di bawah naungan  Islam yang dirahmati oleh Allah. */ &lt;strong&gt;Kholili Hasib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-3163665938913402123?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/17838/04/07/2011/mulailah-ukhuwah-dengan-silaturahmi-keluarga.html' title='Mulailah Ukhuwah dengan Silaturahmi Keluarga'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/3163665938913402123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=3163665938913402123&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3163665938913402123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3163665938913402123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/mulailah-ukhuwah-dengan-silaturahmi.html' title='Mulailah Ukhuwah dengan Silaturahmi Keluarga'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-1538362917971296628</id><published>2011-08-10T09:40:00.000+07:00</published><updated>2011-08-10T09:40:19.688+07:00</updated><title type='text'>Jadilan Golongan yang Selamat!</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Jadilan Golongan yang Selamat!                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal738499100.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/18071/19/07/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/18071/19/07/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Selasa, 19 Juli 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px;"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PERNAH suatu ketika Rasulullah  bersabda kepada para sahabat tentang akan terpecahnya ummatnya   sebagaimana berpecahnya ummat-ummat sebelumnya.&lt;br /&gt;Dari perpecahan tersebut hanya satu golongan yang masuk surga. Ini  dijelaskan dalam hadits shahih riwayat Abu Hurairah yang berbunyi, "&lt;em&gt;Yahudi  telah berpecah belah ke dalam 71 atau 72 golongan. Nasrani pun telah  berpecah belah ke dalam 71 atau 72 golongan dan umatku akan berpecah  menjadi 73 golongan&lt;/em&gt;." (HR Abu Dawud di dalam Sunannya, bab As-Sunnah, Bab Syarhussunnah).&lt;br /&gt;Ada juga hadits lain dari Auf bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "&lt;em&gt;Yahudi  telah berpecah menjadi 71 golongan,  satu golongan di surga dan 70  golongan di neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72  golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan demi Allah yang  jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya,  ummatku ini pasti akan berpecah  belah menjadi 73 golongan,  satu golongan di surga dan 72 golongan di  neraka." Lalu beliau ditanya: "Wahai Rasulullah siapakah mereka ?"  Beliau menjawab: "Al Jamaah&lt;/em&gt;." (Sunan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defenisi  sederhana arti ‘Al Jamaah’  adalah jalan hidup yang telah dilalui oleh  Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam dan para sahabatnya dalam hal aqidah  dan amal. Ini artinya, golongan yang selamat adalah mereka yang secara  aqidah dan amalan mengikuti Rasulullah SAW dan para sahabat. Sedang  golongan yang masuk neraka adalah yang menyimpang  dari jalan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  perjalanan peradaban Islam telah muncul bebagai macam aliran dan  golongan dalam Islam. Di antara golongan yang menisbatkan dirinya kepada  Islam ada yang sesat di dalam bab tauhidullah dan asma serta sifat-Nya.  Mereka meyakini bahwa sesungguhnya semua yang ada adalah Allah atau  bahwa Allah menyatu dalam diri makhluk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat seperti ini  banyak diikuti oleh kaum sufi. Dalam tingkatan tertentu mereka mengaku  dirinya menyatu dengan Allah sebagaimana pengakuan Mansur al Hallaj dan   Syeikh Siti Jenar.  Al-Halaj menggemparkan Baghdad dengan dengan ucapan  esoteriknya: &lt;em&gt;“Ana al-Haqq&lt;/em&gt;” (Akulah kebenaran). Sementara  Syeikh Siti Jenar menggemparkan Pulau Jawa dengan paham `Manunggaling  kawula gusti'. Karena paham tersebut, keduanya dihukum mati oleh para  ulama di jamannya. Alasannya, keduanya telah menganut paham hulul, yaitu  kepercayaan Persia Kuno yang meyakini bahwa Tuhan dapat menjelma dalam  tubuh manusia. Paham ini dikenal pula dengan teologi phantaisme. Ini  sama dengan ajaran Paulus yang merusak ajaran tauhid Nabi Isa dengan  ajaran Trinitas-nya. Dalam ajaran Trinitas disebutkan bahwa Tuhan telah  menjelma dalam diri Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham seperti ini jelas ditolak oleh  Islam karena tidak sesuai dengan ajaran para Nabi. Rasulullah sendiri  yang lebih “sufi” tidak pernah mengucapkan kata seperti itu. Bahkan  dengan tegas mengatakan bahwa beliau adalah manusia seperti kita, namun  mendapat wahyu. “&lt;em&gt;Sesungguhnya aku adalah manusia seperti kamu yang diberi wahyu.&lt;/em&gt;” (Al Kahfi 110). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi  ajaran Al-Halaj dan Syeikh Siti Jenar  menyalahi tuntunan aqidah  Rasulullah. Ajaran Rasulullah yaitu bahwa Allah berada di atas langit,  tegak (istawa) di atas Arsy-Nya dan terpisah dari makhluk-Nya. Karena  itu kita hendaknya hati-hati dengan ajaran-ajaran sufi yang tidak  berlandas pada Al Qur’an dan hadits. Imam Syafi’i berkata: “&lt;em&gt;Orang yang paginya belajar sufi, maka sore harinya menjadi dungu&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  di antara golongan itu ada pula yang sesat dalam bab iman. Mereka  mengeluarkan amal dari iman dan mengatakan bahwa iman tidak bertambah  ataupun berkurang sebagaimana pendapat Khawarij dan Mu’tazilah.  Padahal  yang benar adalah iman itu ucapan dan amalan, bertambah dengan ketaatan  dan berkurang karena kemaksiatan.&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an Allah berfirman yang artinya: “Dan tidaklah Kami  menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi  orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab yakin dan  supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya". (Al-Mudatstsir: 31).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam ayat lain disebutkan: &lt;em&gt;“Dan apabila  diturunkan suatu surat, maka diantara mereka (orang-orang munafik) ada  yang berkata : 'Siapa di antara kamu yang bertambah imannya dengan  (turunnya) surat ini ?' Adapun orang yang beriman, maka surat ini  menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang  yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah  kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka  mati dalam keadaan kafir.&lt;/em&gt;" (At-Taubah : 124-125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, yang berbunyi: "&lt;em&gt;Iman  itu tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih, yang paling  utama adalah ucapan "la ilaha illallahu" dan yang paling rendah adalah  menyingkirkan rintangan (kotoran) dari tengah jalan, sedang rasa malu  itu (juga) salah satu cabang dari iman&lt;/em&gt;." (HR. Muslim, 1/63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan apakah bisa bertambah dan berkurang,  beliau menjawab: “&lt;em&gt;Iman  bertambah sampai puncak langit yang tujuh dan berkurang sampai kerak  bumi yang tujuh.” Beliau juga berkata: “Iman itu ucapan dan amalan,  bertambah dan berkurang. Apabila engkau mengamalkan kebajikan maka ia  bertambah dan apabila engkau menyia-nyiakannya maka ia pun akan  berkurang&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;Ada pula golongan yang sesat dengan mengeluarkan orang yang melakukan  dosa besar dari Islam (dianggap kafir-pent.) dan memvonisnya sebagai  orang yang kekal di dalam neraka. Paham seperti ini diyakini oleh  golongan Khawariz. Padahal yang benar, pelaku dosa besar -selain syirik  dan kufur besar- tidak mengeluarkan mereka dari Islam.&lt;br /&gt;Orang Islam yang berbuat dosa besar dan maksiat dikatakan tidak  sempurna imannya. Ia disebut  fasiq akibat dosa besar yang ia lakukan,  namun ia tidak keluar dari keimanan. Allah Ta’ala berfirman, “&lt;em&gt;Dan  jika ada 2 golongan dari orang- orang mukmin berperang maka damaikanlah  antara keduanya. Sesungguhnya orang -orang mukmin bersaudara, karena itu  damaikanlah antara kedua saudaramu.” &lt;/em&gt;(QS Al Hujurat : 10) Allah  SWT menyebut dua kelompok yang saling berperang sebagai saudara meskipun  kedua kelompok tersebut melakukan dosa besar dan juga kepada kelompok  yang ketiga yaitu kelompok yang mengishlah keduanya.&lt;br /&gt;Di antara mereka ada pula yang sesat dalam hal qadha' dan qadar.  Mereka mengatakan bahwa manusia dipaksa terhadap amal-amalnya. Padahal  yang benar adalah bahwa manusia itu mempunyai kehendak dan keinginan,  oleh karena itu dia akan dihisab dan akan memikul akibat dari  perbuatannya.&lt;br /&gt;Di antara golongan itu ada yang sesat dalam bab al-Quran. Mereka  mengatakan bahwa al-Quran adalah makhluk. Paham ini diyakini oleh kaum  Mu’tajzila. Padahal yang benar Al-Quran itu Kalam Allah yang diturunkan  dan bukan makhluk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka ada pula yang sesat dalam  bab sahabat. Mereka mengkafirkan para sahabat dan mencelanya. Sikap  seperti ini dilakukan oleh kaum Syi’ah. Padahal para sahabat adalah  orang-orang mulia yang disayangi Rasulullah. Mereka hidup ketika wahyu  diturunkan. Merekalah orang yang paling berilmu dan paling taat  beribadah di kalangan ummat ini. Mereka berjihad di jalan Allah dengan  sebenar-benarnya jihad dan Allah menolong dien ini dengan mereka dan  Allah telah ridha kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ciri-ciri golongan yang  menyimpang dari Islam dan mengada-adakan kebid'ahan dalam dienullah  dengan rasa bangga. Mereka telah menelusuri jalan syetan yang menyimpang  dari firman Allah: "Dan sesungguhnya inilah jalanku yang lurus, maka  ikutilah jalan ini dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain lalu  kalian akan berpisah dari jalan-nya. Yang demikian itu Allah telah  mewasiatkan kepadamu agar kalian bertaqwa." (QS: Al An'am 153).&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang selamat!*/&lt;em&gt;aql&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-1538362917971296628?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/18071/19/07/2011/jadilan-golongan-yang-selamat!.html' title='Jadilan Golongan yang Selamat!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/1538362917971296628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=1538362917971296628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/1538362917971296628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/1538362917971296628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/jadilan-golongan-yang-selamat.html' title='Jadilan Golongan yang Selamat!'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-3359270459714172106</id><published>2011-08-10T09:36:00.000+07:00</published><updated>2011-08-10T09:36:16.221+07:00</updated><title type='text'>Takkan Lari Rezeki Dikejar</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Takkan Lari Rezeki Dikejar                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal119969073.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/18384/09/08/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td height="2" valign="top"&gt;&lt;img height="1" src="http://www.hidayatullah.com/read/18384/09/08/2011/images/spacer.gif" width="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Selasa, 09 Agustus 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px;"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;INI kisah ruhani dari seorang  sopir angkot, mikrolet. Sudah sehari penuh ia berkeliling kota mencari  penumpang. Dari satu terminal ke terminal lain yang jaraknya lebih dari 5  km itu penumpangnya yang nyangkut tidak lebih dari satu dua orang. Ia  mengeluh karena bahan bakarnya makin susut, sementara uang setoran juga  belum ia dapatkan. Setengah furstasi, ia memutuskan untuk menghentikan  kendaraanya di tengah perjalanan, sambil melepas&lt;br /&gt;Tanpa disangkanya sama sekali serombongan orang mendekatinya dan  bermaksud mencarter menuju ke suatu tempat. Sesampai di sana, sekumpulan  orang yang sama telah menunggunya dengan sedikit berceloteh. "Kenapa  sih bang, kok lama sekali," kata salah seorang di antara mereka yang  telah merasa penat menunggu angkutan yang juga tak kunjung muncul. Pak  sopir masih belum bisa menjawab selain dengan untaian senyum demi  senyum. Rasa lelah yang membalut seluruh persendiannya seperti sirna  seketika.&lt;br /&gt;Itulah rezeki. Kedatangan dan kepergiannya sering sulit sekali untuk  dipahami. Ketika datang ia mengalir begitu deras laksana air bah yang  datang melimpah. Membendungnya bahkan terasa sulit. Bergerak sedikit  saja, dengan melakukan pekerjaan yang tidak berbilang memakan banyak  energi dan pikiran, semuanya serba menghasilkan uang. Ibarat orang  berjalan, baru bergerak sedikit ke depan keuntungan didapatkan, bergeser  sedikit ke kanan laba sudah menunggu. Begitu pula ketika menoleh ke  kiri di sana yang ada rezeki melulu.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila Allah menghendaki menutup kran rezeki itu, meskipun  kerja keras sudah kita lakukan sedemikian rupa, badan terasa pegal  semua, otot-otot menjadi linu, tulang-tulang terasa ngilu dan otakpun  sangat amat lelahnya, rezeki yang ditunggu-tunggu mengalir hanya satu  dua saja. Tidak cuma itu. Allah juga masih menguji dengan tambahan ujian  yang lain dengan sakitnya keluarga, kehilangan, dan bentuk musibah  lainnya.&lt;br /&gt;Tidak Perlu Gengsi&lt;br /&gt;Nabi menghapuskan semua pikiran yang menganggap hina terhadap orang  yang bekerja. Bahkan beliau sangat menganjurkan sahabat-sahabatnya untuk  bekerja apa saja agar dirinya tidak menggantungkan keperluannya kepada  orang lain. Pesan Nabi justru agar kita tidak menjadi rendah diri dengan  jalan berusaha. Agar kita punya martabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya  seseorang yang membawa tali, kemudian ia membawa seikat kayu di  punggungnya lantas dijualnya, maka dengan itu Allah menjaga dirinya,  adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka  yang diminta memberi atau menolaknya." &lt;/em&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  ragam jenis pekerjaan di dunia ini. Manusia tinggal memilih dan  melakukannya sesuai dengan kemampuannya. Berdagang, menjadi pegawai  ataupun karyawan bukanlah pekerjaan hina, selama pekerjaan tersebut  tidak dipenuhi dengan cara yang haram, membantu perbuatan haram, atau  bersekutu dengan haram. Bercocok tanam juga pekerjaan mulia. Sembari  menunggu keuntungan kita bahkan dapat bersedekah, seperti yang  disampaikan Rasulullah, &lt;em&gt;"Tidak seorang muslimpun yang menanam  tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau  manusia, melainkan dia itu baginya merupakan sedekah."&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  demikian halnya tidak dibenarkan kalau kita menggenggam tangan dan  berasyik-asyik dengan kemalasan. Kaum muslimin semestinya tampil sebagai  orang yang paling sibuk di lingkungannya di mana dia tinggal dan  bekerja. Tidak tampil justru dengan format yang sebaliknya.&lt;br /&gt;Kita punya motivasi hidup yang berlandaskan kemuliaan. Agar dalam  hidup ini tidak ada celah yang dibiarkan kosong karena pengangguran.  Setiap saat irama hidup yang dijalani termotivasi oleh program  pengabdian. Termasuk di dalamnya adalah berusaha dan bekerja keras  secara maksimal.&lt;br /&gt;Rasulullah membenci para penganggur, karena bukan saja membuat  pemandangan tidak indah, tapi akan membuat hati menjadi keras keji dan  membeku. Sabdanya, "&lt;em&gt;Al-bathaalatu tuqassil-qalba, penggaguran menyebabkan hati menjadi keras."&lt;/em&gt; (HR. Asy-Syihaab)&lt;br /&gt;Tuhan tidak akan pernah terlambat dalam memberi jatah rezeki kepada  hamba-Nya. Ia tidak akan pernah lalai dalam memberikan bekal-bekal  kehidupan kepada kekasih-Nya. Itu semua karena kehadiran semua makhluk  di muka bumi ini adalah bukan karena kehendak mereka, melainkan karena  kehendak-Nya dan karena ke-Mahabesaran-Nya.&lt;br /&gt;Bumi yang luas ini bukan saja gudangnya pekerjaan tapi juga wadahnya  rezeki untuk manusia melangsungkan kehidupannya. Rezeki akan habis bila  jatah hidup manusia yang Allah berikan juga telah habis masanya. Kran  karunia-Nya akan dihentikan seiring dengan habisnya masa pengabdian  makhluk kepada Sang Pencipta. Jumlah jatah napasnya seimbang dengan  jatah rezekinya. Itulah ke-Mahaadilan Allah yang diberikan kepada setiap  makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, &lt;em&gt;"Sesungguhnya Ruhul  Qudus (malaikat Jibril) membisikkan ke dalam benakku bahwa jiwanya tidak  akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah  kamu bertaqwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencahariaanmu. Apabila  datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan  bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa  diraih dengan ketaatan kepada-Nya." &lt;/em&gt;(HR. Abu Dzar dan al Hakim).*/&lt;em&gt;aql&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-3359270459714172106?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/18384/09/08/2011/takkan-lari-rezeki-dikejar.html' title='Takkan Lari Rezeki Dikejar'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/3359270459714172106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=3359270459714172106&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3359270459714172106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3359270459714172106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/08/takkan-lari-rezeki-dikejar.html' title='Takkan Lari Rezeki Dikejar'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-6916849016354169493</id><published>2011-04-29T08:16:00.001+07:00</published><updated>2011-04-29T08:20:32.301+07:00</updated><title type='text'>cara mengganti background foto</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/04/cara-mengganti-background-foto.html"&gt;cara mengganti background foto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0AHL8Q1xgA8/TZTLhuNrp_I/AAAAAAAABdI/Fyackmj0zyw/s1600/1.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-0AHL8Q1xgA8/TZTLhuNrp_I/AAAAAAAABdI/Fyackmj0zyw/s400/1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada postingan sebelumnnya &lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/04/cara-seleksi-halus-di-photoshop.html"&gt;cara menyeleksi halus&lt;/a&gt; kita sudah membahas bagaimana cara menghilangkan background foto, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara memasukkan atau &lt;i&gt;mengganti background foto&lt;/i&gt; di foto yang telah kita cutting. disini saya contohkan dengan menggunakan gambar sebuah castle &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-v3lejOZPHlw/TZTPQbu7COI/AAAAAAAABdM/VdUrr41xdwU/s1600/LaugharneCastle.jpg"&gt;Download Gambar Castle&lt;/a&gt; untuk mengganti background foto asli nya, atau bisa juga sobat photoshoper menggunakan gambar lain yang lebih anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;kita kembali ke project kita sebelumnya yang telah saya bahas pada  postingan cara seleksi halus di Photoshop, kemudian buka juga gambar  lain yang ingin kita jadikan background foto pengganti nya. setelah foto  yang akan kita jadikan background ini  terbuka kemudian tekan [ Ctrl ] +  [ A ] maka seluruh kanvas kerja akan terseleksi, kemudian tekan [ Ctrl ]  + [ C ] untuk mencopy area yang telah terseleksi, alihkan kanvas kerja  kita ke foto yang sudah tercutting, kemudian tekan [ Ctrl ] + [ V ] akan  terbuat layer baru yang berisi foto atau gambar yang telah kita copy.  tempatkan layer ini tepat berada di bawah layer foto yang telah  terseleksi. bila di perlukan atur juga letak background ini dengan  menekan [Ctrl] + [T] besarkan atau kecilkan dengan menarik sudut  transformasi hingga di rasa pas lalu tekan [ Enter ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita akan menyamakan warna dari gambar Castle hingga berwarna  agak kekuningan, pilih layer gambar castle lalu pilih Adjusment - Color  Balance atur nilai cyan : 0 . Magenta : +3 . dan Yellow : -25&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cvJZKKcagb8/TZTQxjCWqcI/AAAAAAAABdQ/ONspzS6hu9o/s1600/2.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-cvJZKKcagb8/TZTQxjCWqcI/AAAAAAAABdQ/ONspzS6hu9o/s400/2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;disini kita sudah mendapatkan warna yang hampir senada antara warna background dan warna foto yang telah kita cutting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;kita akan &lt;i&gt;membuat efek jauh&lt;/i&gt; pada gambar castle, &lt;i&gt;bokeh&lt;/i&gt; kalau istilah photography nya,  agar foto yang akan kita hasilkan nanti akan tampak lebih &lt;i&gt;natural&lt;/i&gt;.  Duplicate Layer gambar Castle, kemudian beri efek Gaussian Blur  masukkan nilai blur sebesar 2.6 px saja. tempatkan layer castle yang  telah kita blur di atas layer castle yang tidak kita blur.  kemudian  kita &lt;i&gt;masking&lt;/i&gt; Layer Castle yang kita blur dengan memilih add layer mask pada Pallete Layer. ( baca &lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/02/mengenal-pallete-layers-pada-photoshop.html"&gt;mengenal Pallete Layer pada Photoshop&lt;/a&gt;,  untuk yang belum memahami masking ) lalu pilih Gradient Tool pada Tool  Box, pastikan Foreground berwarna hitam dan background Color Berwarna  Putih, kemudian tarik Gradient Tool dari bawah hinga ke tengah Foto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1IXu1LMTwa4/TZTVFS6WPxI/AAAAAAAABdU/iEhxYInv5zg/s1600/3.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-1IXu1LMTwa4/TZTVFS6WPxI/AAAAAAAABdU/iEhxYInv5zg/s400/3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;di STEP ini akan kita dapati, bagian atas gambar castle akan tampak blur dan bagian bawah nya tampak seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Finishing kita akan meratakan warna dari keseluruhan foto akan tampak  lebih natural, pilih Photo Filter dari Create New Fill or Adjusment pada  Pallete Layer. lalu masukkan warna hijau muda seperti gambar di bawah  ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-iHWwFFYNanE/TZTWVwmMuxI/AAAAAAAABdc/tEKFEGWkDr4/s1600/4.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-iHWwFFYNanE/TZTWVwmMuxI/AAAAAAAABdc/tEKFEGWkDr4/s400/4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;tempat kan layer Photo Filter di posisi paling atas pada Pallete Layer, agar efek dari Photo Filter mengenai semua Layer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja kita selesai sampai disini, silahkan tinggalkan komentar untuk yang kurang mengerti....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.photoshopid.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-6916849016354169493?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.photoshopid.com/2011/04/cara-mengganti-background-foto.html' title='cara mengganti background foto'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/6916849016354169493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=6916849016354169493&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6916849016354169493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6916849016354169493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/cara-mengganti-background-foto.html' title='cara mengganti background foto'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0AHL8Q1xgA8/TZTLhuNrp_I/AAAAAAAABdI/Fyackmj0zyw/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-7566891022811738433</id><published>2011-04-29T08:15:00.002+07:00</published><updated>2011-04-29T08:19:25.632+07:00</updated><title type='text'>cara seleksi halus di photoshop</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/04/cara-seleksi-halus-di-photoshop.html"&gt;cara seleksi halus di photoshop&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-piEjExtlvPw/TZS6YeBeKEI/AAAAAAAABcg/qXY-2_zds-8/s1600/1.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-piEjExtlvPw/TZS6YeBeKEI/AAAAAAAABcg/qXY-2_zds-8/s400/1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;artikel ini adalah artikel lanjutan dari posting saya sebelum nya &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/03/polygonal-lasso-untuk-seleksi-lebih.html"&gt;Polygonal Lasso Tool&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,  di postingan Polygonal Lasso Tool saya sudah membahas bagaimana  mengaktifkan Polygonal Lasso Tool, disini saya akan membahas bagaimana &lt;i&gt;cara mengganti background foto&lt;/i&gt; bila gambar background foto nya memiliki banyak warna dengan tool Polygonal Lasso dan bagaimana &lt;i&gt;cara memakai polygonal lasso tool&lt;/i&gt; untuk mendapatkan hasil &lt;i&gt;seleksi yang smooth atau halus&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sudah menyiapkan sample foto buat latihan. &lt;b&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hq1q2-Tvpy4/TZS7E6TaKwI/AAAAAAAABck/6wlz1SMj60A/s1600/DSC01302.jpg"&gt;Download Foto Latihan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Buka Foto yang akan kita edit, kemudian buka juga lock background foto pada pallete layer, ( baca posting &lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/03/seleksi-atau-cutting-rambut-photoshop.html"&gt;Seleksi atau Cutting Rambut Photoshop&lt;/a&gt;  pada bagian STEP 1 untuk yang belum mengerti membuka Lock Background )  setelah kunci lock background terbuka nama layer akan berubah menjadi  Layer 0, kemudian Duplicate Layer 0 ini dengan cara Klik kanan Pada  pallete layer kemudian Pilih Duplicate Layer atau tekan Shortcut pada  Keyboard [ Ctrl ] + [ J ]. kemudian buat Layer baru ( baca &lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/02/mengenal-pallete-layers-pada-photoshop.html"&gt;Mengenal Pallete Layer&lt;/a&gt;  ) untuk kita isi dengan warna merah atau warna apapun sesuai selera  anda. guna warna ini hanya sebagai warna bantu untuk mempermudah proses  cutting. cara mengisikan warna merah pada layer baru tersebut adalah  dengan menggunakan tool Paint Bucket Tool, atau kita bisa menggunakan  Shortcut pada keyboard [ Shift ] + [ ← ] lalu isikan dengan warna  foreground yang sebelumnya telah kita atur ke warna merah. sekarang di  pallete layer telah terdapat 3 layer, 1 layer foto, 1 layer duplicate  foto, 1 layer berwarna merah. atur atau posisikan layer yang berwarna  merah ini tepat di tengah tengah, seperti gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XPsq49xSu_U/TZS_SbBlkAI/AAAAAAAABco/0prJWMBt-c4/s1600/2.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-XPsq49xSu_U/TZS_SbBlkAI/AAAAAAAABco/0prJWMBt-c4/s400/2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seleksi Layer 0 Copy ( layer yang berada paling atas ) dengan  menggunakan Lasso Tool, seleksi hanya bagian yang ingin kita hilangkan.  hasilnya seperti gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-arMcRrMJbEQ/TZTAe0vvBDI/AAAAAAAABcs/AkksRP7c21A/s1600/3.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-arMcRrMJbEQ/TZTAe0vvBDI/AAAAAAAABcs/AkksRP7c21A/s400/3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2sl9tGzumwo/TZTAwK6CB5I/AAAAAAAABcw/9EEEd-gq-1k/s1600/4.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-2sl9tGzumwo/TZTAwK6CB5I/AAAAAAAABcw/9EEEd-gq-1k/s400/4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyeleksi dengan Lasso Tool tekan [ Del ] pada keyboard untuk  menghilangkan area yang telah kita seleksi, kemudian Klik kanan pada  Area Seleksi pilih Deselect untuk menghilangkan seleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;sekarang kita akan bekerja menggunakan Polygonal Lasso Tool, baca postingan sebelumnya &lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/03/polygonal-lasso-untuk-seleksi-lebih.html"&gt;bagaimana cara bekerja dengan Polygonal Lasso Tool&lt;/a&gt;, perhatikan gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GAyxNGP50WY/TZTDengqa1I/AAAAAAAABc4/E61i_-QLJQM/s1600/5.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-GAyxNGP50WY/TZTDengqa1I/AAAAAAAABc4/E61i_-QLJQM/s400/5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nN8xbgtUHIw/TZTCoy36RaI/AAAAAAAABc0/OUrdFSWLr40/s1600/5.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Zoom Foto yang akan kita Seleksi dengan cara Scrool Mouse dan tahan  Tombol [ Alt ] atau bisa juga menggunakan Tombol [ Ctrl ] + [ + ] untuk  zoom ini dan [ Ctrl ] + [ - ] untuk zoom Out. arahkan zoom pada bagian  bawah foto. awali Klik Polygonal Lasso pada Start Point ( perhatikan  start point berada pada area berwarna merah ) kemudian ikuti klik  selanjutnya mengikuti gambar di atas di titik titik bulatan kecil pada  gambar di atas, kemudian akhiri Polygonal Lasso Tool pada End Point (  perhatikan End Point berada pada Area berwarna Merah ) dengan mengkilk  2X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Geser Foto agak ke atas dengan menahan Tombol [ SPASI ] sambil kita klik  geser ke bawah. lalu ulangi langkah yang kita kalukan di STEP 3.  perhatikan gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CMrFgreL6rY/TZTFK6W43gI/AAAAAAAABc8/CL7rYYCJs_Y/s1600/6.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-CMrFgreL6rY/TZTFK6W43gI/AAAAAAAABc8/CL7rYYCJs_Y/s400/6.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ulangi Langkah STEP 3 dengan mengawali Klik Polygonal Lasso pada Start  Point dan berakhir pada End Point ( sekali lagi perhatikan Start Point  dan End Point berada pada Area Berwarna Merah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STEP 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;terus ulangi langkah STEP 2 sampai semua bagian yang akan kita hilangkan  terseleksi. hasil nya akan seperti gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WeT1d7AyFp4/TZTGahpcSXI/AAAAAAAABdA/YJK1ZkU5c6A/s1600/7.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-WeT1d7AyFp4/TZTGahpcSXI/AAAAAAAABdA/YJK1ZkU5c6A/s400/7.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;pada gambar di atas area kepala tidak kita seleksi, baca postingan saya sebelumnya untuk &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.photoshopid.com/2011/03/seleksi-atau-cutting-rambut-photoshop.html"&gt;menyeleksi bagian helai rambut&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,  karna kalau kita menyeleksi rambut dengan Polygonal Lasso Tool maka  kita akan kehilangan kenaturalan helai rambut. kembali ke seleksi  polygonal Lasso kita tadi. Klik kanan pada Area Seleksi pilih Feater  kemudian masukkan nilai 1 ( kenapa 1, silahkan berexplorasi dengan nilai  yang lebih besar untuk tahu hasil nya ) lalu tekan Tombol [ Del ]  sebanyak 3 X ( kenapa 3X, silahkan berexplorasi untuk tahu hasil lainnya  ha...ha..ha...) disini lah kunci untuk &lt;i&gt;mendapatkan hasil seleksi yang smooth atau halus&lt;/i&gt; hasil seleksi nya akan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_7GWTN-V1aE/TZTI4mKnTII/AAAAAAAABdE/dJKGdc28rzc/s1600/8.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-_7GWTN-V1aE/TZTI4mKnTII/AAAAAAAABdE/dJKGdc28rzc/s400/8.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;sampai disini kita sudah mendapatkan sebuah layer yang telah tercutting, lalu bagaimana &lt;i&gt;cara memasukkan backgroung ke dalam foto&lt;/i&gt; yang sudah tercutting ini, akan kita sambung ke postingan berikut nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.photoshopid.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-7566891022811738433?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.photoshopid.com/2011/04/cara-seleksi-halus-di-photoshop.html' title='cara seleksi halus di photoshop'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/7566891022811738433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=7566891022811738433&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/7566891022811738433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/7566891022811738433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/cara-seleksi-halus-di-photoshop.html' title='cara seleksi halus di photoshop'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-piEjExtlvPw/TZS6YeBeKEI/AAAAAAAABcg/qXY-2_zds-8/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-6554131303581423193</id><published>2011-04-15T08:05:00.000+07:00</published><updated>2011-04-15T08:05:50.996+07:00</updated><title type='text'>Jangan Lewatkan Hari Tanpa Muhasabah</title><content type='html'>&lt;a href="http://hidayatullah.com/read/16379/14/04/2011/jangan-lewatkan-hari-tanpa-muhasabah.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4da799d0776819be%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Jangan Lewatkan Hari Tanpa Muhasabah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font: bold 25px Verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jangan Lewatkan Hari Tanpa Muhasabah                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;form method="post" name="form2" id="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" vspace="4" hspace="4"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img name="foto" src="http://hidayatullah.com/berita/gal73879715.jpg" align="left" border="2" vspace="4" width="300" hspace="4" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                                                     &lt;tr&gt;               &lt;td valign="top" height="2"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/read/16379/14/04/2011/images/spacer.gif" width="1" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td valign="top" height="2"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/read/16379/14/04/2011/images/spacer.gif" width="1" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;                        &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt; &lt;a href="http://second2011.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/adv/shariah.gif" border="0" width="300" height="65" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;/form&gt;                                                   &lt;p&gt;&lt;span style="font: 10px tahoma; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;                             Kamis, 14 April 2011                           &lt;br /&gt;                            &lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-size: 12px; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;                             &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hidayatullah.com--&lt;/strong&gt;SEDARI  kita mencapai usia akil baligh  hingga sisa nafas hari ini sudahkah  pikiran terbetik bahwa kita memiliki hutang kepada Allah SAWT yang tak  terbayar? Pernakah di sela-sela waktu kosong dan senggang kita berfikir,  “sudah berapa dosa yang telah aku perbuat sejak lahir hingga sekarang?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setidaknya, pernahkah ketika hari menjelang malam, ketika kita akan  menutup mata di pembaringan untuk istirahat, kita mengingat-ingat amalan  buruk kita selama sehari ini? “Apa tindakan buruk hari ini? Siapa yang  aku sakiti hari ini? Dan apa kira-kira dosaku hari ini?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ataukah jangan-jangan, kita termasuk orang yang merasa cukup dengan pengabdian dan amal yang kita lakukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Coba bandingkan diri kita dengan Rasulullah SAW, sosol yang sudah  jelas-jelas dijamin syurga dan kehidupan akhiratnya oleh Allah. Beliau  masuk melakukan introspeksi diri sehari dengan memohon ampunan selama  seratus kali (HR. Muslim). Dalam riwayat Imam Bukhari disebut tujuh  puluh kali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istighfar dan muhasabah Rasulullah SAW seperti tersebut merupkan  sikap syukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang diberikan  sekaligus sebagai contoh untuk umatnya. Nabi SAW adalah pribadi yang  ma’shum bebas dari dosa. Meski begitu menurut sebagian ulama’, disamping  sebagai uswah,  istighfarnya adalah untuk perkara-perakara yang mubah  dilakukan Rasulullah SAW, bukan untuk kesalahannya. Maka, kita mestinya  lebih banyak lagi melakukan penyadaran diri ini. Karena kita manusia  yang tidak ma’shum, tidak memiliki jaminan di akhirat kelak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika kita yang manusia biasa, tidak sekalipun bermuhasabah dalam  sehari, maka kita sesungguhnya dalam keadaan ’tidur’. Tidak melihat  sedang dimana kita, siapa kita dan akan kemana nantinya diri ini. Atau  kita adalah orang sombong, sehingga tidak perlu bermuhasah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umar bin Khattab r.a pernah berkata: &lt;em&gt;”Hisablah diri kalian  sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang  dan berhiaslah kalian untuk menghadapi hari penampakan yang agung.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melakukan &lt;em&gt;muhasabah &lt;/em&gt;dalah bertujuan untuk mengetahui  berbagai kelemahan, kekurangan, dosa dan kesalahan yang ia lakukan.  Sehingga, hal tersebut menjadi evaluasi yang menjadi pendorong menjadi  lebih baik lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi tujuan tertinggi dari hal tersebut adalah menjadi mu’min  sejati yang diridlai-Nya. Cita-cita menjadi mu’min sejati dapat digapai  dengan proses penyadaran diri yang disebut muhasabah. Dalam proses ini  ada hal-hal yang perlu diperhatikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses Penyadaran Diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjadi lebih baik itu dengan penyadaran diri. Ibnu Qayyim  al-Jauziyyah mengatakan, ada empat aspek yang dilalui dalam proses  penyadaran diri ini. Yaitu, al-yaqdzah, al-’azm, al-fikrah dan  al-bashirah. Empat rangkaina inilah yang mesti menjadi unsur muhasabah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang pertama &lt;strong&gt;al-yaqdzah, &lt;/strong&gt;yaitu perasaan hati berupa  penyesalan setelah ia bangun dari ’tidur’. Ini merupakan proses awal  untuk membenahi perilaku yang telah dikerjakan. Yang ditekankan di sini  adalah pengakuan bahwa dirinya hamba Allah SWT yang butuh pentunjuk-Nya  karena telah berbuat dosa. Jika telah sadar, maka dia mesti punya tekad  bulat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua &lt;strong&gt;al-’azm&lt;/strong&gt;, yaitu niat kuat untuk melakukan  perbaikan. Karena tekadnya telah bulat, maka segala hambatan dan  rintangan siap dihadapi. Sebab dalam proses perbaikan, bisa dipastikan  seseorang mengalami cobaan. Maka dia harus memiliki seorang penuntun  yang dapat menghantarkan kepada tujuan. Makin kuat kesadaran, maka makit  kuat pula niatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, &lt;strong&gt;al-fikrah&lt;/strong&gt;, yaitu fokus pada tujuan  perbaikan. Hati  hanya tertuju kepada sesuatu yang hendak dicari.  Sekalipun dia belum memiliki gambaran jalan yang menghantarkan ke sana.  Selama proses ini, seseorang tidak memikirkan yang lain dari  muhasabahnya kecuali menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin yang  diridlai Allah SWT.  Jika konsentrasi muhasabahnya masih diliputi  tendensi-tendesi diluar kepentingan perbaikan diri, maka pasti pikiran  lebih condong kepada tendensi-tendensi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keempat, &lt;strong&gt;al-bashirah&lt;/strong&gt; yaitu semacam cahaya dalam hati  untuk melihat janji dan ancaman, surga dan neraka. Fase ini tidak  dimiliki jika pada fase sebelumnya dia tidak serius membersihkan dosa.  Menyucikan jiwa dari kotoran hati. Sehingga ia memiliki pandangan jauh  ke depan, segala sesuatunya dipertimbangan berdasarkan tujuan final  hidup ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti firman Allah SWT: ”&lt;em&gt;Hai orang-orang beriman, bertakwalah  kepada Allah SWT dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah  diperbuatnya untuk hari kiamat.” &lt;/em&gt;(QS. Al-Hasyr: 18).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pilar Muhasabah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berkenanaan dengan itu, sesungguhnya muhasabah itu dilakukan terus  menerus. Ia bagian dari pertaubatan diri. Sehinggi dibutuhkan  konsistensi dan keteguhan. Sebab jalan itu licin, banyak duri dan penuh  cobaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka perlu ada penopang untuk meneguhkan konsistensi muhasabah. Abu  Isma’il dalam Manazilu al-Sa’irin seperti dikutip Ibn Qayyim  al-Jauziyyah dalam &lt;em&gt;Madariku al-Salikin &lt;/em&gt;mengatakan ada tiga pilar yang menopang muhasabah yang perlu kita kerjakan setiap kita melakukan instrospeksi;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pertama, &lt;/em&gt;Menimbang antara nikmat Allah dan kemaksiatan kita.  Saat muhasabah kita akan mengetahui ketimpangan antara keduanya.  Bahwa  ternyata kejahatan yang kita lakukan jauh lebih banyak dibanding  karunia nikmat Allah yang kita peroleh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan membandingkan itu kita bisa mengetahui mana yang lebih banyak  dan mana yang dominan di antara keduanya. Untuk bisa melakukan  perbandingan dengan baik, kita mesti mengetahui antara apa itu nikmat  Allah, ujian dan kemaksiatan. Selain itu jauhilah buruk sangka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;membedakan antara bagian kita dan kewajiban. Banyak  orang mencampur adukkan antara kewajiban dan haknya.  Bagian kita adalah  perkara-pekara mubah menurut ketetapan syari’ah. Terkadang kita  terbalik memperlakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ketiga, &lt;/em&gt;tidak buru-buru puas terhadap ketaatan yang  dilakukan. Sesungguhnya jika kita puas terhadap setiap ibadah yang kita  lakukan makan itu akan menjadi beban dosa. Kita akan menjadi  takabur  dan ujub. Justru, para ulama salaf al-shalih kita memperbanyak istighfar  setiap selesai mengerjakan berbagai macam ketaatan. Sebab mereka merasa  sangat kekurangan memenui hak-hak Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap orang kelak pada hari akhir akan datang menghadap Allah SWT  untuk mempertanggung jawabkan amal perbuatan. Maka hal yang paling depan  untuk kita muhasabahi adalah aspek ibadah. Karena ibadah merupakan  tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika kita telah melewati proses penyadaran diri seperti tersebut di  atas kemudian dikuatkan dengan pilar-pilarnya, maka berarti kita telah  memasuki pintu taubat dengan serius. Taubat merupakan langkah kembalinya  hamba kepada Allah SWT dan meninggalkan jalan orang-orang yang mendapat  murka dan sesat. Kita tidak bisa memperolehnya kecuali dengan hidayah  Allah SWT. Sedangkan hidayah-Nya tidak bisa kita peroleh kecuali dengan  memohon pertolongan-Nya secara terus-menerus. Karena begitu urgensinya  dan tidak mudahnya untuk konsisten di jalan al-shirath al-mustaqim, maka  kita mestinya setiap hari melakukan muhasabah, jika kita bercita-cita  menjadi mu’min sejati.*/&lt;strong&gt;Kholili Hasib&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                                                         &lt;/span&gt;                                                          Rep: Kholili Hasib&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-6554131303581423193?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hidayatullah.com/read/16379/14/04/2011/jangan-lewatkan-hari-tanpa-muhasabah.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4da799d0776819be%2C0' title='Jangan Lewatkan Hari Tanpa Muhasabah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/6554131303581423193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=6554131303581423193&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6554131303581423193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6554131303581423193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/jangan-lewatkan-hari-tanpa-muhasabah.html' title='Jangan Lewatkan Hari Tanpa Muhasabah'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-6658085416413634756</id><published>2011-04-15T07:54:00.000+07:00</published><updated>2011-04-15T07:54:15.733+07:00</updated><title type='text'>Kisah si A Long: Bocah Yatim Piatu yang Terkucilkan - WikiMu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=18750"&gt;Kisah si A Long: Bocah Yatim Piatu yang Terkucilkan - WikiMu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="headerdisplay"&gt;                 &lt;h1&gt;                     Kisah si A Long: Bocah Yatim Piatu yang Terkucilkan&lt;/h1&gt;                 &lt;p id="newsCredit"&gt;                     &lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblDate"&gt;Senin, 04-04-2011 13:54:24&lt;/span&gt;                     oleh:                     &lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblContributorName"&gt;&lt;a href="http://www.wikimu.com/Member/profileMember.aspx?id=169" class="linkBerita2" style="font-size: 8pt;"&gt;Yulius Haflan    &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;br /&gt;                    Kanal: &lt;a href="http://www.wikimu.com/News/gayahidup.aspx" id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lnkChannel"&gt;Gaya Hidup&lt;/a&gt;                 &lt;/p&gt;             &lt;/div&gt;                                            &lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;p&gt;Tadi pagi  pas berangkat kerja bareng istri naek kereta, istri saya   sempat-sempatin beli Tabloid Nyata. Sumpah! Istri gua yang beli, bukan  saya! Kalo ada yang nuduh saya suka baca tabloid gosipan, itu FITNAH!  Kalo  toh akhirnya saya baca tabloidnya, ya gua penasaran aja (skalian  pengen  tau gosip Raul Lemos -LO? Hehehe..-). Okeh, saya ngaku sempat  baca-baca  Tabloid Nyata yang edisi terbaru dan ternyata isinya oke  punya. Tapi ada satu  kisah yang sempat bikin mata saya berkaca-kaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada  satu kisah yang saya baca &amp;amp; sangat menyentuh hati kecil saya. Saya  baca kisah  seorang anak pengidap HIV yang hidup sebatang kara di kaki  gunung di  daerah Guangxi, China. Kedua orang tuanya udah meninggal  akibat  digerogoti AIDS. Yang bikin gua miris, orang-orang di kampungnya   mengucilkan anak itu, sehingga si A Long (nama anak itu) harus  melakukan  segala sesuatunya SENDIRI. Mulai dari bangun tidur, mencuci  pakaian,  memberi makan ayam, anjing, hingga belajar dikerjakan sendiri.  Malah si A  Long belajar membaca sendiri!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-06-560x373.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 3px;" src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-06-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Si Tegar A Long&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Satu-satunya  yang menemani A Long hanyalah seekor anjing hitam yang  bernama Lao  Hei. Yah, si anjing memang najis, tapi jauh lebih  bermartabat daripada  orang-orang desanya yang tega mengucilkannya.  Mereka takut kalo  keberadaan si A Long bikin desanya tertular wabah  AIDS. Satu-satunya  sanak keluarga yang dimiliki oleh A Long adalah  neneknya. Kadang si  nenek datang ke lokasi A Long dikucilkan untuk  berkunjung. Kalo sudah  begitu, si A Long untuk beberapa saat terbebas  dari pekerjaannya  sehari-hari dan bebas bermain-main dengan anjing  kesayangannya. Itu pun  si nenek gak datang tiap hari. Patut disayangkan  kalo si A Long tidak  tinggal bersama neneknya, bisa jadi si nenek agak  takut tertular virus  HIV.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-02-560x373.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 3px;" src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-02-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kamar Si A Long yang sederhana banget &lt;img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif?m=1235672671g" alt=":(" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Meski  di desanya punya klinik, tapi klinik tersebut kadang dokternya  gak mau  mengobati si A Long. Dulu si A Long sempat kena luka bakar.  Dokter  kliniknya gak berani mengobatinya. Akhirnya hanya diolesi sendiri  oleh A  Long pake salep antiseptik. Soal sekolah, pernah si A Long  dimasukkan  ke sekolah dasar di desanya selama 1 semester. Tapi karena  para wali  murid keberatan atas keberadaan si A Long dan HIV-nya,  akhirnya pihak  sekolah tidak bisa berbuat banyak.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-03-560x373.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 3px;" src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-03-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;A Long lagi asyik bermain&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Yang  bikin gua terenyuh adalah ketegaran si A Long. Dia begitu tegar   menjalani hidup yang sangat keras untuk anak seumurannya. Mungkin   baginya, kehadiran si Lao Hei dan orang-orang baik yang kadang datang   mengunjunginya sudah cukup membuatnya bahagia. Makannya pun dia masak   sendiri, kadang hanya ditemani oleh nasi dan sayur tanpa garam dan   minyak. Bagi A Long, itu sudah cukup. Apalagi dapat kiriman mie dan   buah-buahan. Semuanya ia sukuri dengan sepenuh hati.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-01-560x373.jpg"&gt;&lt;img src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-01-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Anjing Kesayangannya si A Long&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-10-560x373.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 3px;" src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-10-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sedang metikin sayuran buat dimasak sendiri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-11-560x373.jpg"&gt;&lt;img src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-11-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;manggul kayu bakar &lt;img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif?m=1235672671g" alt=":(" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-09-560x373.jpg"&gt;&lt;img src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-09-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ini neneknya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-20-560x373.jpg"&gt;&lt;img src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-20-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;lagi belajar&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-17-560x373.jpg"&gt;&lt;img src="http://pnsgila.files.wordpress.com/2011/04/guangxi-china-aids-hiv-orphan-17-560x373.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Santap makan yang sangat sederhana &lt;img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif?m=1235672671g" alt=":(" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Mungkin  di Indonesia anak semacam A Long juga ada, malah cukup banyak   jangan-jangan. Tapi bagi saya, kisah si A Long sudah cukup membuat hati  saya bergetar. Saya berharap semoga A Long segera mendapat penanganan  yang  semestinya. Dan saya berharap gak perlu ada lagi A Long- A Long  yang  lain di muka bumi ini.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Images credit: http://www.chinasmack.com/2010/stories/guangxi-chinese-aids-orphan-a-long.html&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;*Tulisan ini diambil dari posting blog saya di &lt;a target="_blank" href="http://pnsgila.wordpress.com/2011/04/04/kisah-si-a-long-bocah-yatim-piatu-yang-terkucilkan/"&gt;http://pnsgila.wordpress.com/2011/04/04/kisah-si-a-long-bocah-yatim-piatu-yang-terkucilkan/&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Tabloid Nyata edisi 2074 April 2011&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-6658085416413634756?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=18750' title='Kisah si A Long: Bocah Yatim Piatu yang Terkucilkan - WikiMu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/6658085416413634756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=6658085416413634756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6658085416413634756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6658085416413634756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/kisah-si-long-bocah-yatim-piatu-yang.html' title='Kisah si A Long: Bocah Yatim Piatu yang Terkucilkan - WikiMu'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-8231142020780754901</id><published>2011-04-07T10:08:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T08:08:55.783+07:00</updated><title type='text'>Selalu Bersyukur, Obat Hilangkan Stres</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/14960/24/01/2011/selalu-bersyukur,-obat-hilangkan-stres.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d2a9265d2ce9b%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Selalu Bersyukur, Obat Hilangkan Stres&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Selalu Bersyukur, Obat Hilangkan Stres                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal48504454.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Senin, 24 Januari 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Hidayatullah.com—&lt;/b&gt;HARGA  terus melonjak naik, sementara lapangan pekerjaan makin susah.  “Jangankan mencari yang halal, mencari yang haram saja susah, “ demikian  rakyat kecil sering mengeluh.&lt;br /&gt;Sementara di saat yang sama, sebagian orang menumpuk-numpuk harta  dengan cara mengambil hak orang lain. Seperti banyak yang terjadi saat  ini,  sebagian orang mendapatkan harta dari hasil “memeras” orang lain.  Mereka harus menipu atau melakukan korupsi dan berbagai cara-cara yang  tidak halal.&lt;br /&gt;Padahal semestinya uang tersebut diperuntukan bagi kemaslahatan orang  banyak, namun karena banyak tangan-tangan jahil, harta yang seharusnya  merata secara adil dinikmati oleh seluruh masyarakat, hanya  dinikmati/dimiliki oleh sebagian kecil orang. Mereka mengira, selagi  muda dan punya jabatan, kesempatan mengumpulkan harta agak menjadi modal  baginya meraih ketenangan hidup dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;Hati yang redup&lt;br /&gt;Antara  harta dan ketenangan hati, sesungguhnya dua hal yang berbeda,  yang tak ada hubungannya. Sebab, banyak orang berlimpah tapi dia tak  mampu merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Ia mampu menyewa hotel dan  membeli tempat tidur yang mewah, namun tak bisa membeli rasa nyenyak.&lt;br /&gt;Sementara di saat yang sama, banyak orang bisa bahagia dan tenang  meskipun dengan harta yang minim. Di jalan, banyak kita saksikan tukang  becak bisa mendengkur menikmati tidurnya, meski badannya tak cukup untuk  duduk di kendaraan sederhana itu.&lt;br /&gt;Sifat &lt;i&gt;qana’ah &lt;/i&gt;inilah yang mampu menjadi salah satu potensi positif setiap manusia. Sikap &lt;i&gt;qana'ah &lt;/i&gt;banyak didefinisikan sebagai sikap merasa cukup dan ridha atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT pada setiap manusia. &lt;i&gt;Qana\'ah &lt;/i&gt;sering  menjadi energi kehidupan dan membangkitkan semangat. Hal itu tidak lain  dapat dijalani dengan cara menikmati hidup walaupun dengan segala  kesederhanaan.&lt;br /&gt;Orang yang selalu bersyukur tak akan dibuat pusing oleh kompleksnya  warna-warni kenikmatan dunia di sekitar. Selalu menerima jatah pemberian  Allah SAW. Sebab dia yakin bahwa, tiap manusia memiliki jatah rizki  masing-masing yang dibagi secara adil oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam al-Quran, ”&lt;i&gt;Dan tidak ada makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan dijamin oleh Allah rizkinya.”  &lt;/i&gt;(QS. Hud: 8).&lt;br /&gt;Sebaliknya, manusia yang tak pernah puas dengan materi yang diperoleh  adalah manusia yang rentran terhadap stres, hatinya redup bahkan mati –  walaupun hartanya melimpah. Hati yang mati dan gundah cenderung tidak  mudah menerima kenyataan, sehingga apa yang didapat tidak pernah  memuaskan.&lt;br /&gt;Maka, jika kita ingin mengubah diri menjadi orang yang selalu  bahagia, ceria dan tersenyum di berbagai kondisi, kini saatnya untuk  mengubah cara pandang. Cara pandang positif, yaitu selalu bersyukur  dengan karunianya dan hidup sederhana. Cara pandang lama, selalu tidak  puas dengan rizki cepat-cepat dibuang saat inijuga.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:“&lt;i&gt;Jadilah kamu seorang yang wara’, nanti  kamu akan menjadi sebaik-baik hamba Allah, jadilah kamu seorang qanaah,  nanti kamu akan menjadi orang yang paling bersyukur kepada Allah,  sedikitkanlah ketawa kerana banyak ketawa itu mematikan hati.” &lt;/i&gt;(HR. al-Baihaqi).&lt;br /&gt;Orang yang &lt;i&gt;qana’ah &lt;/i&gt;adalah orang yang tidak meletakkan kenikmatan dunianya di hati, ia senantiasa bersyukur apa yang sudah menjadi jatahnya.&lt;br /&gt;Sedang, orang yang tidak bersyukur selalu dibuat pusing oleh  kenikmatan yang diperoleh orang lain. Jika tetangganya bisa membeli satu  mobil, dia terkungkung oleh ambisi untuk melebihinya, mampu membeli dua  mobil. Jika belum bisa, ia dikejar perasaan tidak puas, makan pun tak  enak, tidur juga tidak tenang. Sebabambisinya belum tercapai.&lt;br /&gt;Itulah pentingnya kita simak sabda Rasulullah SAW berikut ini:“&lt;i&gt;Lihatlah  orang yang lebih bawah daripada kamu, jangan melihat orang yang tinggi  daripada kamu, karena dengan demikian kamu tidak akan lupa segala nikmat  Allah kepadamu.” &lt;/i&gt;(H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Di kesempatan lain Nabi bersabda: "&lt;i&gt;Jika salah seorang di antara  kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa),  maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” &lt;/i&gt;(HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Bisa jadi apa yang kita miliki dengan segala keterbatasan, tidak  dimiliki orang lain. Sehingga walaupun yang kita miliki terbatas, jelek  dan tak bermakna akan menjadi lebih bernilai jika kita melihat orang  lain yang masih ada di bawah kita. Di saat itulah, kita bisa bersyukur  masih bisa memiliki sesuatu yang sedikit, sedangkan banyak orang lain  yang tidak memilikinya. Makanya, dalam soal materi, janganlah melihat  kepada orang yang di atas (yang memiliki banyak harta) akan tetapi  lihatlah orang yang masih di bawah kita.&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah, &lt;i&gt;qana'ah&lt;/i&gt; dan syukur adalah salah satu  tanda berkualitasnya iman seseorang. Sedang hasud dan dengki adalah ciri  nafsu yang terbelenggu syetan. “&lt;i&gt;Hakikat syukur adalah mengakui nikmat yang diberikan Allah diikuti perasaan tunduk pada-Nya” &lt;/i&gt;kata  Syeikh Abdul Qadir al-Jailani. Syukur tidak hanya diucap lisan. Syukur  hakiki ada ada perasaan dalam hati, bahwa ia puas dengan apa yang telah  diberi Allah.&lt;br /&gt;Apabila hati tunduk, maka akan diikuti oleh organ-organ tubuh lainnya  untuk tunduk pada-Nya. Inilah yang disebut ta’at. Seorang manuisa tidak  disebut patuh kecuali ia buktikan dengan ta’at pada semua perintah-Nya.  Berarti, aktifitas syukur itu biasanya adalah melibatkan hati dan organ  tubuh.&lt;br /&gt;Dalam &lt;i&gt;Kitab al-Ghunyah &lt;/i&gt;Syeikh al-Jilani membagi syukur  menjadi tiga; “Syukur dengan lisan, yaitu mengakui adanya nikmat Allah  dan merasa tenang. Syukur dengan badan dan anggota badan, yaitu dengan  cara melaksanakan dan pengabdian kepada-Nya. Serta Syukur dengan hati,  yaitu ketenangan diri atas keputusan Allah dengan senaniasa menjaga hak  Allah yang wajib dikerjakan.&lt;br /&gt;Cara Bersyukur&lt;br /&gt;Tentang bagaimana cara bersyukur, kitab &lt;i&gt;al-Ghunyah &lt;/i&gt;memberi arahan; &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;syukur  dengan lisan, yakni dengan cara  mengakui bahwa nikmat itu berasal dari  Allah dan tidak menyandarkannya kepada makhluk atau kepada diri kita  sendiri, daya, kekuatan atau usaha kita. Tidak pula disandarkan kepada  orang lain yang melakukan dengan tangan mereka karena kamu dan mereka  hanyalah sebagai perantara, alat dan sarana terhadapnya, sedangan  penentu, pelaksana, pengada dan penyebabnya hanyalah Allah. Allah lah  yang menentukan dan menjalankan sehingga Dia lebih berhak untuk disykuri  dari selain-Nya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;syukur dengan hati. Yaitu keyakinan yang abadi, kuat,  dan kokoh. bahwa semua nikmat, manfaat, dan kelezatan, baik lahir  maupun batin, gerakan maupun dia kita, adalah berasal dari Allah bukan  dari selain-Nya. Dan syukurnya  isan merupakan ungkapan dari apa yang  ada di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;syukur dengan perbuatan. Bersyukur dengan anggota  badan adalah  dengan cara menggerakkan dan menggunakannya untuk ketaatan  kepada Allah, bukan untuk selainnya. Tidak memenuhi seruan orang yang  mengajak untuk menentang Allah. Hal ini juga mencakup jiwa, hawa nafsu,  keinginan, cita-cita dan makhluk-makhluk lainnya. Menjadikan ketaatan  kepada Allah sebagai dasar yang diikuti dan pemimpin, sedangkan  selainnya dijadikan hamba, pengikut dan makmum. Allah SWT berfirman: ”&lt;i&gt;Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).”&lt;/i&gt; (QS Al-Dhuha: 11).&lt;br /&gt;Bersyukur sesungguhnya juga menjaminkan rizki. Semua jenis syukur  tersebut tidak lain adalah taqwa kepada-Nya. Taqwa sebagaiman pernah  difirmankan-Nya mendatangkan rizki. “&lt;i&gt;Barangsiapa yang beramal  shalih, baik laki-laki maupun perempuan dan dia (dalam keadaan) beriman,  maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di  dunia). dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan  pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (di akhirat  kelak).” &lt;/i&gt;(Q.S al-Nahl:97).&lt;br /&gt;Bila kita mau lakukan langkah-langkah itu, jiwa tak akan terbelenggu  oleh ambisi duniawi, tidak terpenjara oleh nafsu dan hati pun lapang.  Tidak stres dan gundah. Bahkan bisa merubah seseorang menjadi yang  pemurah, walau tak berkantong tebal. Tidaklah kekayaan itu dengan banyak  harta, tetapi sesungguhnya kekayaan itu ialah kekayaan jiwa.” (HR.  Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;Mari kita rayakan bahagia ini bukan karena materi, tapi dengan  senantiasa bersyukur atas kenikmatan yang dikaruniakan-Nya pada kita  semua.[&lt;b&gt;Kholili Hasib&lt;/b&gt;]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-8231142020780754901?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/14960/24/01/2011/selalu-bersyukur,-obat-hilangkan-stres.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d2a9265d2ce9b%2C0' title='Selalu Bersyukur, Obat Hilangkan Stres'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/8231142020780754901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=8231142020780754901&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8231142020780754901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8231142020780754901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-selalu-bersyukur-obat.html' title='Selalu Bersyukur, Obat Hilangkan Stres'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2037563699687935477</id><published>2011-04-07T10:07:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T08:09:22.737+07:00</updated><title type='text'>Terapi Menyembuhkan Sifat Takabur</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/14884/17/01/2011/terapi-menyembuhkan-sifat-takabur.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d2a78c18f3c90%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Terapi Menyembuhkan Sifat Takabur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Terapi Menyembuhkan Sifat Takabur                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal583422910.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Senin, 17 Januari 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;Gerak-gerik  hati, perlu dikelola dengan baik dengan menggunakan ilmu. Sebab ilmulah  yang  bisa mengidentifikasi mana yang baik dan buruk dalam hati.&lt;br /&gt;Seseorang yang kehilangan ilmu, bisa dipastikan terjebak dalam  ‘penyakit’ yang berujung kepada kesesatan. Sebab, setan akan mudah  memasuki hati yang tak terisi ilmu. Salah satu ‘penyakit’ mengantar pada  kesesatan itu adalah penyakit bagga diri (&lt;i&gt;ujub&lt;/i&gt;) dan sombong (&lt;i&gt;kibr&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Biasanya, seseorang yang terjangkiti sifat takabur (sombong), sulit  menerima kebenaran. Dikiranya, hati sudah aman dari berbagai godaan.  Padahal setan tidak berpuas, jika seseorang melaksanakan ibadah. Setan  berusaha, bagaimana caranya ibadah itu menjadi sia-sia bahkan menjadi  ‘bumerang’ bagi pelakunya.&lt;br /&gt;Ujub dan kibr, adalah dua sifat iblis yang saling berkorelasi.  Seseorang yang sombong, pada mulanya berawal dari bangga diri. Yaitu  merasa dirinya suci, dan bersih dari segala kekurangan, dan memandang  orang lain dengan pandangan rendah.&lt;br /&gt;Sombong dan bangga diri disebut sifat iblis, karena iblislah makhluk  Allah yang pertama kali melakukan sifat tercela ini. Iblis awalnya  makhluk Allah yang taat menghamba pada-Nya dalam waktu yang cukup lama.  Namun, Allah akhirnya melaknat dan mengusir dari syurga dan  menyumpahinya menjadi penghuni neraka akibat kesombongannya. Ia  sombong,  merasa lebih mulya dari Adam as.&lt;br /&gt;Demikian pula dengan &lt;i&gt;mutakabbir&lt;/i&gt; (0rang yang sombong).  Kebanyakan orang yang dengan ilmu tidak akan mengalami kemajuan berarti,  karena sudah merasa mencapai puncak paling tinggi (&lt;i&gt;top of the top&lt;/i&gt;).  Ilmu yang hakikatnya masih pada level dasar, tapi dirasa sudah mencapai  tingkat doktor. Akibatnya, nasihat orang disekitarnya tak dihiraukan.  Ia pun jatuh pada kesesatan yang nyata. “Mereka menyangka bahwa mereka  berbuat sebaik-baiknya.” (QS.Al-Kahfi: 104).&lt;br /&gt;Rasulullah mendifinisikan kibr dengan &lt;i&gt;bathorul haq wa ghomtu an-Nas &lt;/i&gt;(menolak kebenaran dan meremehkan orang lain) (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Kebenaran --apapun bentuknya dan siapapun yang menyampaikan-- wajib  diterima dengan lapang hati. Kelapangan hati ini perlu ditanamkan  dalam-dalam pada diri pemimpin, da'i atau thalibul 'ilm. Sebab, ujub dan  takabur ini biasanya menghinggapi mereka, walau sekecil apapun.&lt;br /&gt;Seseorang yang baru saja mempelajari ilmu, perlu memahami isi hati  kecilnya. Suatu saat kadang terbesit dalam hati bahwa ia sudah 'alim,  pandai berdalil dan sedikit-sedikit menantang debat. Ibarat orang yang  baru mempelajari beberapa jurus bela diri, biasanya ia menantang siapa  saja untuk beradu fisik.  &lt;br /&gt;Belajar ilmu agama juga demikian, pada fase-fase awal, sering kali  kita terjatuh pada kekeliruan. Hal ini adalah wajar. Akan tetapi, ia  akan tetap pada kesalahan jika nasehat orang saat ia melakukan kesalahan  tidak didengar.&lt;br /&gt;Setan, tidak akan diam melihat seseorang yang sedang belajar agama.  Ia tida rela ilmu dan imannya setiap waktu meningkat. Salah satu  caranya, membisikkan bahwa si pelajar itu telah menjadi 'alim, tidak  perlu belajar banyak lagi, dan tidak butuh nasehat orang lain.&lt;br /&gt;Setan memang selalu menggiring manusia kepada hal-hal yang berbau  instan, membisikkan mimpi-mimpi indah. Menjadi orang 'alim dalam waktu  yang singkat, meraih gelar ustadz atau kyai dengan mudah dan cepat.  Tidak perlu belajar dari ayunan sampai liang lahat (uthlubul 'ilma minal  mahdi ila al-lahdi), sebagaimana pesan Rasulullah. Tapi seolah-olah  hanya  mengikuti traning singkat atau ikut audisi dai lalu dengat cepat  orang memanggilnya ustadz. Jadilah ia ulama karbitan.&lt;br /&gt;Akibat dari cara-cara yang instan ini, ia tidak sempat mempelajari ilmu dan bakal menjadikannya penyakit hati.&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak akan ada masalah bila, sang da'i tadi terus belajar  di tengah kesibukannya berdakwah. Yang menjadi problem adalah, bila  sudah merasa menjadi juru dakwah ia enggan menyempurnakan ilmu, dan  merasa sudah top.&lt;br /&gt;Imam al-Ghazali menyatakan, “orang bodoh adalah orang yang merasa dirinya paling pintar.”&lt;br /&gt;Bagaimana bila ada orang yang ilmunya bertambah, tapi takaburnya  menjadi-jadi? Salah satu sebanya menurut Imam al-Ghazali karena ia  mendalami ilmu agama dalam keadaan hatinya kotor. Rajin mengaji tapi  maksiat jalan terus.&lt;br /&gt;Atau, niat awalnya sudah salah. Menuntut ilmu dengan niat mencari  pengaruh, jabatan dan harta atau menjadi ustadz biar kaya. Dan fenomena  ini agaknya sudah menjadi tren saat ini.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membasmi Ujub&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana menyembuhkan penyakit ujub dan takabur ini?  Kesombongan dan ujub, biasanya disebabkan oleh faktor nasab, ketampanan,  kekayaan dan ilmu.&lt;br /&gt;Untuk soal nasab (keturunan), seorang Muslim harus sadar bahwa  semulya apapun nasab ayah atau kakek, semuanya berasal dari cairan yang  hina dan dari tempat yang rendah yaitu tanah.&lt;br /&gt;Sombong karena ilmu merupakan satu bentuk kesombongan yang paling  dahsyat daya rusaknya – yang rumit untuk menyembuhkannya. Banyak kasus  seorang 'alim jatuh pada kesesatan karena faktor ini. Model kesombongan  seperti ini butuh usaha dan niat yang sungguh-sungguh. Maka orang yang  berilmu mesti harus mengetahui dua hal; pertama, kesadaran bahwa  tanggung jawab 'alim di hadapan Allah lebih berat.&lt;br /&gt;Seorang 'alim yang durhaka dengan ilmunya lebih buruk daripada orang  bodoh yang maksiat. Seorang kiai dan orang bodoh yang sama-sama berzina,  siksanya lebih pedih seorang kiai.&lt;br /&gt;Kedua, bahwa sifat sombong itu hanya milik Allah. Makhluk lainnya  tidak berhak bertakabur. Bila seseorang itu bertakabur, maka  sesungghuhnya ia telah merampas hak Allah. Bagaimana Allah tidak murka  dengan orang seperti ini?&lt;br /&gt;Secara umum, Imam al-Ghazali memberi beberapa petunjuk sebagai  berikut; Yaitu, adanya sinergi atau kombinasi antara ilmu dan amal.&lt;br /&gt;Seorang muslim hendaknya menyadari hakikat diri dan hakikat Allah (&lt;i&gt;ma'rifatullah&lt;/i&gt;).  Hakikat manusia adalah makhluk hina. Ia dilahirkan dari sesuatu yang  hina (QS. Al-Insan: 1-2). Saat lahir, ia sama sekali tidak memiliki  apa-apa dan lemah. Semua kepandaian, kecerdasan dan keluasan ilmu  semuanya dari Allah.&lt;br /&gt;Sedangkan Allah SWT adalah dzat yang serba sempurna. Dialah yang berhak sombong.&lt;br /&gt;Adapun penyembuhan dengan amal dapat dilakukan dengan melatih diri menjadi orang tawadhu', setinggi apapun ilmunya.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah memberi teladan yang luar biasa dalam hal ini.  Beliau adalah manusia yang paling mulia. Tapi, Rasulullah SAW adalah  tipe pemimpin yang merakyat. Ia tak segan bergumul dengan orang-orang  miskin.&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat beliau sampai-sampai pernah makan di atas tanah  tanpa alas bersama sahabat. Seorang ulama' salaf pernah melatih diri  dengan makan dan ngobrol bersama para penjual di emperan pasar. Padahal  ia sangat terpandang di mata umat. Hal ini dilakukannya semata-mata demi  menyingkirkan sifat kibr yang hinggap di hatinya.Melatih hidup  sederhana inilah yang kadang sulit dilakukan pemimpin.&lt;br /&gt;Membiasakan diri dengan sesuatu yang dipandang rendah ini akan melunturkan sifat sombong dan bangga diri dalam hatinya.&lt;br /&gt;Semuanya tergantung pada kesedian diri, adakah kerelaan dari para  pemimpin, dan juru dakwah untuk bersahaja, terbuka menerima kebenaran,  merakyat, dan dekat dengan umat. Sebaliknya orang yang menutup diri,  tidak jujur dan egois biasanya mudah diombang-ambingkan oleh kesesatan,  dan mudah tergoda oleh harta, jabatan dan prestasi. [Kholili Hasib/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/14884/17/01/2011/%5C"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2037563699687935477?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/14884/17/01/2011/terapi-menyembuhkan-sifat-takabur.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d2a78c18f3c90%2C0' title='Terapi Menyembuhkan Sifat Takabur'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2037563699687935477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2037563699687935477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2037563699687935477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2037563699687935477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-terapi-menyembuhkan.html' title='Terapi Menyembuhkan Sifat Takabur'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-1249218204098396684</id><published>2011-04-07T10:05:00.003+07:00</published><updated>2011-04-15T08:17:00.218+07:00</updated><title type='text'>Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15257/09/02/2011/kerusakan-akibat-kejahatan-lidah-%281%29.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d29c516fbf66a%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (1)                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal673219915.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Rabu, 09 Februari 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;Suatu  hari seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Ya  Rasulullah! Sungguh si fulanah itu terkenal banyak shalat, puasa, dan  sedekahnya. Akan tetapi juga terkenal jahat lidahnya terhadap  tetangga-tetangganya.”. Maka berkatalah Rasulullah SAW kepadanya,  “Sungguh ia termasuk ahli neraka”.&lt;br /&gt;Kemudian laki-laki itu berkata lagi, “Kalau si fulanah yang satu lagi  terkenal sedikit shalat, puasa dan sedekahnya, akan tetapi ia tidak  pernah menyakiti tetangganya.” Maka Rasulullah SAW berkata, “&lt;i&gt;Sungguh ia termasuk ahli surga&lt;/i&gt;.” (HR.Muslim).&lt;br /&gt;Kisah dalam hadis tersebut memberi pelajaran akan bahaya lidah.  Betapa jika tidak dikontrol iman, lidah bisa menjerumuskan ke dalam  neraka. Meskipun seseorang itu ahli ibadah, banyak shalat, puasa, akan  tetapi bila tidak mampu menjaga lidahnya dari memfitnah, berbohong dan  hasud – amalannya tersebut sia-sia.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, lidah bisa menjadi media taat kepada Allah, dan bisa  pula untuk memuaskan hawa nafsu. Lidah bisa digunakan untuk membaca  al-Qur’an, hadis dan menasihati, lidah juga berubah seperti layaknya  penyulut api. Memfitnah,bersaksi palsu, ghibah, namimah, dan memecah  belah umat. Jika seperti ini seberapa banyak pun ibadah kita tak ada  gunanya, semuanya gugur gara-gara lidah yang terselip.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memperingatkan, bahwa bahaya lidah adalah salah satu  perkara yang paling beliau khawatirkan. Sebabnya, semua amal akan  berguguran jika lidah kita jahat. Suatu kali salah seorang sahabat  Sufyan al-Tsaqafi bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah,  katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!"  Beliau menjawab: "Katakanlah, `Rabbku adalah Allah`, lalu  istiqomahlah". Aku berkata: "Wahai Rasulullah, apakah yang paling anda  khawatirkan atasku?". Beliau memegang lidah beliau sendiri, lalu  bersabda: “&lt;i&gt;Ini&lt;/i&gt;." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;Dua Kerusakan&lt;br /&gt;Bentuk kejahatan lidah itu ada dua. Yaitu, lidah yang banyak bicara  kebatilan dan lidah yang diam terhadap kebatilan. Kejahatan lidah memang  bisa setajam pedang. Jika kita tidak hati-hati menggunakannya, maka  ketajamannya bisa menumpahkan darah, sebagaimana pedang menusuk tubuh  manusia. Bisa pula lidah itu membiarkan ‘api’ yang membakar semakin  besar.&lt;br /&gt;Maka, ada dua bahaya besar yang bisa menimpa lidah kita. Bisa karena  banyak bicara yang tidak perlu dan menyesatkan atau diam terhadap  kebenaran. Dua-duanya adalah sumber kerusakan.&lt;br /&gt;Imam Abu 'Ali ad-Daqqaq pernah mengatakan: "Orang yang berbicara  dengan kebatilan adalah setan yang berbicara, sedangkan orang yang diam  dari kebenaran adalah setan yang bisu."&lt;br /&gt;Gara-gara lidah, seseorang tergiring masuk neraka. Menjadi hamba yang  merugi, sebab pahala orang yang berdosa karena kerusakan lidah akan  dihadiahkan kepada orang yang didzalimi. Gara-gara lidah yang jahat kita  bisa menjadi hamba yang bangkrut (muflis).&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “&lt;i&gt;Orang yang bangkrut di kalangan umatku  adalah orang yang pada hari kiamat nanti datang membawa pahala shalat,  zakat dan puasa, namun di samping itu ia membawa dosa mencela, memaki,  menuduh zina, memakan harta dengan cara yang tidak benar, menumpahkan  darah, dan memukul orang lain&lt;/i&gt;.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;Bahaya pertama adalah tersebarnya kebatilan agama yang diakibakan  oleh lidah mengucapkan kata-kata yang batil ataupun banyak bicara pada  hal-hal yang tidak bermanfaat. Kedua-duanya merusak masyarakat dan  hubungan baik dengan orang lain.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, jika kita tidak tahu terhadap suatu persoalan  sebaiknya diam terlebih dahulu sebelum memperoleh jawaban dari ahlu  dzikri (orang yang ahli). Jika tidak, kata-kita kita yang tidak  berdasarkan ilmu itu bisa menyesatkan.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “&lt;i&gt;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata yang baik atau diam&lt;/i&gt;.” (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;Lebih baik diam jika dihadapkan terhadap persoalan yang belum kita  ketahui. Akan tetapi, ingat tidak sekedar diam selamanya. Akan tetapi  kita wajib mencari tahu jawaban yang belum kita ketahui. “Janganlah kamu  bersikap terhadap sesuatu yang tidak kamu ketahui.” (QS al-Isra': 36).&lt;br /&gt;Kita mesti bertanya kepada ahlinya terhadap suatu persoalan. Allah SWT memberi arahan: “&lt;i&gt;Bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui&lt;/i&gt;.”  (QS an-Nahl: 43). Janganlah memberi fatwa, jika kita tidak tahu  ilmunya, jangan pula menyebarkan informasi yang kita belum paham  asal-usulnya. Sebab, ilmu adalah pondasi. Jika ilmu kita salah, maka  akan gugurlah seluruh amal-ibadah kita.&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku  di akhirat nanti adalah orang yang paling jelek akhlaknya, orang yang  banyak bicara, orang yang berbicara dengan mulut yang dibuat-buat dan  orang yang sombong&lt;/i&gt;.” (Jami’ al-Shaghir).&lt;br /&gt;Kerusakan ilmu juga diakibatkan oleh banyaknya perkataan batil yang  bergulir. Banyak orang ahli bicara dan beretorika namun tidak berilmu.  Karena tidak berdasarkan ilmu, maka pembicaraannya bisa menyesatkan,  mencerai-beraikan ukhuwah, dan memecah silaturahmi.&lt;br /&gt;Kerusakan yang kedua adalah kebenaran yang disembunyikan dan  kebatilan yang dibiarkan. Ini akibat lidah yang diam terhadap kebatilan.  Imam Ibn Hajar dalam kitab al-Shawa’iq al-Muhriqah mengatakan, orang  yang dilaknat Allah adalah seorang berilmu (ulama’) yang mendiamkan  terhadap bid’ah agama.&lt;br /&gt;Dalam hadis tersebut di atas, Rasulullah SAW tidak sekedar  memerintahkan untuk diam, akan tetapi hadis itu memberi pelajaran kita  untk tidak berkata kecuali yang baik dan benar.&lt;br /&gt;Kita tidak diperintah untuk terus menjadi ‘orang yang diam’. Orang  yang terus-menerus diam adalah orang yang bodoh. Rasulullah SAW tidak  mengajarkan itu. Sering kali kita mendengar keluhan saudara-saudara  kita: “Saya masih awam belum tahu apa-apa”. Kata-kata ini terus ia  ulang-ulangi. Islam tidak mengajarkan kita untuk terus menjadi awam.&lt;br /&gt;Sebab, jika kita terus menjadi awam, maka kita akan terus menjadi  orang yang ‘diam’. Padahal kita dituntut untuk mendakwahkan kebaikan,  menyebarkan hikmah dan meluruskan kebatilan. Sufyan ats-Atsauri  Rahimahullah berkata:“Ibadah yang pertama kali adalah diam, kemudian  menuntut ilmu, mengamalkan, menghafal dan menyampaikannya.”&lt;br /&gt;Jadi kerusakan agama itu bisa karena tersebarnya kebatilan yang  digulirkan oleh mulut-mulut yang tak berilmu, bisa juga disebabkan  didiamkannya kebatilan oleh orang yang berilmu. * &lt;b&gt;Kholili Hasib&lt;/b&gt;/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15257/09/02/2011/undefined"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-1249218204098396684?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/15257/09/02/2011/kerusakan-akibat-kejahatan-lidah-(1).html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d29c516fbf66a%2C0' title='Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (1)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/1249218204098396684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=1249218204098396684&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/1249218204098396684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/1249218204098396684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-kerusakan-akibat.html' title='Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (1)'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-6949701991619828404</id><published>2011-04-07T10:05:00.002+07:00</published><updated>2011-04-15T08:10:29.901+07:00</updated><title type='text'>Dua Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15275/10/02/2011/-dua-kerusakan-akibat-kejahatan-lidah-%282%29.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d29ecdbb69a12%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Dua Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Dua Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (2)                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal165533929.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Kamis, 10 Februari 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Etika Berbicara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu pentingnya menjaga mulut agar tidak jatuh kepada  kebatilan maka, mengetahui adab dalam berbicara adalah keharusan – untuk  diamalkan. Sebab kebikan seseorang itu dalam berbicara menunjukkan  keilmuan dan keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;di antaranya sebagaimana yang pernah dicontohkan  oleh Rasulullah SAW bahwa jika seseorang berbicara, Rasulullah SAW  selalu menghadapkan wajah dan tubuhnya ke arah orang yang bicara  tersebut. Mendengarkan dengan seksama, tidak memotong pembicaraannya  kecuali orang itu yang menghentikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;jangan tergesa-gesa mengeluarkan kata-kata atau  statemen sebelum dipikirkan dan diyakini benarnya. Pikirkanlah terlebih  dahulu kata-kata kita dan pikirkan juga apa kira-kira yang akan terjadi  seandainya kita tidak membicarakannnya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;pilihkan kata-kata yang kita ucapkan itu dengan pilihan kata yang baik-baik. Hindarkan kosa kata yang buruk dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Keempat, &lt;/i&gt;ketika berbicara – terutama kepada orang yang lebih  tua, guru atau berilmu – hendaknya dengan nada tawadlu’. Jangan  tampakkan gaya bicara orang yang sok tahu atau apapun yang menunjukkan  kesombongan. Jangan pula bernada mengejek, memandang rendah, menunjukkan  ego maupun kelebihan diri kita atau menghasut sesama tema, sebab itu  semua menyebabkan pudarnya ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kelima, &lt;/i&gt;jika pembicaraan kita tidak memerlukan penjelasan  yang melebar, maka hendaknya perkataan kita ringkas namun mengenai  sasaran. Usahakan meringkas kata-kata baik yang perlu disampaikan. Jika  penjelasan itu tidak memerlukan keterangan panjang, jangan sampai malah  berpanjang lebar sehingga justru akan membuat bosan orang atau malah  membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Keenam, &lt;/i&gt;jika kita dihadapkan dengan orang banyak, maka  hadapkanlah pandangan kita secara merata ke semua pendengar. Jangan  hanya menatap pada satu orang saja atau sebagaian di antara mereka.&lt;br /&gt;Berkenaan dengan itu semua kita perlu simak hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: “&lt;i&gt;Kebanyakan kesalahan manusia ialah terletak pada lidahnya.” &lt;/i&gt;(HR Thabrani).&lt;br /&gt;Bagaimanapun, lidah adalah kunci kebaikan sekaligus penyulut kerusakan, maka jangan main-main dengannya! */&lt;b&gt;Kholili Hasib/&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15275/10/02/2011/undefined"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-6949701991619828404?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/15275/10/02/2011/-dua-kerusakan-akibat-kejahatan-lidah-(2).html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d29ecdbb69a12%2C0' title='Dua Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (2)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/6949701991619828404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=6949701991619828404&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6949701991619828404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6949701991619828404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-dua-kerusakan-akibat.html' title='Dua Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (2)'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2051967630501301280</id><published>2011-04-07T10:03:00.003+07:00</published><updated>2011-04-15T08:21:33.035+07:00</updated><title type='text'>Peliharalah Iman, Bersahabatlah dengan Orang Shalih</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16025/24/03/2011/peliharalah-iman,-bersahabatlah-dengan-orang-shalih.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d29617641cb13%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Peliharalah Iman, Bersahabatlah dengan Orang Shalih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Peliharalah Iman, Bersahabatlah dengan Orang Shalih                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal482992635.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Kamis, 24 Maret 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;Dalam kitab &lt;i&gt;Al-Arba’in fi Ushul al-Din, &lt;/i&gt;Imam al-Ghazali mengatakan bahwa berkawan dengan orang baik karena Allah adalah salah satu pilar memperkuat agama (Kitab &lt;i&gt;Al-Arba’in fi Ushul al-Din&lt;/i&gt;, hal. 63).&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: “&lt;i&gt;Perumpamaan orang-orang yang mengambil  pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat  rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba  jika mereka mengetahui.” &lt;/i&gt;(QS. Al-‘Ankabut: 41).&lt;br /&gt;Pergaulan merupakan faktor yang mempengaruhi pemikiran, lebih-lebih  keimanannya. Seseorang dapat menjual iman, karena tergiur tipuan  kawannya. Sebaliknya, seseorang bisa menjadi orang shalih karena selalu  dinasihati teman dekatnya.&lt;br /&gt;Maka dari itu, Rasulullah SAW bersabda: “&lt;i&gt;Seseorang dapat dinilai  dari agama kawan setianya, maka hendaklah di antara kalian melihat  seseorang dari siapa mereka bergaul.” &lt;/i&gt;(HR. al Hakim).&lt;br /&gt;Yang harus diutamakan kawan adalah orang yang berilmu. Sebab sedikit atau banyak akan mempengaruhi pemikiran kita.&lt;br /&gt;Dituturkan oleh Rasulullah SAW bahwa, lebih baik bersendiri dari pada  bergaul dengan orang-orang yang rusak. Dan lebih baik bergaul dengan  orang-orang baik daripada menyendiri (HR. Al Hakim).&lt;br /&gt;Orang baik (ahl al-khoir) adalah orang yang beriman, bertakwa dan  berakhlak mulia. Individu yang baik ini adalah orang yang beradab. Bukan  sekedar beretika, tapi juga bertauhid.&lt;br /&gt;Syed Muhammad Naquib al-Attas mendefinisikan orang baik sebagai orang yang mengamalkan adab secara menyeluruh.&lt;br /&gt;Pengamalan adab ini meliputi adab kepada Allah SWT, sebagai tingkatan  adab tertinggi. Kemudian adab dengan sesama manusia, kepada ilmu,  kepada alam dan sebagainya. Adab-adab ini dipandang dengan kacamata  tauhid.&lt;br /&gt;Karena orang baik (insan adabi) memberi pencerahan dalam segala aspek  bidang kehidupan, makanya Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk  mempergaulinya.&lt;br /&gt;Orang yang demikian akan melihat realitas secara konstan dari  kacamata ketuhanan – sebagai fondasi utamanya. Orang yang demikianlah  yang dimaksud Rasulullah SAW untuk kita pergauli. Tidak memberi faedah  kecuali faedah agama.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bergaul dengan orang-orang dzalim dan lalai bisa membutakan hati. Allah SWT bersabda: &lt;i&gt;“Dan  janganlah kamu condong kepada orang-orang dzalim yang menyebabkan kamu  disentuh api neraka. Dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang  penolong pun selain dari Allah SWT, kemudian kamu tidak akan diberi  pertolongan.” &lt;/i&gt;(HR. QS. Hud: 113).&lt;br /&gt;Condong dalam ayat tersebut di atas maksudnya, mendukung, melapangkan  jalan, memuji-muji dan bersekutu bersama mereka. Tujuannya tidak lebih  untuk kepentingan materialistik.&lt;br /&gt;Setiap kita bergaul secara akrab dengan orang-orang lalai maka, saat itu iman kita mengalami pelemahan (Kitab &lt;i&gt;Al-Arba’in fi Ushul al-Din, &lt;/i&gt;hal.  61).  Duduk bersama orang-orang fasik oleh Rasulullah SAW dikaitkan  dengan kadar keimanannya. Tidak mungkin orang beriman bergaul akrab  bersama mereka dalam bersekutu melakukan aktifitas tidak baik.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: "&lt;i&gt;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia duduk (di suatu majelis) yang dihidangkan padanya minuman keras.” &lt;/i&gt;(HR. Abdu Dawud dan Ibn Majah).&lt;br /&gt;Ketika kita memiliki kecondongan kepada mereka, maka cepat-cepatlah  memutus kecondongan itu. Sebab dikhawatirkan akan mendapatkan  kemungkaran. Karena mereka sangat pandai dalam tipu daya dan penipuan.  Terkecuali jika kita memiliki misi khusus, berbekal ilmu akan mendakwahi  mereka. Sikap ini bukan dinamakan memiliki kecondongan sebab tujuannya  adalah dakwah.&lt;br /&gt;Pernah Khalifah ‘Umar bin Abdul ‘Aziz mendapat laporan tentang adanya  suatu kaum yang sedang meminum khamr. Beliaupun memerintahkan agar  mereka semua dicambuk. Kemudian seseorang berkata kepada beliau;  "Sesungguhnya di antara mereka ada orang yang sedang berpuasa."&lt;br /&gt;'Umar bin Abdul 'Aziz menjawab: "Mulailah darinya (dalam mencambuk). Tidakkah kalian mendengar firman Allah SWT: &lt;i&gt;“Dan  sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan kepada kalian di dalam  al-Qur’an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Allah SWT diingkari  dan diperolok-olok, maka janganlah kalian duduk bersama mereka. Sehingga  mereka pindah kepada pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (jika  kalian berbuat demikian), maka tentulah kalian serupa dengan mereka.” &lt;/i&gt;(QS. Al-Nisa’ : 140).&lt;br /&gt;Hal yang perlu digari bawahi di sini adalah, sebenarnya bergaul  dengan siapa pun kita mesti memiliki cara pandang Islam yang kokoh.  Semua harus atas dasar berukhuwah karena Allah SWT. Jika kita ingin  memasuki majelis orang-orang fasik, maka pertama-tama yang harus  dipertanyakan dalam hati adalah, atas dasar apa kita masuk dalam majelis  itu?&lt;br /&gt;Jika dasarnya adalah karena Allah SWT dengan maksud berdakwah, maka  itu adalah langkah baik. Memberi nasihat, meluruskan padangan  orang-orang fasik dan mengajak bertaubat. Jika kita mendapati sebuah  majelis di dalamnya ajaran Islam dihina, maka jika kita mampu maka  luruskan mereka atau janganlah duduk-duduk bersama. Jika kita diam,  berarti kita setuju dengan mereka.&lt;br /&gt;Namun, jika iman kita masih lemah. Terlalu mudah terbuai godaan, maka  lebih baik tidak memasukinya, dan sebaliknya bergabunglah bersama  orang-orang shalih. &lt;br /&gt;Faedah bergaul dengan orang shalih ada dua,  yaitu mengambil ilmu dan menjaga keimanan agar tetap konstan. Iman itu  diperkuat dengan ilmu, maka hendaklah kita mengambil faedah ilmu dari  orang shalih agar keimanan selalu terjaga.*/&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kholili Hasib&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;                                                          Rep: Kholili Hasib&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2051967630501301280?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/16025/24/03/2011/peliharalah-iman,-bersahabatlah-dengan-orang-shalih.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d29617641cb13%2C0' title='Peliharalah Iman, Bersahabatlah dengan Orang Shalih'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2051967630501301280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2051967630501301280&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2051967630501301280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2051967630501301280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-peliharalah-iman.html' title='Peliharalah Iman, Bersahabatlah dengan Orang Shalih'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-7386504392586924320</id><published>2011-04-07T10:03:00.002+07:00</published><updated>2011-04-15T08:18:55.404+07:00</updated><title type='text'>Damaikan Pertikaian Antara Saudara Muslim mu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16088/28/03/2011/damaikan-pertikaian-antara-saudara-muslim-mu.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d298691785325%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Damaikan Pertikaian Antara Saudara Muslim mu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Damaikan Pertikaian Antara Saudara Muslim mu                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal990602510.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Senin, 28 Maret 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Hidayatullah.com-- &lt;/b&gt;Ketahuilah  bahwa di antara perkara yang sangat diperhatikan oleh agama Islam  adalah terbentuknya masyarakat yang solid dengan menciptakan perdamaian  antara mereka yang bertikai. Setiap individu berusaha secara bersama  dalam menyatukan kembali sendi-sendi masyarakat tercerai berai,  memperbaiki bagian yang terpecah dan hasil yang ingin dituju adalah  terbentuknya masyarakat yang baik dan tegaknya jama’ah dalam kesatuan,  saling menguatkan dalam menjaga hak-hak pribadi, tolong menolong, dan  saling membantu dalam mewujudkan hak-hak bersama dengan mengembangkan  sikap berani berkoraban, mendahulukan kepentingan umum daripada  kepentingan pribadi, menjaga kehormatan dan membela kemaslahatan  masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allah Subhanahuwata’ala &lt;/i&gt;dalam al-Quran berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الله تعالى: ﴿لاَّ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلاَّ  مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ  وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتَغَاء مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ  أَجْرًا عَظِيمًا&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali  bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,atau  berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang  siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak  Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” &lt;/i&gt;(QS. Al-Nisa’: 114).&lt;br /&gt;Allah juga telah menjanjikan pahala yang paling baik dan besar bagi  setiap orang yang berupaya memperbaiki pertiakain yang terjadi antara  sesama manusia dalam segala urusan mereka, guna menjaga persatuan  jama’ah kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad &lt;i&gt;shallallahu alaihi wa &lt;/i&gt;sallam mengatakan, “&lt;i&gt;Apakah  kalian mau jika aku beritahukan kepada kalian tentang perbuatan yang  paling baik dari puasa, shalat dan shadaqah?. Mereka menjawab: Mau wahai  Rasulullah?. Beliau menjawab, “Yaitu  mendamaikan pertikaian antara  sesama muslim, sesungguhnya rusaknya hubungan antara sesama muslim  adalah sebagai pemangkas, aku tidak mengatakan memangkas rambut namun &lt;b&gt;dia bisa memangkas agama&lt;/b&gt;.” &lt;/i&gt;(HR. Ahmad, Abu Dawud dan Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghancurkan kekuatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak kaum Muslim tak menyadari, bahwa pertikaian, memutuskan tali  silaturrahmi dan persaudaraan  --padahal Allah memerintahkan untuk tetap  menyambungnya—hanya akan menghancurkan kekuatan umat dan menciptakan  kerusakan di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala &lt;/i&gt;berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الله تعالى: ﴿وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ  تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ  أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ  إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم  مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ  تَهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan  janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu  ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh- musuhan maka Allah  mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah  orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang  neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah  menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” &lt;/i&gt;(QS. Ali Imron: 103).&lt;br /&gt;Dalam surat lain, Allah Subhanhu Wa Ta’ala juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“…dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu  menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah  beserta orang-orang yang sabar.” &lt;/i&gt;(QS. Al-Anfal: 46).&lt;br /&gt;Seandainya penyakit seperti ini bisa ditanggulangi sejak dini dan  dituntaskan dari sumbernya niscaya kekuatan kebaikan akan mengalahkan  arus keburukan, dan jama’ah akan selamat dari segala perpecahan .&lt;br /&gt;Oleh karena itu, umat Islam haruslah kembali ke niat awal dalam  agama. Janganlah terpedaya  oleh kehidupan dunia ini dan janganlah  terpedaya oleh apapun. Seorang Muslim yang baik, haruslah memperhatikan  kemaslahatan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda, &lt;i&gt;“Orang  yang cerdas adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya dan berbuat  untuk kemaslahatan setelah kematiannya dan orang yang lemah adalah orang  yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan dengan angan-angan yang  banyak”. &lt;/i&gt;(HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;Rasulullah juga berpesan;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka  damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu  berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang  berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah;  jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka  damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah.  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya  orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua  saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” &lt;/i&gt;(QS. Al-Hujurat: 9-10).&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad &lt;i&gt;shallallahu alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda, “&lt;i&gt;Tidakkah  aku tunjukkan kepada kalian tentang shadaqah yang dicintai oleh Allah  dan RasulNya?. Yaitu engkau mendamaikan antara manusia jika mereka  saling marah dan hubungan mereka telah rusak”.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya ayat dan nasehat Nabi tentang ini menunjukkan jika beliau ingin umatnya kuat  dan tak suka berpecah-belah.&lt;br /&gt;Untuk menjaga agar barisan Islam kuat, bahkan Islam yang sangat  melarang seseorang berbuat bohong, namun dibolehkan jika dalam kondisi  itu dilakukan untuk “menjinakkan hati”  dan mempersattukan barisan umat.&lt;br /&gt;Sebagaimana sabna Nabi, &lt;i&gt;“Bukan pembohong orang yang berbohong  dalam rangka mendamaikan antara orang yang bertikai untuk menciptakan  kebaikan dan berkat yang baik”. &lt;/i&gt;(Muttafaq Alaihi).&lt;br /&gt;Marilah kita bersatu, damaikanlah yang sedang berseteru agar tubuh  umat Islam kembali kuat. Karena Allah hanya menyukai barisan umat yang  kuat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di  jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu  bangunan yang tersusun kokoh." &lt;/i&gt;(Ash-Ahaff: 4). */&lt;i&gt;&lt;b&gt;ish&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;                                                          Rep: CR-3&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-7386504392586924320?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/16088/28/03/2011/damaikan-pertikaian-antara-saudara-muslim-mu.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d298691785325%2C0' title='Damaikan Pertikaian Antara Saudara Muslim mu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/7386504392586924320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=7386504392586924320&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/7386504392586924320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/7386504392586924320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-damaikan-pertikaian.html' title='Damaikan Pertikaian Antara Saudara Muslim mu'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-3300397224294730774</id><published>2011-04-07T10:02:00.003+07:00</published><updated>2011-04-15T08:23:18.131+07:00</updated><title type='text'>Jadilah Lebih Mulia Tanpa Bersifat Tamak!</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15907/17/03/2011/jadilah-lebih-mulia-tanpa-bersifat-tamak%21.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d292f0aabb307%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Jadilah Lebih Mulia Tanpa Bersifat Tamak!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Jadilah Lebih Mulia Tanpa Bersifat Tamak!                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal108183785.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Kamis, 17 Maret 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;Diriwayatkan  oleh Imam al-Ghazali, suatu ketika kaum Bani Israil bertanya kepada  Nabi Musa a.s : “Tanyakan kepada Tuhanmu kami memperoleh apa, bila  mengerjakan sesuatu. Sebab kami telah amalkan apa yang Dia (Allah)  inginkan”.&lt;br /&gt;Nabi Musa a.s  berkata: “Ya Tuhanku, Engkau benar-benar sudah  mendengar apa yang mereka katakan padaku”. Allah SWT berfirman kepada  nabi Musa a.s: “Hai Musa, katakanlah pada mereka, ‘Mereka harus ridla  kepada-Ku. Aku pun akan ridla terhadap mereka” (Imam al-Ghazali, &lt;i&gt;Mukasyafat al-Qulub&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Kisah tersebut memberi arti, bahwa setelah kita melakukan amal  shalih, janganlah berharap-harap balasan berupa harta duniawi. Usai  beramal, serahkanlah kepada-Nya. Hanya satu yang harus diharap;  ridla-Nya, tidak lainnya. Cukup dengan ridla-Nya, amal kita pasti  dibalas dengan setimpal kelak.&lt;br /&gt;Menerima ridla-Nya itu berarti kita harus qana’ah. Menurut Abu Abdilllah bin Khafifi, &lt;i&gt;qana’ah&lt;/i&gt; adalah meninggalkan angan-angan terhadap sesuatu yang tidak ada dan menganggap cukup dengan sesuatu yang ada.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Qana’ah &lt;/i&gt;adalah pintu menjadi hamba Allah yang cerdas, sedangkan &lt;i&gt;tamak &lt;/i&gt;(rakus) dan pendengki adalah jendela pembuka kerusakan.&lt;br /&gt;Imam Abu Bakar al-Maraghi bernah bertutur kepada  murid-muridnya:”Orang yang berakal sehat adalah orang yang mengatur  urusan dunia dengan sikap qana’ah dan mengatur urusuan agama dengan ilmu  dan ijtihad” (Abdul Karim al-Qursyairi, &lt;i&gt;Risalah al-Qusyairiyah&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Menurut Imam Turmuzi, qana’ah itu adalah jiwa yang rela terhadap  pemberian rezeki yang telah ditentukan, dan tidak berkeinginan terhadap  sesuatu yang tidak ada hasilnya. Pada dasarnya berangan-angan terhadap  sesuatu yang tidak hasilnya adalah angan-angan orang yang bodoh.&lt;br /&gt;Tentunya, orang yang berakal dan cerdas seperti itu adalah orang  memahami siapa diri dan harus bagaimana diri ini. Orang yang qona’ah,  adalah orang yang hidupnya terbebas dari segala macam belenggu nafsu dan  ambisi. Hal ini adalah disebabkan karena mereka merasa yakin dan  percaya sepenuhnya akan kebijakan adil Allah SWT.&lt;br /&gt;Menurut Imam al-Ghazali, kemuliaan seorang hamba itu bermula dari &lt;i&gt;qana’ah &lt;/i&gt;dan kehinaannya berawal dari sifat tamak. Makanya, &lt;i&gt;qana’ah &lt;/i&gt;adalah karakter utama mukmin sejati. “&lt;i&gt;Qana’ah &lt;/i&gt;itu  ibarat raja yang tidak mau bertempat tinggal kecuali di hati mukmin”  kata Imam al-Qusyairi. Sedangkan orang yang tamak selalu dikejar-kejar  nafsu untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya, tanpa memperdulikan  apakah harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal ataukah haram.&lt;br /&gt;Untuk menjadi orang yang &lt;i&gt;qan’ah, &lt;/i&gt;maka kita perlu memperbanyak syukur, bersikap &lt;i&gt;wara’ &lt;/i&gt;dan menghindari gaya hidup yang berlebihan.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah orang yang &lt;i&gt;wara’, &lt;/i&gt;maka  engkau akan menjadi orang yang paling ahli beribadah. Jadilah orang yang  qana’ah, maka engkau akan menjadi orang yang paling ahli bersyukur.  Cintailah orang lain sebagaimana engkau mencintai diri sendiri, maka  engkau akan menjadi mukmin yang baik. Berbuatlah baik kepada tetanggamu,  maka engkau akan menjadi orang Islam yang baik. Sedikitkanlah tertawa,  karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;Seseorang yang apabila di dalam hatinya terdapat sifat &lt;i&gt;wara', &lt;/i&gt;maka  hidupnya akan tenang dan tentram tanpa terusik oleh nafsu untuk  menguasai dunia (harta). Dalam usahanya untuk mencukupi kebutuhan  hidupnya, ia akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan Allah  (pantang baginya mendapat barang atau harta yang meragukan hatinya,  apalagi yang haram).&lt;br /&gt;Hidari Tamak!&lt;br /&gt;Orang &lt;i&gt;tamak &lt;/i&gt;pada hakikatnya menurut al-Ghazali adalah orang fakir, mengutip pendapat Umar bin Khattab r.a ia  mengakatan; "Sesungguhnya &lt;i&gt;tamak &lt;/i&gt;adalah kefakiran, sementara membuang iri hati terhadap rizki orang lain justru adalah kekayaan."&lt;br /&gt;Sifat &lt;i&gt;tamak &lt;/i&gt;dan dengki biasa berjalan bersamaan. Keduanya  sama-sama perusak kehidupan seorang mukmin. Diriwayatkan dari Abu Ayyub  al-Anshari Rasulullah SAW pernah menasihatinya: “Jika engkau shalat,  lakukanlah shalatmu itu seakan-akan terakhir kalinya (berpamitan untuk  mati), janganlah berbicara dengan pembicaraan yang membuatmu kelak tak  dapat memberikan alasannya dan jangan berharp terhadap sesuatu yang  sudah dipegang orang lain.”&lt;br /&gt;Nafsu manusia jika tidak dikontrol iman sangat mudah jatuh pada sifat  ketamakan. Jika manusia memiliki  satu lembah emas, tentu dia  menginginkan yang keduanya. Dan apabila ia telah memiliki dua lembah  emas, tentu ia menginginkan yang ketiga. Kata para ulama, tidak ada yang  dapat memenuhi perut mereka kecuali mati. Selama manusia bernafas, ia  selalu saja digoda setan dengan ketamakan dan dengki.&lt;br /&gt;Janganlah dibiarkan kerakusan bercokol di dalam hati kita. Ada  kecenderungan orang yang rakus itu menjadi jahat, merasa ringan berbuat  maksiat bahkan rela mengorbankan kemuliaan, sekedar untuk memuaskan  ambisi nafsunya.&lt;br /&gt;Hati-hatilah dengan sifat rakus. Rakus itu merusakkan tatanan  kehidupan. Hatinya selalu bergejolak bagaimana memenuhi keinginan  nafsunya saja. Kerakusan harus kita lemahkan. Sifat ini biasanya  mencengkeram jiwa di saat kita mulai memiliki sifat iri dengki. Dan  kadang dimulai dari angan-angan/imajinasi kosong kita tentang harta.  Kerakusan dapat kita lemahkan dengan belajar hidup sederhana, wara’ dan &lt;i&gt;qana’ah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tamak &lt;/i&gt;dan rakus kepada dunia, dapat menyebabkan hati  seseorang terombang-ambing dan selalu dikejar-kejar nafsu untuk menumpuk  harta sebanyak-banyaknya. angkuh, cinta akan dunia, tidak amanah dan  iri hati. Jadi tamak tidak saja merusak kadar iman, tapi juga membuka  pintu kegagalan hidup. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bisshawab&lt;/i&gt;.*/&lt;b&gt;Kholili Hasib&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                                                          Sumber :&lt;br /&gt;Rep: Kholili Hasib&lt;br /&gt;Red: Panji Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-3300397224294730774?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/15907/17/03/2011/jadilah-lebih-mulia-tanpa-bersifat-tamak!.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d292f0aabb307%2C0' title='Jadilah Lebih Mulia Tanpa Bersifat Tamak!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/3300397224294730774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=3300397224294730774&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3300397224294730774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/3300397224294730774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-jadilah-lebih-mulia.html' title='Jadilah Lebih Mulia Tanpa Bersifat Tamak!'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-170374116425436074</id><published>2011-04-07T10:02:00.002+07:00</published><updated>2011-04-15T08:21:52.030+07:00</updated><title type='text'>Jauhi Perdebatan yang Mencelakakan!</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15851/14/03/2011/jauhi-perdebatan-yang-mencelakakan%21.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d29491e2465ba%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Jauhi Perdebatan yang Mencelakakan!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Jauhi Perdebatan yang Mencelakakan!                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal276873455.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Senin, 14 Maret 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;SUATU &lt;/b&gt;saat  Yunus bin Bin Abdul A’la, seorang faqih Mesir terlibatan perdebatan  dengan Imam As Syafi’i. Namun tidak seperti biasanya yang terjadi pada  mereka telah terlibat perdebatan, Yunus tidak marah, bahkan beliau amat  terkesan dengan sikap Imam As Syafi’i, hingga beliau mengatakan, “Aku  tidak melihat orang berakal melebihi  As Syafi’i, aku  mendebatnya tentang suatu masalah pada suatu hari, kemudian kami  berpisah, lalu dia menemuiku, dan menggandeng tanganku, lalu berkata  kepadaku:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Wahai Abu Musa, bukankan lebih baik kita tetap berteman walau kita tidak sepakat dalam satu masalah?’”&lt;/div&gt;Mengenai sifat mulia Imam As Syafi’i dalam perdebatan Abu  Utsman, putra beliau juga pernah mengatakan: “Aku sekali-kali tidak  pernah mendengar ayahku mendebat seseorang dengan meninggikan suaranya&lt;i&gt;.” &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;Tahdzib Al Asma’ wa Al Lughat,&lt;/i&gt;1/66)&lt;br /&gt;Bahkan Ahmad bin Kholid bin Kholal juga pernah mendangar  sendiri bahwa Imam As Syafi’i mengatakan, “Ketika aku mendebat seseorang  aku tidak menginginkan dia jatuh kepada kesalahan.(&lt;i&gt;Tawali At Ta’sis&lt;/i&gt;, hal. 65)&lt;br /&gt;As Syafi’i juga berkata: “Aku berdebat tidak untuk menjatuhkan orang” (&lt;i&gt;Tahdzib Al Asma wa Al Lughat&lt;/i&gt;&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;1/ 66)&lt;br /&gt;Demikianlah ulama besar jika berdebat, tidak ada dampak negatif  dari perdebatan itu, karena mereka berdebat untuk mencari kebenaran,  bukan untuk merendahkan, mencari atau mempertahankan pengikut. Mereka  tidak berdebat agar dipandang alim (pandai), serta karena tujuan duniawi  lainnya. Sehingga, perdebatannya tetap dalam koridor adab dan akhlak.&lt;br /&gt;Imam Al Ghazali sendiri mengumpamakan bahwa orang berdebat  seperti orang mencari barang yang hilang. Ia tidak membedakan-bedakan  apakah barang itu ia temukan sendiri atau ditemukan orang lain yang  membantunya. Ia melihat lawan debatnya sebagai partner, bukan musuh. Ia  mestinya berterima kasih jika lawan debatnya menunjukkan kepadanya  kesalahannya, seperti seseorang yang menempuh suatu jalan untuk mencari  barangya yang hilang, namun ada orang lain yang memberi tahu bahwa ia  harus menepuh jalan lain untuk mendapatkan barangnya.&lt;br /&gt;Perdabatan yang demikianlah yang ditempuh para sahabat, tabi’in dan para imam besar terdahulu. Umar bin Al Khattab &lt;i&gt;Radhiyallahu `anhu &lt;/i&gt;sendiri  ketika diingatkan oleh seorang wanita, saat beliau berkhutbah di hadpan  kalayak pun menyatakan jujur ketika melihat bahwa yang dikatakan wanita  itu benar, ”Umar salah, wanita ini benar!”. Demikian pula Ali  Radhiyallahu `anhu menjawab pertanyaan seorang laki-laki, kemudian ada  yang mengkritik beliau, ”Tidak demikian wahai Amirul Mukminin, namun  demikian-demikian.” &lt;br /&gt;Maka beliau mengatakan,”Anda benar, saya salah.” Sebagaimana juga para sahabat juga bermusyawarah mengenai &lt;i&gt;hadd &lt;/i&gt;bagi peminum &lt;i&gt;khamr &lt;/i&gt;dan beberapa masalah dalam &lt;i&gt;faraidh.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Debat yang menghancurkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adapun perdebatan orang-orang setelah masa para Imam berlalu  sudah berubah. Imam Al Ghazali sendiri mengkritik keras orang-orang  sezaman dengan beliau yang melakukan perdebatan bukan sebagai bentuk  kerja sama dalam mencari kebenaran. Dengan penuh keheranan, beliau  mengatakan, ”Lihatlah para pendebat di zaman kalian ini, bagaimana wajah  mereka berubah gelap, jika nampak &lt;i&gt;al haq &lt;/i&gt;di lisan lawannya,  sebagaimana juga emosi mereka meluap, lantas berpayah-payah, dengan  seluruh kemampuan untuk menentangnya. Bagaimana ia mencela pendebatnya  seumur hidupnya, kemudian dia tidak malu dengan menyerupakan diri  sebagai sahabat dalam &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt; untuk mencari kebenaran.?” (Al Ihya, 1/74)&lt;br /&gt;Debat demikianlah yang menghancurkan umat Islam sendiri,  sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,”Tidak ada kaum yang tersesat  dari hidayah yang mereka ada di dalamnya, kecuali didatangkan kepada  mereka perdebatan.” (&lt;i&gt;Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan shahih)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perdabatan &lt;/i&gt;yang bertujuan untuk merendahkan pihak  lain, atau menonjolkan diri sendiri serta mencari dunia, merupakan  sumber timbulnya banyak maksiat. &lt;br /&gt;Imam Al Ghazali menyebutkan beberapa penyakit yang menyerang mereka yang mencampakkan diri dalam aktifitas ini:&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;Hasad &lt;/b&gt;(iri): Pendebat, terkadang menang  atau kalah. Terkadang ada yang memujinya, terkadang pujian diberikan  untuk lawannya. Kondisi semacam ini bisa menimbulkan rasa &lt;i&gt;hasad &lt;/i&gt;pada hatinya, menginginkan agar lawannya kehilangan nikmat, termasuk ilmu, kesempatan atau nikmat lainnya.&lt;br /&gt;2.&lt;b&gt;Takabbur &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;riya`&lt;/b&gt;: Mereka yang suka berdebat dengan tujun menonjolkan diri akan terjangkit penyakit &lt;i&gt;takabbur. &lt;/i&gt;Dia  akan berusaha merendahkan lawan debatnya, dan meninggikan dirinya  sendiri di hadapan orang lain. Kadang ia memberikan pernyataan bahwa  lawannya bodoh, tidak paham atau memiliki sedikit ilmu. Disamping itu,  penyakit &lt;i&gt;riya` &lt;/i&gt;juga sering menjangkiti mereka, karena ingin menampakkan apa yang ia rasa sebagai kelebihan kepada manusia.&lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;Memuji diri sendiri&lt;/b&gt;: Pendebat sering kali  menyanjung dirinya sendiri di saat berdebat. Kadang ia mengatakan, ”saya  menguasa ilmu ini”, “saya hafal hadits ini.” Hal itu dilakukan untuk  mempromosikan apa yang ia sampaikan.&lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;Tajassus&lt;/b&gt; (mencari-cari aib): Mancari aurat  manusia, sering kali dilakukan pendebat terhadap lawannya. Terkadang ia  mencari informasi sampai ke negeri dimana lawannya tinggal, untuk  mencari hal-hal buruk darinya, yang ia simpan pengetahuan itu untuk  dijadikan bekal menjatuhkannya.&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;Ghibah&lt;/b&gt;: Yang kadang tidak bisa dihindarkan  dari pendebat yang didasari niat yang salah adalah menceritakan dan  menyebarkan kelemahan dan kekurangan lawannya kepada pihak lain, setelah  ia melakukan perdebatan dengan seseorang.&lt;br /&gt;6. &lt;b&gt;Nifaq&lt;/b&gt;: Yang dimaksud di sini adalah  perbuatan dhahir pendebat yang bertentangan dengan apa yang ada di dalam  hati. Pendebat biasanya basa-basi, memperlihatkan keramahan dan  kegembiraan jika bertemu dengan lawannya, namun sejatinya dalam hatinya  terbesit kebencian yang cukup besar.&lt;br /&gt;Sekarang, marilah kita cermati kehidupan di sekitar kita. Di  kantor, di lingkungan, bahkan di TV. Paling tidak, marilah kita melihat  diri kita sendiri ketika kita memutuskan untuk berdebat (baik dengan  lisan maupun tulisan). Dengan demikian, kita bisa terhindar dari  penyakit-penyakit hati yang cukup membahayakan dirinya sendiri. &lt;b&gt;*&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                                                          Sumber :&lt;br /&gt;Rep: Thoriq&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-170374116425436074?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/15851/14/03/2011/jauhi-perdebatan-yang-mencelakakan!.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d29491e2465ba%2C0' title='Jauhi Perdebatan yang Mencelakakan!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/170374116425436074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=170374116425436074&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/170374116425436074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/170374116425436074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-jauhi-perdebatan-yang.html' title='Jauhi Perdebatan yang Mencelakakan!'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-842575614163906856</id><published>2011-04-07T10:01:00.003+07:00</published><updated>2011-04-15T09:04:11.116+07:00</updated><title type='text'>Jadilah Pendengar Yang Baik (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15795/10/03/2011/-jadilah-pendengar-yang-baik-%282%29.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d28e7672425d6%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Jadilah Pendengar Yang Baik (2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Jadilah Pendengar Yang Baik (2)                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal571927553.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Kamis, 10 Maret 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15775/09/03/2011/jadilah-pendengar-yang-baik.html"&gt;Tulisan sebelumnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesediaan Rasulullah mendengarkan hingga tuntas pembicaraan orang   merupakan cerminan akhlaq beliau yang sangat mulia. Dengan akhlaq mulia  itulah Rasulullah menaklukkan hati orang, sehingga bersedia mendengarkan  dan mempertimbangkan ajakannya.&lt;br /&gt;Utbah adalah salah seorang mitra dialog yang kemudian tertarik dan  terpesona dengan gaya komunikasi beliau. Tak heran jika teman-temannya  kemudian mengatakan kepadanya bahwa Utbah telah tersihir ucapan  Muhammad.&lt;br /&gt;Jika dihitung, ucapan Utbah jauh lebihbanyak dari ucapan Rasulullah.  Bahkan beliau hampir tidak berkapa apa-apa kecuali sekadar membacakan  beberapa ayat suci al-Qur’an. Justru dengan berhemat bicara inilah  akhirnya Utbah kepincut, dan akhirnya menyerah.&lt;br /&gt;Sebagai ummatnya tentu sangat baik jika kita meniru dan mempraktekkan  gaya Rasulullah dalam berdialog dan berkomunikasi. Beliau tidak ingin  mendominasi pembicaraan, sebab hal itu sama saja dengan serakah dalam  urusan makan. Keduanya merupakan dua sikap yang dicela oleh Islam.&lt;br /&gt;Penyakit para pembicara&lt;br /&gt;Ada juga kebiasaan buruk pada dai atau penceramah. Yakni berpanjang  lebar dalam berpidato. Ini merupakan penyakit para khatib dan muballigh.  Mereka tidak sadar bahwa ada batas tertentu di orang betah mendengar.  Kapan mereka betah dan kapan sudah bosan. Lebih dari batas itu mereka  ingin beranjak dari majlis. Andaikata bukan karena menjaga adab sopan  santun, mereka mungkin sudah lari duluan akibat terlalu lama si dai  bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para khatib dan da’i mestinya lebih memperhatikan  kemampuan pendengarnya. Pendengar, biasanya tidak bisa memberikan  konsentrasi perhatiannya lebih dari lima belas menit. Setelah itu mereka  akan merasa lelah dan konsentrasinya terpecah. Mereka ingin mendapatkan  suasana baru yang dapat menyegarkan pikirannya.&lt;br /&gt;Secara umum, sebagai khatib, muballigh atau pembicara, ada dorongan  kuat dari dalam diri kita untuk memperpanjang pembicaraaan. Karenanya,  segeralah mengoreksi diri, jangan-jangan dorongan itu merupakan  keinginan nafsu belaka.&lt;br /&gt;Sebab ada tiga kemumgkinan penyebabnya:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, rasa bangga terhadap diri sendiri.  Merasa bahwa yang akan disampaikannya itu merupakan ilmu yang baru yang  belum diketahui oleh para pendengar. Karenanya ia berkeinginan sekali  untuk menyampaikannya, saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, ambisi atau keinginan untuk  mendapatkan pujian, nama baik, dan ketenaran. Dengan berpanjang lebar  berpidato diharapkan popularitasnya terdongkrak sebagai penceramah ulung  atau setidak-tidaknya sebagai penceramah yang berilmu pengetahuan yang  luas.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, mengabaikan kemampuan pihak  pendengar, baik dari segi ilmu, pengalaman, maupun keluasan pandangan.  Dengan anggapan itu, seorang da’i/penceramah mengobral kata-kata,  sampai-sampai tega menyelipkan berbagai kebohongan sekadar untuk  memuaskan pendengar atau memuaskan dirinya senidiri.&lt;br /&gt;Kita harus husudh-dhan bahwa para mustami’in (pendengar) cukup  mengerti permasalahan yang kita ceramahkan. Tak usah diulang-ulang  sehingga membosankan. Tak perlu diberi tekanan yang berlebihan  seolah-olah  mustami’nya bodoh. Dan seperti ini sangat berbahaya. Untuk  itu lebih baik jika dibuka dialog. Dengan dialog kita dapat menjajaki  seberapa jauh tingkat pemahaman orang yang kita ajak berbicara.&lt;br /&gt;Muballigh/da’i/penceramah yang baik bukanlah mereka yang hanya pintar  berceramah, tapi mereka yang selain pintar berceramah, juga pandai  mendengarkan pembicaraan orang lain. Banyak muballigh yang jika disuruh  berceramah kuat berdiri berjam-jam, tapi jika disuruh mendengar ceramah  orang lain beberapa saat saja pantatnya sudah kesemutan.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan kita. Kita menjadi orang yang kuat bicara panjang  lebar namun tak siap mendengarkan orang lain tatkala sedang berbicara.&lt;br /&gt;Kebiasaan ini tentu saja berbeda dengan Rasulullah. Beliau justru  lebih banyak mendengar. Jika berkata atau berpidato, beliau memilih  kata-kata yang singkat, lugas dan tegas. Kita lihat hadits-hadits beliau  rata-rata pendek. Hadits panjang bisa dihitung dengan jari.&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dicontohkan Nabi, yang benar adalah banyak mendengar  sedikit berbicara. Bukankah anggota tubuh kita sudah mengisyaratkan hal  itu? Bukankah kita hanya memiliki satu mulut dan dua telinga? Artinya,  perbandingan antara pembicaraan dengan pendengaran itu semestinya satu  berbanding dua. Kenapa yang terjadi justru sebaliknya?&lt;br /&gt;Kita harus belajar menjadi pendengar yang baik sebagaimana kita  belajar menjadi pembicara yang baik. Sebagian dari sifat-sifat pendengar  yang baik adalah memberikan kesempatan kepada pembicara menuntaskan  pembicaraannya sampai sempurna, tidak memotong pembicaraan orang lain,  walaupun didapati beberapa kesalahan di dalamnya. Lebih baik kita  membuat beberapa catatan untuk merekam semua pemblicaraan orang,  kemudian menyampaikannya di saat gliran kita berbicara. Jangan  sekali-kali memotong benang pikiran orang yang tengah diurai.&lt;br /&gt;Termasuk  sifat pendengar yang baik adalah tidak banyak memberikan komentar dan  jawaban, jika sekiranya tidak perlu. Jika terpaksa harus memberi  komentar sebaiknya dipilih kata-kata yang bijaksana.&lt;br /&gt;Cucu Rasulullah, Hasan bin Ali ra menambahkan satu kiat menjadi pendengar yang baik, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wahai anakku, jika engkau mengikuti pembicaraan Ulama, hendaklah  engkau lebih banyak mendengar daripada berbicara. Belajarlah menjadi  pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang  baik. Dan janganlah kamu memotong pembicaraan seseeorang meski panjang  lebar, hingga ia menyelesaikannya sendiri.” &lt;/i&gt;*/SAHID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                          Rep: Administrator&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-842575614163906856?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/15795/10/03/2011/-jadilah-pendengar-yang-baik-(2).html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d28e7672425d6%2C0' title='Jadilah Pendengar Yang Baik (2)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/842575614163906856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=842575614163906856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/842575614163906856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/842575614163906856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-jadilah-pendengar-yang_07.html' title='Jadilah Pendengar Yang Baik (2)'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-6384082940770894623</id><published>2011-04-07T10:01:00.002+07:00</published><updated>2011-04-15T08:23:57.136+07:00</updated><title type='text'>Tiga Cara Mengingat Mati!</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15834/12/03/2011/tiga-cara-mengingat-mati%21.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d2911130f072f%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Tiga Cara Mengingat Mati!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Tiga Cara Mengingat Mati!                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal670785296.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Sabtu, 12 Maret 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             Oleh:  &lt;b&gt;Ali Akbar bin Agil&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;INGAT mati termasuk salah satu akhlak terpuji dan perilaku luhur lagi  mulia. Bagaimana tidak, mengingat kematian bukan sekadar ingat dan  tidak lupa, namun lebih dari itu mengingat kematian berarti  mempersiapkan bekal sebelum ajal datang.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Kumail bin Yizad, bahwa ia keluar dengan Ali Abi  Thalib radhiyallahu`anhu (ra.). Dalam perjalanan itu Ali menoleh ke  kuburan lalu berkata, “Wahai penghuni tempat yang menyeramkan, wahai  penghuni tempat penuh bala`, bagaimana kabar kalian saat ini? Maukah  kalian kuberitahu kabar dari kami: harta-harta kalian telah dibagi-bagi,  anak-anak kalian telah menjadi yatim, dan istri kalian telah dinikahi  oleh orang lain. Kini, maukah kalian memberi tahu tentang kabar yang  kalian miliki?”&lt;br /&gt;Kemudian Ali menoleh pada Kumail dan berkata, “Wahai Kumail,  seandainya mereka diizinkan menjawab mereka akan mengatakan,  ‘Sebaik-baik bekal adalah takwa.’&lt;br /&gt;Ali menangis. Lantas, kembali  berkata, “Wahai Kumail, kuburan itu adalah kotak amal, dan di kala  kematian, kabar dari isi kotak amal itu akan menghampirimu.” (&lt;i&gt;Al Hasan bin Bisyr Al-Aamidiy, Kanzul `Ummaal, &lt;/i&gt;Juz III, hal.697, Maktabah Syamilah).&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dun-ya dengan &lt;i&gt;sanad &lt;/i&gt;dari Anas bin  Malik, Rasulullah Shallahu `alaihi wa sallam (SAW) bersabda:  “Perbanyaklah mengingat kematian, sebab ia mampu membersihkan dosa-dosa,  dan menjauhkan diri dari kesenangan duniawi.”&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah ditanya oleh para sahabat tentang siapa  “orang-orang yang beruntung.” Maka Rasul menjawab, “Orang yang paling  banyak ingat mati, paling baik dalam persiapan menyambut kematian.  Merekalah orang-orang yang beruntung, dimana mereka pergi (meninggal)  dengan membawa kemuliaan di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah (4259)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehebat  apapun seseorang, segesit bagaimanapun ia berlari, tidak ada yang bisa  lepas dari jaring kematian. Di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan  bagaimanapun, kematian itu pasti akan datang menyergap, baik dalam  keadaan kita siap atau tidak, baik dalam keadaan baik atau buruk,  kematian adalah suatu kepastian.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa ta`la (SWT) berfirman,&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu.” &lt;/i&gt;(QS. Al-Jumu`ah [62]: 08)&lt;br /&gt;Cara Mengingat Mati&lt;br /&gt;Ada banyak cara dan kiat untuk membuat kita selalu ingat mati. Beberapa di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pertama, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;berusaha sekuat tenang untuk  mengingat kematian yang menimpa orang lain, entah itu saudara, keluarga,  atau siapa saja di antara manusia yang telah mendahului kita. Misalnya,  saat kita berjalan kemudian berpapasan dengan rombongan yang memanggul  keranda jenazah, di saat itulah kita berusaha mengingat kematian.&lt;br /&gt;Atau saat tetangga kanan-kiri kita ada yang meninggal, kita juga  berusaha mengingat kematian dengan mengatakan dalam diri kita, “Hari ini  tetanggaku telah meninggal, mungkin esok, lusa, atau beberapa hari lagi  aku yang akan dipanggil oleh Allah SWT.”&lt;br /&gt;Hal demikian jika kita lakukan dengan sungguh-sungguh, akan membuat  kita terhindar dari pembicaraan yang tidak berguna kala bertakziah  kepada keluaraga yang ditinggal mati kerabatnya seperti yang sering kita  perhatikan atau bahkan kita sendiri melakukannya.&lt;br /&gt;Padahal Rasul pernah menegur beberapa orang yang berbicara tanpa  guna. Beliau mengatakan, “Andaikata kalian banyak mengingat  ‘pemotong  kenikmatan’ niscaya kalian tidak banyak berbicara seperti ini,  perbanyaklah mengingat ‘pemotong kenikmatan’. (HR. Turmudzi (2648))&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;setelah kita mengingat kematian itu  sendiri, cobalah kita membayangkan bagaimana sepi dan sunyinya alam  kubur itu, tidak ada yang menemani di hari-hari yang dilalui. Suami atau  istri yang paling cinta sekalipun tidak ada yang sanggup menemani jika  kita telah wafat, terkubur dalam tumpukan debu dan tanah.&lt;br /&gt;Diceritakan dari Abu Bakar Al-Isma`ili dengan sanandnya dari Usman  bin Affan, bahwa apabila mendengar cerita neraka, ia tidak menangis.  Bila mendengar cerita kiamat, ia tidak menangis. Namun, apabila  mendengar cerita kubur, ia menangis.&lt;br /&gt;“Mengapa demikian, wahai Amirul Mukminin,” tanya seseorang kepada  beliau. Usman menjawab, “Apabila aku berada di neraka, aku tinggal  bersama orang lain, pada hari kiamat aku bersama orang lain, namun bila  aku berada di kubur, aku hanya seorang diri.” (Syeikh Muhammad bin Abu  Bakar Al-`Ushfuri, &lt;i&gt;Syarh Al-Mawaa`idz Al-`Ushfuuriyyah, &lt;/i&gt;Jakarta: Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, hal. 28)&lt;br /&gt;Kesendirian dan sepi senyapnya alam kubur dapat berubah menjadi  kebahagiaan atau kesengsaraan, tergantung amal kita selama hidup di  dunia. Kuburan dapat menjadi lumbung kebahagiaan atau menjadi sumber  siksa dan sengsara. “Kubur itu bisa merupakan salah satu kebun surga  atau salah satu parit neraka,” sabda Nabi SAW. (HR. Turmudzi (2460))&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;termasuk hal sangat dianjurkan  dalam upaya kita mengingat mati adalah berziarah ke kubur. Ziara kubur  merupakah perkara yang disunnahkan dan sangat direkomendasikan oleh  rasul.&lt;br /&gt;Lewat kegiatan ziarah, kita mengambil pelajaran dan hikmah tentang  keadaan alam kubur, dan apa yang terjadi di dalamnya, serta kehidupan  yang akan dilewati usai dari alam kubur nantinya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, nabi berpesan, “Aku pernah melarang kalian untuk  berziarah kubur, namun sekarang berziaralah sebab ia dapat mengingatkan  akan kehidupan akhirat dan menjauhi kemewahan dunia.” (HR. Muslim  (977))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, musibah terjadi di mana-mana setiap saat.  Sementara di sisi lain, banyak manusia tidak sadar bahwa detak jantung,  denyut nadi mereka bisa saja berhentik berdetak sewaktu-waktu. Entah  karena tabrakan, karena kecelakaan, karena banjir, tsunami atau bahkanya  saat mereka sedang bersendau gurau dengan sana-keluarga. Sesungguhnya  kematian merupakan langkah yang sudah pasti, kita hanyalah menunggu  gilirannya.&lt;br /&gt;Dan ketika nyawa telah dicabut – bahkan ketika kita sedang bergembira  sekalipun— apa yang telah kita siapkan untuk menghadap Nya?&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penulis adalah pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Foto: ilustrasi&lt;/span&gt;                                                          Sumber :&lt;br /&gt;Rep: Administrator&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-6384082940770894623?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/15834/12/03/2011/tiga-cara-mengingat-mati!.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d2911130f072f%2C0' title='Tiga Cara Mengingat Mati!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/6384082940770894623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=6384082940770894623&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6384082940770894623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6384082940770894623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-tiga-cara-mengingat.html' title='Tiga Cara Mengingat Mati!'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-9081629396454052933</id><published>2011-04-07T10:00:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T08:39:16.371+07:00</updated><title type='text'>Jadilah Pendengar Yang Baik</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/15775/09/03/2011/jadilah-pendengar-yang-baik.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d28bdbcde6c34%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Jadilah Pendengar Yang Baik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Jadilah Pendengar Yang Baik                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal855991210.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Rabu, 09 Maret 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;i&gt;Kesediaan Nabi mendengarkan, merupakan cerminan akhlaq yang mulia&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Komunikator  yang baik adalah pendengar yang bijaksana,” begitu kata seorang teman  menasehati. Tentu, bukan berarti menjadi pendengar seseorang tidak  berkomunikasi. Sebab, dengan menjadi pendengar, hakekatnya ia sedang  berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kita, banyak orang suka bicara tapi  jarang mendengarkan. Di warung, di kampus, di kampung, di kantor sampai  di Gedung DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TV kita, banyak banyak menfasilitasi orang-orang  yang suka bicara. Semua berbicara, sampai-sampai tak mendengarkan  pendapat orang lain. Jadilah debat kusir. Kebiasaan suka bicara dalam  masayarakat kita ini, sampai-sampai sering jadi gurauan. “Mengapa   perusahaan seluler laris manis di Indonesia? Jawabannya karena  masyarakat kita suka bicara, jarang mendengarkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333399;"&gt;&lt;b&gt;                                                                      ***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  adalah sosok manusia paripurna yang hampir sempurna dalam segala  halnya. Salah satu kesempurnaannya asdalah caranya dalam melakukan  dialog dan menjalin komunikasi dengan kawan maupun lawannya. Kehebatan  komunikasinya itulah yang dapat “menyihir” orang sehingga tertarik,  kemudian mengikuti ajran yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tentu bukan  ahli sihir. Kemampuan komunikasinya bukan dari hasil praktek mistik,  tapi merupakan latihan panjang dari proses mistik, tapi merupakan  latihan panjang dari proses perjuannya sejak kecil. Beliau mandiri sejak  usia dini, sehingga mengharuskannya bergaul dengan dunia luas.  Pergaulannya menjadi sangat luas ketika beliau berdagang di usia remaja.  Di sinilah kemampuan berkomunikasi itu diasah. Lebih dari itu, tentu  saja Nabi mempunyai berbagai kelebihan yang bersifat mu’jizati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu rahasia keberhasilan Rasulullah dalam berbagai dialognya adalah  kesediaan beliau menjadi pendengar yang baik. Rasululllah tidak saja  pandai berbicara, tapi juga pandai mendengar. Selain menjadi pembicara  yang baik, beliau adalah pendengar yag sangat baik. Berikut ini kisah  Rasulullah ketika berdialog dengan perunding ulung yang akhirnya takluk  setelah berdialog dengan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah sudah mulai  melakukan da’wah secara terbuka, kaum kafir Quraisy gundah dan guncang  hatinya. Mereka ingin membendung aktivitas da’wah Muhammad dengan segala  cara. Salah satunya adalah dengan mengutus Utbah bin Rabi’ah untuk  melakukan negoisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Utbah  duduk di sebelah Rasulullah saw seraya berkata: “Wahai anak pamanku,  sesungguhnya engkau mengetahui secara pasti kedudukanmu di tengah-tengah  kaummu. Engkau telah memecah-belah barisan mereka, engakau caci-maki  tuhan-tuhan mereka, dan engkau kafirkan nenek moyang mereka. Karena itu  dengarkanlah kata-kataku: Aku akan menyampaikan beberapa tawaran,  mudah-mudahan kamu mau menerima sebagiannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata:  “Wahai Abl Walid, katakanlah. Aku akan mendengarnya.” Lalu Utbah bin  Rabi’ah mengutarakan panjang lebar segala tawarannya. Ketika selesai,  Rasulullah kembali bertanya: “Sudah selesaikah wahai Abul Walid?” Ia  menjawab, “Sudah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian berkata: Sekarang  dengarkanlah kata-kataku. Ia pun menjawab: “Silahkan” Lalu Rasulullah  membacakan beberapa ayat dari surat Fushilat. Sampai pada akhirnya  beliau membaca ayat sajadah (ayat 37), dan beliau bersujud. Lengkapnya  ayat itu berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sebagian tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah  malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan  janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudklah kepada Allah yang  Menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  itu beliau berkata kepada Utbah, engkau telah mendengarkannya dan kini  silahkan temukan sikapmu. Utbah segera bangkit dari tempat duduknya,  lalu pergi menjumpai teman-temannya. Sebagian dari mereka berkata: “Demi  Allah, Abul Walid datang kepada kalian dengan raut muka yang berbeda  dengan ketika ia berangkat.” Utbah meminta kepada mereka supaya  memanggil Rasul Allah saw, akan tetapi mereka enggan. Mereka malah  berkata: “Ia telah menyihirmu dengan ucapannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita  perhatikan percakapan antara Rasulullah dengan Utbah sungguh sangat  menarik. Selaiin bobot pembicaraannya yang bagus, cara dialognya juga  mempesona. Rasulullah sebagai tuan rumah terlebih dahulu mempersilahkan  tamunya untuk menyampaikan maksud kedatangannya. Dengan penuh perhatian  beliau mendengarkan sampai pembicara tuntas menyampaikan maksudnya.  Beliau tidak memotong pembicaraan lawan bicaranya, malah beliau bertanya  kepadanya, Wahai Abul Walid, apakah kamu sudah selesai? */&lt;i&gt;&lt;b&gt;bersambung&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;                                                          Rep: Cholis Akbar&lt;br /&gt;Red: Panji Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-9081629396454052933?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/15775/09/03/2011/jadilah-pendengar-yang-baik.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d28bdbcde6c34%2C0' title='Jadilah Pendengar Yang Baik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/9081629396454052933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=9081629396454052933&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/9081629396454052933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/9081629396454052933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-jadilah-pendengar-yang.html' title='Jadilah Pendengar Yang Baik'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-5617226743177848171</id><published>2011-04-07T09:58:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T09:02:50.194+07:00</updated><title type='text'>Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16129/30/03/2011/lihatlah-ke-bawah,-jangan-lihat-ke-atas.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d2829c4928e67%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal153313073.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Rabu, 30 Maret 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Hidayatullah.com—&lt;/b&gt;Manusia (&lt;i&gt;al-insan&lt;/i&gt;)  merupakan mahluk Allah yang paling sempurna, dan paling banyak menerima  karunia-Nya, dibanding dengan yang lainnya. Namun, seringkali manusia  lupa mensyukuri semua karunia itu. Padahal, karunia Ilahi yang datang  silih berganti tanpa pernah kita syukuri hanya akan menambah kemurkaan  Allah semata.&lt;br /&gt;Banyak nikmat Allah telah kita sia-siakan. Dari yang terkecil hingga  besar. Bayangkan, seandainya udara yang kita hirup dihargai dengan uang.  Berapa banyak uang yang kita keluarkan hanya untuk membeli udara.&lt;br /&gt;Belum lagi air yang setiap hari kita pakai. Alangkah Maha Pemurahnya Allah.&lt;br /&gt;Berjalan  dengan kedua kaki, melihat dengan kedua mata, dan bernafas merupakan  nikmat yang tidak bisa tidak kita syukuri. Allah menciptakan manusia dan  menyempurnakan penglihatan, pendengaran, dan mata hati, untuk dapat  menjaga kualitas syukur kita atas semua pemberian-Nya.&lt;br /&gt;Dalam al-Quran, Allah berfirman;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh  (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan  hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.&lt;/i&gt;” [QS: As Sajadah: 9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba  kita renungkan tentang susunan anatomi tubuh  yang kompleks, rumitnya  saluran darah, jaringan saraf, serta gumpalan otak dan hati, yang  terakhir membuat derajat manusia lebih tinggi di antara mahluk Allah  yang lain. Andai saja ada kerusakan sedikit di bagian otak kita,  jaringan saraf terputus, dan aliran darah terhenti sesaat saja. Apa yang  terjadi dalam tubuh kita?&lt;br /&gt;Wujud Manisnya Iman&lt;br /&gt;Kemampuan mensyukuri nikmat adalah salah satu wujud nyata dari  manisnya iman. Ungkapan syukur tidak hanya di lisan. Melainkan  mengejewantah dalam keseharian kita. Ibadah kian bertambah baik.  Hubungan dengan tetangga makin harmonis. Kehidupan rumah tangga tambah  berkah. Dan peran sosial kita semakin dapat dirasakan oleh masyarakat  luas. Semua itu merupakan bentuk lain dari cara mensyukuri nikmat Allah  Swt.&lt;br /&gt;Tubuh kita merupakan nikmat Allah yang tiada tara. Alam raya dan  segala hal yang ada di dalamnya, adalah tanda-tanda kekuasaan dan  fasilitas Allah guna memanjakan mahluk-Nya yang bernama manusia.  Bentangan bumi yang subur, dan perut bumi yang mengandung banyak karunia  Ilahi. Semuanya diserahkan kepada manusia untuk mengelola dan menikmati  hasilnya. Bila sudah sedemikian sayangnya Allah pada kita, sanggupkah  kita mengingkari-Nya? Allah menegaskan dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ  لَكُم مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ  نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّهِ  بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُّنِيرٍ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan  untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan  menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia  ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau  petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan.&lt;/i&gt;” [QS: Luqman [31]: 20]&lt;br /&gt;Pernah  kita merasakan betapa nikmatnya sehat itu. Saat terbaring lemas di  rumah sakit, saat makanan-makanan lezat dihidangkan, handai taulan yang  datang membesuk, apa yang kita rasakan? Tubuh tak kuasa bergerak, lidah  tidak dapat merasakan lezatnya hidangan yang tersedia, dan sapaan hangat  handai taulan pun berlalu sedemikian dinginnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa  rendahkah kita, ketika hanya mampu makan sehari sekali, sedangkan banyak  saudara kita yang tidak mampu makan, walau sehari sekali. Fenomena  penyakit busung lapar yang sempat diekspos media massa beberapa waktu  lalu (dan boleh jadi saat ini masih banyak namun tidak terekspos  lantaran banyaknya peristiwa baru yang saling susul menyusul) menghentak  kita untuk lebih memacu diri dalam mensyukuri nikmat Allah. Bagaimana  kalau hal itu terjadi pada diri kita dan keluarga? Apa yang bisa kita  lakukan.&lt;br /&gt;Hinakah kita ketika fasilitas hidup yang kita terima tidak sama lebih  rendah dibanding dengan tetanggga atau saudara kita yang lain.  Penghasilan tidak sebanyak kolega kita. Karir tidak melejit secepat   teman-teman seangkatan dengan kita dn bahkan di bawah kita? Demikian  dengan suasana kerja tidak senyaman yang kita harapkan. Dapatkah kita  mensyukuri semua itu sebagai nikmat.&lt;br /&gt;Bersyukur kita, saat banyak orang yang kehilangan pekerjaan,  kesulitan bertahan hidup, dan bekerja dalam penuh ketidakpastian masa  depan dan jaminan penghasilan yang memadai. Kita masih bisa bertahan  seperti apa yang kita alami kini. Kita masih dikaruniai nikmat sehat dan  taat (ibadah).&lt;br /&gt;Kita dianjurkan untuk selalu melihat siapa yang ada di bawah. Jangan  dibiasakan mengukur tingkat kesejahteraan dan kemakmuran hidup dengan  siapa yang ada di atas kita. Inilah yang dapat mendekatkan diri pada  sikap dan perilaku kufur. Tentu yang dimaksudkan ini sebagai bagian rasa  syukur, bukan sebagai legitimasi dan sikap kemalasan. Sebab sebagai  pribadi Muslim, kita tetap diwajibkan terus berprestasi sampai ke  tingkat paling atas dan beramal kebaikan sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Pendorong Kekufuran&lt;br /&gt;Sementara arus budaya kufur menggempur kita tiada terkira.  Hampir-hampir iman kita terseret dalam arus budaya kufur. Sarana-sarana  dan fasilitas kekufuran tersedia dengan porsi yang lebih besar ketimbang  sarana untuk bersyukur. Budaya hedonis, konsumtif, dan kontraproduktif  terbangun dengan sistematis. Dan ada sarana untuk mengejawantahkan  kekufuran secara baik, mulus, tanpa hambatan. Iman yang kita pupuk, dan  rasa syukur yang coba ditumbuhkan, serta merta harus berhadapan dengan  gelombang besar kekufuran yang sarat kemudharatan.&lt;br /&gt;Kuncup syukur itu harus berdiri tegak. Tetap tegar walaupun dihajar  badai kufur nan garang. Kelak kualitas kesyukuran kita akan teruji dan  tidak lekang oleh hal yang membuat hambar cita rasa untuk bersyukur.  Bukankah iman tumbuh dan berkualitas saat cobaan dan rintangan datang  tiada henti. Justru ketika tiada hinaan, cercaan, dan hambatan, iman  tumbuh tiada bergelora. Hidup ini tidak berjalan apa adanya. Ada upaya  untuk membuatnya stagnan. Karena hambatan dan cobaan tiada kunjung tiba.  Atau bahkan kita hindari kedatangannya. Menerima setiap pemberian  Allah, betapapun kecilnya, merupakan sikap serta rasa syukur.&lt;br /&gt;Bila kita membiasakan diri dengan menerima ketetapan dan pemberian  Allah dengan perasaan cukup (qonaah), niscaya kita akan kaya. Dikayakan  oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Hidup kian bermakna saat kita pandai mensyukuri semua yang diberikan Alah pada kita, manusia.&lt;br /&gt;Nikmat dunia adalah ujian. Segala hal yang Allah berikan di dunia ini  merupakan sarana untuk menguji siapa yang paling baik perbuatannya di  antara kita.&lt;br /&gt;Ilmu yang Allah berikan pada kita, wajib diamalkan dan  disebarluaskkan pada masyarakat banyak. Agar kelak ilmu yang kita miliki  membuahkan hasil dan mewujud pada perubahan dan perbaikan peradaban  yang hari ini kian massif dan tidak beradab. Banyak orang pintar tetapi  tidak memberi kontribusi apa-apa pada komunitasnya. Yang ada hanyalah  kerusakan yang ditimbulkan akibat ilmu dan kemampuan yang dimilikinya.  Kufur terhadap ilmu yang Allah berikan adalah tidak mengamalkannya di  jalan Allah. Atau berbuat kerusakan bersandar pada ilmu yang  dimilikinya. &lt;br /&gt;Karena sifat dan karakteristik manusia adalah angkuh dan  menyombongkan diri. Kedua sifat tersebut dekat dengan kekufuran.  Sampai-sampai Allah Swt memberi peringatan secara berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?." &lt;/i&gt;[QS: arrahman: 13]&lt;br /&gt;Betapa manusia adalah mahluk yang sering berbuat kekufuran. Walaupun  sifat tidak pernah puas selalu menghantui dan terus saja mengikuti kita  kemanapun pergi, namun kita tak perlu khawatir dengan itu. Yang bisa  kita lakukan ialah, menahan dan mengekang hawa nafsu kita dari kekufuran  dan perbuatan yang mendekatkan pada kekufuran itu sendiri.&lt;br /&gt;Inilah hakikat dan esensi syukur. Refleksi syukur itu hendaknya mampu  mengeliminasi sinyal-sinyal kekufuran yang terus menerus tumbuh dan  berpotensi untuk mendominasi dalam diri setiap insan. Karena syukur dan  kekufuran ibarat minyak dan air. Keduanya sangat tidak mungkin  disatukan. Jurang pembatas terlampau jelas untuk membedakan keduanya.&lt;br /&gt;Refleksi syukur pun bisa ditafsirkan dengan berlomba-lomba melakukan  kebaikan. Dan hal ini memang sangat dianjurkan. Tetapi merasa paling  baik, paling taat kepada Allah, paling benar, paling pandai mensyukuri  nikmat Allah adalah sikap yang tidak dibenarkan dalam Islam. Karena itu  adalah perangkat Iblis dalam menggoda dan menggiring anak keturunan&lt;br /&gt;Mensyukuri karunia Ilahi dapat dilakukan dengan beragam cara. Tidak  hanya mengucapkan Alhamdulillah saja. Rasa syukur itu mengejawantah.  Syukur itu merealitas dalam kehidupan sosial dan pribadi kita.&lt;br /&gt;Kita dapat mendeteksi sikap dan perilaku diri sendiri.&lt;br /&gt;Sudahkah kita mensyukuri nikmat Allah yang banyaknya tiada terkira?.*/&lt;i&gt;atw&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;                                                          Rep: CR-3&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-5617226743177848171?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/16129/30/03/2011/lihatlah-ke-bawah,-jangan-lihat-ke-atas.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d2829c4928e67%2C0' title='Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/5617226743177848171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=5617226743177848171&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/5617226743177848171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/5617226743177848171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-lihatlah-ke-bawah.html' title='Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-5302629467799201141</id><published>2011-04-07T09:46:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T09:04:48.291+07:00</updated><title type='text'>Aleppo dan Kisah Pemimpin yang Menyebalkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16248/07/04/2011/aleppo-dan-kisah-pemimpin-yang-menyebalkan.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d9d2552a60dce24%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Aleppo dan Kisah Pemimpin yang Menyebalkan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Aleppo dan Kisah Pemimpin yang Menyebalkan                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal296576530.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Kamis, 07 April 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             Oleh:&lt;b&gt; Alwi Alatas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;DALAM sebuah hadith, Rasulullah saw menyebutkan, “&lt;i&gt;Sebaik-baik  pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka pun mencintai  kalian, mereka mendoakan kalian, dan kalian juga mendoakan mereka.  Seburuk-buruknya pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun  membenci kalian, kalian melaknat mereka, dan mereka pun melaknat kalian&lt;/i&gt;” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Setiap Muslim tentu mendambakan pemimpin yang baik. Tapi harapan  tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Itu juga yang rupanya yang tengah  dirasakan oleh masyarakat di negeri-negeri Muslim sekarang ini,  khususnya di negara-negara Arab dan Afrika Utara.&lt;br /&gt;Pemimpin mereka tidak menyintai mereka dan tidak juga berbuat baik  pada mereka. Maka mereka pun membenci para pemimpin tersebut. Kebencian  itu kemudian meledak menjadi ‘revolusi’ yang menumbangkan rezim-rezim  yang telah berpuluh tahun mengendalikan negeri mereka. Revolusi itu  bermula di Tunisia, lalu berlanjut ke Mesir, dan merembet ke beberapa  negara lainnya.&lt;br /&gt;Negeri-negeri yang mengalami revolusi itu dikendalikan oleh  pemimpin-pemimpin yang menyebalkan. Bukan hanya menyebalkan, para  pemimpin ini juga telah banyak melakukan kezaliman terhadap rakyatnya,  sehingga masyarakat menjadi muak dan marah. Maka ketika masyarakat  mendapat kesempatan, terjadilah revolusi yang menumbangkan beberapa  rezim yang berkuasa lebih dari dua dekade tersebut, seperti Zainul  Abidin (Barat menyebutnya Zine El Abidine) Ben Ali di Tunisia dan Husni  Mubarak di Mesir.&lt;br /&gt;Sungguh dapat dimaklumi mengapa masyarakat merasa sebal dan marah  terhadap para pemimpin tersebut. Para pemimpin ini banyak melakukan  penyalahgunaan kekuasaan, cenderung memperkaya diri, dan terus berusaha  melanggengkan kekuasaannya dengan berbagai cara. Istri Ben Ali bahkan  dikabarkan membawa lari 1,5 ton emas dari Bank Sentral Tunisia saat  melarikan diri ke Jeddah bersama suaminya.&lt;br /&gt;Sementara Husni Mubarak disebut-sebut mengumpulkan kekayaan yang  sangat besar selama menjadi pemimpin Mesir, sehingga ia layak dimasukkan  dalam daftar orang-orang terkaya di dunia.&lt;br /&gt;Saat masyarakat Mesir berdemonstrasi di Tahrir Square, Kairo, dan  tempat-tempat lainnya, Mubarak tetap berusaha bertahan. Dalam salah satu  pidato yang disiarkan oleh al-Jazeera dan media-media lainnya, ia  menggambarkan betapa dirinya sebetulnya sudah merasa lelah memimpin  negeri itu, tetapi ia khawatir kemundurannya akan menyebabkan kekacauan.  Bagaimanapun, masyarakat Mesir merasa jauh lebih lelah dengan  kepemimpinannya yang hampir mencapai 30 tahun. Mereka terus  berdemonstrasi hingga Mubarak akhirnya bersedia untuk mundur. Kini,  nasib yang sama juga sedang mengintai beberapa rezim lainnya, seperti  Muammar Qadhafi di Libya dan Ali Abdullah Saleh di Yaman.&lt;br /&gt;Pemimpin yang menyebalkan, dan zalim, tentunya bukan baru ada pada  masa belakangan ini saja. Sejak masa-masa sebelumnya kaum Muslimin juga  sudah pernah berinteraksi dengan pemimpin semacam ini.&lt;br /&gt;Artikel ini ingin memberikan contoh yang pernah terjadi di penghujung  abad ke-11 dan awal abad ke-12, yaitu pada masa terjadinya Perang Salib  pertama. Ketika itu, tentara Salib yang dipimpin oleh Raymond of  Saint-Gilles, Godfrey, dan Bohemond berhasil menaklukkan sebagian  wilayah Suriah dan Palestina bukan karena mereka lebih kuat dari kaum  Muslimin. Mereka berhasil karena kaum Muslimin ketika itu dalam keadaan  bercerai berai dan pemimpin mereka memiliki sifat yang buruk.&lt;br /&gt;Kasus Aleppo&lt;br /&gt;Menjelang terjadinya Perang Salib I (1096-1099), wilayah Suriah dan  Palestina terpecah-pecah menjadi wilayah-wilayah kecil yang diperintah  secara terpisah dan berdiri sendiri. Masing-masing pemimpin wilayah  tersebut lebih memikirkan cara untuk mempertahankan kekuasaannya sendiri  daripada menjalin persatuan dalam menghadapi ancaman musuh dari luar.  Aleppo dan Damaskus merupakan dua kota Muslim paling kuat dan paling  menonjol di Suriah pada masa itu.&lt;br /&gt;Selepas tahun 1095, kota Aleppo dipimpin oleh Ridwan bin Tutush (w.  1113), sementara Damaskus dipimpin oleh Duqaq bin Tutush (w. 1104).  Keduanya berasal dari Bani Saljuk dan merupakan saudara kandung.  Walaupun bersaudara, keduanya saling bermusuhan dan sama sekali tidak  mau bekerja sama. Gubernur-gubernur pada kota-kota lainnya di Suriah  masing-masing berafiliasi dengan Ridwan atau dengan Duqaq, atau  memerintah secara independen.&lt;br /&gt;Perseteruan di antara kedua kakak beradik ini digambarkan oleh Amin Malouf dalam bukunya &lt;i&gt;The Crusades through Arab Eyes &lt;/i&gt;(Malouf,  1984: 22-23) ‘begitu keras sehingga tidak ada sesuatu pun, tak juga  ancaman bersama terhadap keduanya, yang dapat membujuk mereka untuk  mempertimbangkan rekonsiliasi.’&lt;br /&gt;Permusuhan tersebut bukan tanpa sebab. Saat mengambil alih kekuasaan  di Aleppo selepas kematian ayahnya pada tahun 1095, Ridwan membuat dua  adiknya mati digantung. Hal ini ia lakukan karena khawatir mereka kelak  akan menjadi pesaingnya sebagai penguasa. Adiknya yang lain, Duqaq,  melarikan diri pada malam ia akan dibunuh. Duqaq melarikan diri ke  Damaskus dan oleh para pengawal kota itu, ia diangkat sebagai penguasa  di sana. Sejak saat itu, kedua penguasa itu memerintah kedua wilayah  tersebut secara terpisah (Ibn al-Athir, 2002: 280-281).&lt;br /&gt;Pada tahun-tahun awal kedatangan pasukan Salib, Ridwan ikut memerangi  tentara Salib ini, terutama setelah jatuhnya kota Antioch ke tangan  mereka. Kota Antioch terletak tak terlalu jauh dari Aleppo. Aleppo  berperang melawan pasukan Salib secara terpisah dari Damaskus. Jika  dalam koalisi pasukan Muslim ada pasukan Damaskus, maka pasukan Aleppo  tidak akan menyertainya, demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Pasukan Aleppo, sebagaimana pasukan-pasukan Muslim lainnya, hampir  selalu kalah dalam menghadapi pasukan Salib, walaupun jumlah mereka  biasanya lebih banyak. Hal ini disebabkan tidak adanya kepercayaan di  antara mereka dan sikap saling mengkhianati satu sama lain.&lt;br /&gt;Penduduk Aleppo pada masa itu sebagian besar menganut faham Syiah  Ismailiyah. Selama masa kepemimpinan Ridwan, salah satu sekte pecahan  Syiah Ismailiyah yang biasa disebut aliran Batiniyah atau Assassin  berkembang sangat pesat di kota ini.&lt;br /&gt;Pada awalnya, kelompok Batiniyah muncul di Irak menjelang terjadinya  Perang Salib I, dan setelah itu menyebar ke wilayah Suriah. Mereka  disebut Batiniyah karena menyembunyikan keyakinan dan sikap yang berbeda  dengan apa yang mereka tampakkan secara zahir. Kelompok Batiniyah  memiliki misi meruntuhkan Kekhalifahan Abbasiyyah dan Kesultanan Bani  Saljuk yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan cara melakukan  pembunuhan politik. Mereka melatih kader-kader yang dapat menyusup dan  mendekati para pemimpin Muslim-Sunni di tempat-tempat umum untuk  membunuh mereka dan menciptakan rasa takut di tengah-tengah mereka.&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Ridwan, kelompok Batiniyah menjadikan kota  Aleppo sebagai basis kekuatan mereka. Hal ini disebabkan adanya dukungan  Ridwan terhadap mereka. Ibn al-Qalanisi menyebutkan bahwa Ridwan  sendiri merupakan penganut Batiniyah dan ia merupakan penguasa Muslim  pertama di Aleppo dan Suriah yang menganut faham tersebut.&lt;br /&gt;Pada tahun 1103, penguasa Homs, Jannah al-Dawla dibunuh oleh  orang-orang Batiniyah. Ketika itu ia dan para pengawalnya sedang berada  di dalam masjid untuk melaksanakan shalat Jum’at. Tak jauh dari  tempatnya duduk ada tiga orang Persia dan seorang shaikhnya yang  berpakaian seperti para sufi. Lalu tiba-tiba sheikh tersebut memberi  isyarat dan ketiga orang tadi segera menyerang Jannah al-Dawla dan  beberapa pengawalnya hingga mati terbunuh. Para pengawal yang lain  segera membunuh orang-orang Batiniyah ini.&lt;br /&gt;Selain itu mereka juga membunuh sepuluh orang berpakaian sufi lainnya  yang ada di dalam masjid karena dicurigai terlibat dalam kejahatan  tersebut, walaupun sebetulnya mereka tidak memiliki kaitan dengan  pembunuhan itu. Penduduk kota Homs segera meminta perlindungan Damaskus  selepas kejadian tersebut. Ridwan disebut-sebut sebagai orang yang  berada di belakang pembunuhan ini dengan memanfaatkan orang-orang  Batiniyah (Ibn al-Qalanisi, 1980: 57-58).&lt;br /&gt;Walaupun tidak segan bermusuhan dan menghabisi saingan politiknya  dari kalangan Muslim, Ridwan cenderung bersikap lunak terhadap pasukan  Salib yang menguasai beberapa wilayah Suriah. Merasa terganggu dengan  keberadaan pasukan Salib di Antioch yang sering menyerang wilayahnya,  Ridwan berusaha membangun hubungan damai dengan mereka. Merasa berada di  atas angin, pemimpin Salib di Antioch memberi syarat bagi permohonan  damai tersebut. Mereka menuntut Ridwan meletakkan sebuah Salib besar di  pucuk menara masjid besar kota Aleppo.&lt;br /&gt;Ridwan menyetujui permintaan ini dan meletakkan Salib tersebut di  puncak menara masjid (Maalouf, 1984: 68). Tentu saja hal ini menimbulkan  kemarahan penduduk Aleppo. Mereka memprotes hal itu sehingga Ridwan  terpaksa memindahkan Salib besar itu dari menara masjid ke sebuah  gereja.&lt;br /&gt;Pada tahun 1111, Ridwan kembali menjalin perdamaian dengan  orang-orang Kristen (kekuatan Salib). Sebagai syarat perdamaian, ia  setuju untuk membayar upeti tahunan sebesar 32.000 dinar serta beberapa  upeti lainnya kepada para pemimpin Salib. Ridwan bukan satu-satunya  pemimpin Muslim yang melakukan hal ini.&lt;br /&gt;Pemimpin Tyre, Shayzar, dan Hamah juga melakukan hal yang sama,  walaupun mereka membayar upeti yang jauh lebih kecil. Ibn al-Athir  menjelaskan bahwa ‘rasa takut kaum Muslimin terhadap mereka (kaum Salib,  pen.) sangat besar dan hati mereka naik ke kerongkongan, (mereka  merasa) yakin bahwa orang-orang Frank (kekuatan Salib Eropa, pen.) akan  mampu menguasai seluruh wilayah Suriah karena tidak ada seorang pun yang  melindungi dan mempertahankannya’ (Ibn al-Athir, 2006: 154). Para  pemimpin Muslim di Suriah dan wilayah-wilayah lainnya ketika itu hanya  memikirkan kekuasaan mereka saja dan tidak berusaha sungguh-sungguh  untuk memberi keamanan bagi masyarakat Muslim serta wilayah yang mereka  pimpin.&lt;br /&gt;Karena merasa kehilangan harapan terhadap para pemimpin di Suriah,  sekelompok ulama dan tokoh Aleppo berangkat ke Baghdad. Mereka meminta  bantuan Khalifah dan Sultan Bani Saljuk untuk mengusir pasukan Salib  dari Suriah dan Palestina. Sultan Bani Saljuk kemudian menjawab secara  positif permintaan ini. Ia memerintahkan bawahannya di Mosul, Irak,  untuk menyiapkan pasukan dan berangkat ke Suriah. Namun, ketika pasukan  sultan tiba di Aleppo, Ridwan memerintahkan penutupan gerbang kota itu  dan tidak mau menerima pasukan tersebut, walaupun pasukan itu sebetulnya  hendak membantu Aleppo dan wilayah&lt;br /&gt;Muslim lainnya dalam menghadapi pasukan Salib (Ibn al-Athir, 2006: 154-156).&lt;br /&gt;Beberapa  tahun kemudian pasukan sultan yang baru di bawah pimpinan Mawdud  menjadikan Damaskus sebagai basis pasukan Muslim. Damaskus ketika itu  dipimpin oleh Tughtagin, menggantikan Duqaq yang telah meninggal dunia  pada tahun 1104.&lt;br /&gt;Tapi pada tahun 1113, Mawdud dibunuh oleh seorang penganut Batiniyah  di depan masjid besar Damaskus setelah melaksanakan shalat Jum’at (Ibn  al-Qalanisi, 1980: 139-141). Tughtagin melemparkan tuduhan kepada Ridwan  sebagai orang yang berada di belakang pembunuhan tersebut. Namun,  beberapa sejarawan menduga Tughtagin sendirilah yang telah menyewa kaum  Batiniyah untuk melakukan pembunuhan tersebut (Ibn al-Athir, 2006:  162-163).&lt;br /&gt;Sebenarnya, para pemimpin di Suriah merasa khawatir jika pasukan  sultan berhasil mengalahkan pasukan Salib, maka Sultan Bani Saljuk akan  memiliki pengaruh lebih besar di Suriah dan pada akhirnya mengganggu  kedudukan mereka. Mereka lebih suka membiarkan kekuatan Salib tetap  bercokol di Suriah dan Palestina asalkan mereka sendiri tetap dapat  mempertahankan kekuasaannya. Mereka kadang membangun kerjasama dengan  sebagian kekuatan Salib dalam menghadapi saudara Muslim mereka sendiri.  Hal ini juga dilakukan oleh Ridwan. Ridwan pernah menyurati Tancred,  penguasa Salib di Antioch, mengajaknya bekerja sama dalam menghadapi  penguasa kota Mosul, Jawali Saqao, yang dianggapnya sebagai musuh dan  ancaman bagi kekuasaannya, walaupun Jawali merupakan seorang Muslim.&lt;br /&gt;Mengutip Ibn al-‘Adim. Carole Hillenbrand dalam bukunya Perang Salib  menyebutkan bahwa ‘elite politik Aleppo mendukung keberadaan kaum Frank  di Suriah secara terus menerus, karena itu membantu mereka untuk  mempertahankan status kemerdekaan kota mereka’ (Hillenbrand, 2006:  108-109).&lt;br /&gt;Ridwan tentu saja bukan satu-satunya pemimpin yang buruk di dunia  Islam pada masa itu. Banyak pemimpin ketika itu memiliki perilaku yang  hampir sama. Mereka mendahulukan kepentingan pribadinya di atas  kepentingan masyarakat yang mereka pimpin. Perilaku mereka ini memberi  keuntungan bagi musuh dan memungkinkan mereka menguasai sebagian wilayah  Muslim. Hal itu bagi mereka tidak menjadi masalah asalkan mereka tetap  dapat berkuasa. Sebagian dari pemimpin ini memang dapat mempertahankan  kekuasaan hingga akhir hayat mereka.&lt;br /&gt;Namun, keadaan mereka seperti yang digambarkan dalam hadith pada awal  artikel ini, yaitu ”pemimpin ... yang kalian benci dan mereka pun  membenci kalian, kalian melaknat mereka, dan mereka pun melaknat  kalian.” Sementara sebagian pemimpin lainnya jatuh di tengah masa  kepemimpinannya dalam keadaan terhina dan wilayah mereka jatuh ke tangan  musuh.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, keadaan seperti itu tidak berlangsung terus menerus.  Kaum Muslimin dan para ulama dapat merespons keadaan ini dengan baik.  Sebagai buahnya, beberapa dekade kemudian muncul kepemimpinan yang baik  di tengah-tengah mereka, yaitu Nur al-Din Zanki (w. 1174) dan Shalah  al-Din al-Ayyubi (w. 1193). Kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan  secara bertahap mereka dapat mengusir kekuatan Salib dari negeri mereka.&lt;br /&gt;Sejarah memang sering berulang. Lalu apakah kaum Muslimin dan para  ulama akan dapat merespons keadaan yang mereka hadapi hari ini dengan  baik? Semoga saja.*/&lt;i&gt;Kuala Lumpur, 3 Jumadil Awwal 1432/6 April 2011&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penulis adalah kolumnis &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16248/07/04/2011/undefined"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;, kini sedang mengambil program doktoral bidang sejarah di Universiti Islam Antarabangsa, Malaysia&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ilustasi: &lt;i&gt;Tentara Salib dipimpin oleh Raymond of Saint-Gilles, Godfrey, dan Bohemond menaklukkan sebagian wilayah Suriah dan Palestina &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-5302629467799201141?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/16248/07/04/2011/aleppo-dan-kisah-pemimpin-yang-menyebalkan.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d9d2552a60dce24%2C0' title='Aleppo dan Kisah Pemimpin yang Menyebalkan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/5302629467799201141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=5302629467799201141&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/5302629467799201141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/5302629467799201141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-aleppo-dan-kisah.html' title='Aleppo dan Kisah Pemimpin yang Menyebalkan'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-5522763331634429817</id><published>2011-04-04T10:20:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T09:05:20.847+07:00</updated><title type='text'>Ini Posisi Seks Terbaik untuk Mencapai Orgasme</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.wolipop.com/read/2011/02/15/094957/1571389/227/ini-posisi-seks-terbaik-untuk-mencapai-orgasme"&gt;wolipop.com - Ini Posisi Seks Terbaik untuk Mencapai Orgasme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;Ini Posisi Seks Terbaik untuk Mencapai Orgasme&lt;/h1&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Eny Kartikawati - wolipop&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="articleshare clearfix"&gt;&lt;div class="like"&gt;&lt;div class="fLeft" style="padding-right: 10px;"&gt;&lt;a href="http://www.wolipop.com/comment/2011/02/15/094957/1571389/227/ini-posisi-seks-terbaik-untuk-mencapai-orgasme"&gt;      &lt;b&gt;30 Komentar &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="sharethis fLeft"&gt;&lt;div class="addthis_toolbox addthis_default_style  fLeft"&gt;&lt;div class="fLeft"&gt;| Share : &lt;/div&gt;&lt;a class="addthis_button_email at300b" href="" style="padding-top: 5px;" title="Email"&gt;&lt;span class="at300bs at15nc at15t_email"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;                                 &lt;/div&gt;&amp;lt;p&amp;gt;Your browser does not support iframes.&amp;lt;/p&amp;gt;                                                                                               &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="thumb"&gt;&lt;img alt="img" src="http://images.detik.com/content/2011/02/15/227/sexpositionfororgasm.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="clear"&gt;&lt;b&gt;dok. Thinkstock&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear" style="width: auto;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; -              Orgasme, itulah yang dicari kebanyakan pasangan saat melakukan hubungan  intim. Namun ada beberapa pasangan yang tidak tahu posisi bercinta untuk  mendapatkan orgasme tersebut. Berikut ini tips dari pakar seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Posisi untuk Wanita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda  tentu sudah tahu apa itu posisi misionaris, yaitu ketika pria berada di  atas wanita. Posisi ini sulit membuat wanita mencapai orgasme. Justru  posisi kebalikan dari misionarislah yang menurut pakar seks dan  percintaan Michael Webb, seperti dilansir askdanandjennifer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  posisi wanita di atas, wanita jadi lebih mudah mengontrol G-spotnya.  Para wanita tahu gerakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai  klimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah si wanita mendapatkan orgasme, pasangan  sebaiknya berganti posisi. Pergantian posisi ini untuk memberikan  kesempatan pada pria meraih puncak kenikmatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Posisi untuk Pria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael  Webb yang pernah tampil dalam talk show Oprah Winfrey dan penulis buku  '1000 Questions for Couples' itu mengungkapkan posisi doggy-style adalah  posisi terbaik agar pria mencapai orgasme. Meskipun tidak ada kontak  wajah, posisi tersebut bisa membuat pria puas karena mereka bisa  mengontrol gerakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan posisi doggy-style, pria bisa  melakukan penetrasi yang tepat ke G-spot pasangannya. Pria juga bisa  menyentuh area sensitif lainnya seperti payudara, leher dan punggung  pasangannya. Pria pun dapat mengakses klitoris pasangannya dengan mudah.  Namun saat melakukan posisi ini, pria harus berhati-hati, ada beberapa  wanita yang merasakan sakit jika penetrasi dilakukan terlalu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesalahan Pasangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Webb banyak buku dan artikel yang menyajikan soal posisi seks. Namun  kenyataannya hanya ada delapan posisi dasar dalam bercinta seperti  misionaris, women on top, berdiri, doggy-style, spooning dan lain-lain  yang telah dibahas sebelumnya. Selebihnya adalah variasi dari delapan  posisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan yang sering terjadi pada pasangan  adalah mereka bosan dengan kehidupan seks mereka karena kurangnya  variasi. Webb menyarankan bereksplorasi seksual antara Anda dan  pasangan. Coba hal-hal baru, mulai dari tempat bercinta sampai foreplay.  Ketimbang mencari-cari posisi seks baru, 'panaskan' agenda bercinta  dengan cara-cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kembali lagi kepada hal  mendasar, jika Anda benar-benar mencintai pasangan, hasrat atau  'passion' itu akan tetap ada. Mencapai orgasme pun tak menjadi masalah  dengan berbagai macam posisi apapun dan dalam kondisi stamina apapun.  Yang jadi masalah, apakah Anda sekarang sudah kehilangan 'passion' itu?                         &lt;b&gt; (eny/fer)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-5522763331634429817?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.wolipop.com/read/2011/02/15/094957/1571389/227/ini-posisi-seks-terbaik-untuk-mencapai-orgasme' title='Ini Posisi Seks Terbaik untuk Mencapai Orgasme'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/5522763331634429817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=5522763331634429817&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/5522763331634429817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/5522763331634429817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/wolipopcom-ini-posisi-seks-terbaik.html' title='Ini Posisi Seks Terbaik untuk Mencapai Orgasme'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-8580078203647848221</id><published>2011-04-04T10:19:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T09:05:40.728+07:00</updated><title type='text'>5 Cara Ampuh Agar Wanita Mendapatkan Orgasme</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.wolipop.com/read/2011/03/02/082747/1582690/227/5-cara-ampuh-agar-wanita-mendapatkan-orgasme"&gt;wolipop.com - 5 Cara Ampuh Agar Wanita Mendapatkan Orgasme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;5 Cara Ampuh Agar Wanita Mendapatkan Orgasme&lt;/h1&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Eny Kartikawati - wolipop&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="articleshare clearfix"&gt;&lt;div class="like"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="thumb"&gt;&lt;img alt="img" src="http://images.detik.com/content/2011/03/02/227/orgasmelo.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="clear"&gt;&lt;b&gt;Dok. Thinkstock&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear" style="width: auto;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; -             Tidak  mudah bagi wanita untuk mendapatkan orgasme saat berhubungan seks. Pria  pun terkadang bingung bagaimana membuat pasangan mereka mencapai  kepuasaan. Berikut ini lima cara yang dianggap ampuh agar wanita meraih  orgasmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Gunakan Perasaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar  seks Lloyd Lester, pria dan wanita sangat berbeda karena pria bisa  mendapatkan orgasmenya hampir dalam situasi apapun. Sedangkan wanita,  mereka akan lebih mudah mendapatkan orgasmenya jika ada kedekatan  emosional atau kepercayaan pada pasangannya. Oleh karena itu, penting  bagi pria untuk membuat pasangannya nyaman dan puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks yang  terburu-buru sudah pasti akan membuat wanita sulit mencapai orgasme.  Kunci agar wanita meraih kenikmatannya adalah coba bercinta dengannya  dengan perasaan. Jangan jadikan wanita hanya sebagai obyek seks untuk  memuaskan hasrat pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Ciuman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lloyd  Lester, penulis Ejaculation By Command, mengungkapkan ciuman jika  dilakukan dengan benar, bisa membuat wanita mencapai orgasmenya. Oleh  karena itu, pria perlu memberikan pasangannya ciuman yang panas sebelum  dan ketika hubungan intim berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melakukan foreplay  dengan memberinya ciuman, lakukan dengan santai, jangan merasa diburu  waktu. Ciuman terbukti bisa mengaktifkan hasrat wanita untuk bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Stimulasi Klitoris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pernah diungkapkan, 95% wanita mencapai klimaks setelah mendapat &lt;a href="http://www.wolipop.com/read/2011/02/21/082005/1574737/227/95-wanita-orgasme-setelah-dapat-stimulasi-klitoris"&gt;&lt;b&gt;stimulasi klitoris&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.  Namun tidak sedikit pria yang bingung bagaimana menstimulasi klitoris  wanita. Padahal bagaimana pria melakukan stimulasi itu bisa menentukan  apakah wanita mendapatkan orgasmenya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita akan  merasa tidak nyaman klitoris distimulasi jika ia tidak cukup bergairah  sehingga cairan di Mrs V-nya tidak terlalu banyak. Triknya adalah coba  lakukan stimulasi klitoris itu tidak langsung ke area yang dituju. Saat  dia sudah mulai berhasrat dan cairan di Mrs V sudah cukup, barulah  stimulasi di klitoris bisa benar-benar dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Tempo &amp;amp; Irama Bercinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak  pria keliru bahwa perempuan terbiasa dengan kecepatan dan irama  sentuhan pasangannya. Bagaimana Anda menyentuh dan membelai dia dapat  bervariasi dalam kecepatan namun tidak dengan iramanya. Mulai seks  dengan perlahan adalah cara yang bagus untuk membuat wanita bergairah.  Begitu hubungan seks dilakukan, wanita lebih suka kecepatannya hingga  dia mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Gerakan Bercinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pria  merasa dengan menusukkan Mr P nya, hal itu akan mendatangkan kepuasan  pasangannya. Namun kenyataannya, kedalaman Mr P belum tentu menstimulasi  wanita untuk mencapai klimaks. Cara yang tepat untuk melakukan  penetrasi agar wanita mendapatkan orgasmenya adalah ketimbang gerakan  pentrasi lurus ke dalam, cobalah gerakan memutar dengan menggerakkan  pinggul Anda seperti gerakan rotasi. Cara ini terbukti ampuh karena Mr P  akan tepat menstimulasi g-spot pasangan sehingga membuat wanita bisa  mendapatkan orgasmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; (eny/hst)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-8580078203647848221?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.wolipop.com/read/2011/03/02/082747/1582690/227/5-cara-ampuh-agar-wanita-mendapatkan-orgasme' title='5 Cara Ampuh Agar Wanita Mendapatkan Orgasme'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/8580078203647848221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=8580078203647848221&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8580078203647848221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8580078203647848221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/wolipopcom-5-cara-ampuh-agar-wanita.html' title='5 Cara Ampuh Agar Wanita Mendapatkan Orgasme'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-562497925379590659</id><published>2011-04-03T21:04:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T09:06:42.126+07:00</updated><title type='text'>Membiasakan Anak Menjadi Gemar Berinfaq</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16179/02/04/2011/membiasakan-anak-menjadi-gemar-berinfaq.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d987e409c812baf%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Membiasakan Anak Menjadi Gemar Berinfaq&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Membiasakan Anak Menjadi Gemar Berinfaq                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal290077231.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                                                                                              &lt;td align="left" bgcolor="#ffffff" width="50"&gt;&lt;img class="img" id="foto1" name="foto1" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal603189513.jpg" width="75" /&gt;&lt;/td&gt;                                                                                                              &lt;td align="left" bgcolor="#ffffff" width="50"&gt;&lt;img class="img" id="foto2" name="foto2" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal290077231.jpg" width="75" /&gt;&lt;/td&gt;                                                                           &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Sabtu, 02 April 2011                           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                              &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seorang  anak perempuan berumur dua tahun berlari menghampiri meja komputer  dimana sang ibu biasa menaruh uang sisa belanja. Tangan-tangan kecilnya  meraih beberapa uang logam dan celoteh cadelnya segera terdengar meminta  sang ibu mengambilkannya sesuatu, “Bunda, &lt;i&gt;ipak&lt;/i&gt; (infaq). &lt;i&gt;Abi&lt;/i&gt; (ambil) itu.” Tangannya menunjuk-nunjuk kotak infaq yang diedarkan mushala&lt;/span&gt; ke setiap rumah&lt;span lang="IN"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sang ibu dengan tersenyum  mengambilkan kotak infaq di atas meja ruang keluarga tersebut dan  meletakkannya di hadapan puteri kecilnya. Tangan-tangan kecil itupun  dengan lincah memasukkan koin demi koin ke dalam kotak. Ketika uang  logam di tangannya habis, dia pun bersorak gembira, “Horeee…&lt;i&gt;ipak&lt;/i&gt;!” Ibu muda itu pun menatap anaknya penuh syukur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menyenangkan memang  melihat anak kita sejak dini telah terbiasa bersedekah. Namun, ternyata  mengajarkan anak untuk bersedekah tak sesederhana yang dibayangkan.  Seperti perjalanan gadis kecil bernama Arina tersebut mengenal infaq.  Sebelum usianya genap&lt;/span&gt; dua&lt;span lang="IN"&gt; tahun, ayah bundanya telah membiasakan sang anak menaruh uang logam sisa belanja di kotak infaq. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Awalnya berniat untuk  membiasakan sang anak berinfaq. Setiap ada uang logam, terutama sang  ayah, segera menyemangati puteri kecilnya untuk memasukkan uang logam ke  dalam celah kotak infaq, meski jari-jari kecilnya saat itu belum dapat  memposisikan uang logam dengan baik. Seiring dengan waktu, sang anak pun  terbiasa memasukkan uang logam yang dilihatnya langsung ke kotak infaq.  Jari-jari kecilnya pun sudah terampil memasukkan uang logam tanpa  bantuan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun, yang kemudian  terjadi sungguh di luar dugaan. Setiap melihat uang logam koin, Arina  pun spontan menyebutnya infaq. Bahkan meskipun uang tersebut bukan untuk  infaq. Ayah-bundanya pun segera menyadari bahwa infaq dalam persepsi  puteri kecilnya adalah koin uang logam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Waaahh… kalau Arina  tahunya infaq berupa uang logam recehan, gawat itu!” Ujar sang ayah.  Maka Ayah-Bunda Arina pun sepakat untuk mengajarkan menginfaq-kan uang  lembaran kertas ke kotak infaq agar sang anakpun tahu bahwa infaq tak  cuma recehan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Arina pun dengan senang hati belajar  memasukkan uang lembaran seribuan dan lima ribuan ke dalam kotak infaq.  Ayah-bundanya pun mulai lega melihat kemajuan tersebut. Namun, suatu  hari mereka dikejutkan oleh tingkah anaknya. Mereka melihat Arina  memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam kotak infaq yang berada  di atas lantai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pasalnya, sepertinya warna biru uang kertas yang dimasukkan  oleh  jari-jari puterinya bukanlah warna biru uang seribuan dan ooohhh… ada  uang kertas berwarna merah yang kini juga tengah berusaha dimasukkan  Arina. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ternyata Arina telah berhasil memasukkan  uang lembaran limapuluh ribuan dan kini tengah berusaha memasukkan  lembaran seratus ribuan! Sementara itu dompet sang ayah tergeletak dalam  keadaan terbuka di lantai kamar. Arian pun menoleh mendengar kepanikan  orangtuanya, sambil tersenyum ia berkata, “&lt;i&gt;Ipak niii&lt;/i&gt;…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sang ayah dan bunda pun saling menatap tak  tahu berkata apa. “Yaaa... infaq memang tak boleh hanya recehan Nak,  tapi kalau sebesar itu, Ayah-Bunda juga belum mampu,” begitulah  kira-kira yang tercetus dalam hati kedua orangtuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanamkan sejak Dini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, mengajarkan  bersedekah atau berinfaq pada anak memang tak semudah yang dikira karena  memang disinilah seninya mendidik manusia yang selalu berkembang  kemampuannya dan dianugerahi inisiatif. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun demikian, sikap  gemar bersedekah ini memang harus ditanamkan sedini mungkin dalam jiwa  anak karena tindakan ini sangat dicintai oleh Allah SWT sebagaimana yang  disebutkan dalam wasiat Rasulullah saw: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;“Tidaklah seorang  hamba bersedekah dari harta yang baik yang dia miliki karena Allah SWT  tidak menerima kecuali yang baik-baik, melainkan Ia akan menyambutnya  langsung dengan tangan kanan-Nya. Jika sedekahnya itu berupa sebutir  kurma, maka ia akan tumbuh subur di telapak tangan-nya sampai menjadi  lebih besar dari gunung. Perumpamaannya adalah seperti jika sang hamba  tersebutmemelihara anak sapi atau unta (yang tentu setiap waktu akan  bertambah besar).” &lt;/i&gt;(HR.Tirmidzi) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di samping itu, sedekah juga merupakan sarana untuk menyucikan diri, di antaranya terkandung dalam sabda Rasulullah, “&lt;i&gt;Berusaha keraslah menghindari api neraka meski hanya dengan (menyedekahkan) sebutir kurma.” &lt;/i&gt;(HR.Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lalu bagaimana caranya supaya anak dapat menyukai amalan bersedekah dan terdorong selalu bersedekah? Berikut adalah bebera&lt;/span&gt;pa&lt;span lang="IN"&gt; dari banyak hal yang dapat dilakukan: &lt;i&gt;Yang pertama&lt;/i&gt;,  ajarkan sejak dini dengan cara yang disukai anak. Seperti menyediakan  kotak infaq di rumah (apalagi bila disediakan dalam bentuk yang lucu)  dan biarkan ia merasa tertantang memasukkan koin-koin uang logam dengan  jari-jari kecilnya. Lalu perdengarkanlah bagaimana bunyi uang logam  ketika menyentuh dasar kotak dan iramakanlah dengan mimik yang lucu,  seperti “cluk-cluk-cluk!” Anak pun pasti akan merasa senang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;,  tanamkanlah pada anak bahwa bersedekah adalah hal yang menyenangkan dan  diperlukan. Seperti mengatakan kepada anak, “Waah, Bunda sedang nggak &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;punya uang &lt;i&gt;nih&lt;/i&gt;,  Nak. Kasih uang sama pengemis dulu, yuk. Insya Allah si Ibu tua itu  senang, sehingga kita pun ikut senang meski sedang tak punya uang.”  Dengan demikian, anakpun akan belajar bahwa bersedekah akan mendatangkan  kebahagiaan pada orang lain dan diri sendiri. Menanamkan bahwa ibadah  adalah hal yang menyenangkan juga dapat dilakukan pada amalan yang lain  seperti shalat, membaca al-Quran, berjilbab dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;,  sentuhlah hati anak yang lembut untuk turut merasakan penderitaan orang  lain. Seperti ketika ia tengah memakan kue sarapannya, ajaklah ia untuk  bersyukur akan kelezatan rasa kue yang tengah disantapnya tersebut.  Lalu, ajaklah ia untuk mengetahui bahwa ada anak lain yang tak dapat  menyantap kue untuk sarapan dengan mengingatkannya pada anak-anak di  pinggir jalan yang suka dilihatnya ketika bepergian. Kemudian, doronglah  ia berinfaq mengumpulkan uang untuk anak jalanan dan kaum dhuafa  lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt;  berikanlah informasi yang lengkap tentang apa saja yang dapat  diinfaq-kan atau disedekahkan pada anak. Sehingga kepanikan yang dialami  orangtua Arina tak terjadi pada Anda!&lt;/span&gt; *&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Kartika Trimarti&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;penulis lepas dan ibu rumah tangga tinggal di Bekasi, Jawa Barat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-562497925379590659?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/16179/02/04/2011/membiasakan-anak-menjadi-gemar-berinfaq.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d987e409c812baf%2C0' title='Membiasakan Anak Menjadi Gemar Berinfaq'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/562497925379590659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=562497925379590659&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/562497925379590659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/562497925379590659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/04/hidayatullahcom-membiasakan-anak.html' title='Membiasakan Anak Menjadi Gemar Berinfaq'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2824988363607030994</id><published>2011-03-30T15:30:00.002+07:00</published><updated>2011-04-15T09:11:46.973+07:00</updated><title type='text'>Libya: Antara Motif Minyak, Nilai Islam dan Tirani Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16131/30/03/2011/libya:-antara-motif-minyak,-nilai-islam-dan-tirani-baru-.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d92ea044086a77f%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Libya: Antara Motif Minyak, Nilai Islam dan Tirani Baru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Libya: Antara Motif Minyak, Nilai Islam dan Tirani Baru                     &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal339083917.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                                                                                              &lt;td align="left" bgcolor="#ffffff" onclick="document.form2.foto.src = document.form2.foto1.src" onmouseout="bgColor='#FFFFFF';" onmouseover="bgColor='#E9E9E9';" width="50"&gt;&lt;img class="img" id="foto1" name="foto1" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal583503563.jpg" width="75" /&gt;&lt;/td&gt;                                                                                                              &lt;td align="left" bgcolor="#ffffff" onclick="document.form2.foto.src = document.form2.foto2.src" onmouseout="bgColor='#FFFFFF';" onmouseover="bgColor='#E9E9E9';" width="50"&gt;&lt;img class="img" id="foto2" name="foto2" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal339083917.jpg" width="75" /&gt;&lt;/td&gt;                                                                           &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Rabu, 30 Maret 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             Oleh: &lt;b&gt;Kusworo Nursidik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;SEALAMA ini saya mencoba tidak berkomentar apa-apa terhadap kondisi  Libya, karena saya berpandangan arus perubahan dan politik yang sedang  terjadi adalah urusan internal rakyat Libya. Sedangkan saya hanyalah  warga asing yang kebetulan cukup lama tinggal di negeri hijau ini.  Tetapi intervensi militer asing membuat saya harus mencurahkan pandangan  saya terhadap kondisi Libya saat ini yang merupakan bagian dari tanah  Islam yang harus dijaga kehormatan dan harga dirinya.&lt;br /&gt;Keinginan sebagian rakyat Libya terhadap perubahan politik, kebebasan  dan tumbangnya rezim tirani adalah sesuatu yang wajar sebagai sebuah  bangsa, apalagi rakyat di negara tetangga sebelah barat dan timur Libya  (Tunisia dan Mesir) sudah mempeloporinya.&lt;br /&gt;Saya menyebutnya "sebagian rakyat Libya" karena memang pada  realitanya masih ada sebagian rakyat Libya yang masih mendukunga sistem  dan kepemimpinan " &lt;i&gt;Al-Jamahiriyah&lt;/i&gt;". Sebuah teori politik dunia  ketiga hasil pemikiran Kolonel Muammar Qadzafy di luar dua sistem  politik yang lazim: monarki dan republik. Sistem kepemimpinan ini&amp;nbsp;  berprinsip: &lt;i&gt;Ash-Shulthoh bi yaddi asy-sya`b &lt;/i&gt;(kekuasaan berada di tangan rakyat) tercermin dalam bentuk&amp;nbsp;&amp;nbsp; "&lt;i&gt;La demuqrotiyah biduni&amp;nbsp; mu`tamaraat sya`biyah" &lt;/i&gt;(tidak  ada demokrasi kecuali dengan kongres rakyat), bahkan menganggap sistem  perwakilan sebagai penggebirian terhadap aspirasi rakyat: &lt;i&gt;Majlis An-Niyabi&amp;nbsp; tamtsilun khodi` lisy sya`b &lt;/i&gt;(parlemen adalah bentuk perwakilan yang mengkhianati rakyat).&lt;br /&gt;Saat ini kelompok oposisi terkonsentrasi pada kota-kota wilayah timur  Libya: Bengghozi, Darna, Ajdabiya, Baidho, Ras Lanuf. Sedangakan di  ibukota Tripoli, Sirte, Sabha dan sebagain wilayah barat mayoritas masih  mendukung malikul muluk afriqiya (raja diraja Afrika), Muammar Qadhafi.&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang&amp;nbsp; memicu gerakan oposisi yang saat ini  berupaya mengibarkan bendera revolusi di negeri sejuta penghafal Qur`an  ini.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama, &lt;/b&gt;kemunculan oposisi didorong oleh motif  dendam masa lalu.&amp;nbsp; Para pendukung raja Idris I yang dikudeta oleh  Kolonel Muammar&amp;nbsp; Qadhafi memanfaatkan momentum tsunami revolusi di timur  tengah untuk membalas kudeta dia pada 1 September 1969.&lt;br /&gt;Para pendukung raja Idris I ini sejak dulu terkonsentrasi di  kota-kota timur Libya: Bengghozi, Ajdabiya, Baidho, Tubruq.  Bendera-bendera yang saat ini dikibarkan oleh kalangan oposisi adalah  bendera di zaman kekuasaan raja Idris I.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua, &lt;/b&gt;keinginan sebagian rakyat Libya kepada  demokratisasi, kebebasan berpendapat, keadilan dan ekspresi politik yang  selama ini terkekang oleh sistem tirani selama 4 dekade lebih.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga, &lt;/b&gt;gerakan revolusi ini dipicu juga oleh tangan  besi penguasa kepada sebagian rakyat Libya yang melahirkan  pelanggaran-pelanggaran HAM berupa penangakapan dan pemenjaraan tanpa  pengadilan kepada lawan-lawan politik atau yang bersikap kritis kepada  penguasa. Terutama peristiwa penembakan 1000- an tahanan politik di  penjara Abu Saleem.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat, &lt;/b&gt;kondisi ekonomi. Sebagian rakyat Libya  berada pada kondisi kehidupan yang sulit secara ekonomi padahal mereka  hidup di negara yang kaya dengan minyak. Mereka melihat kekayaan negara  hasil dari minyak, hanya dinikmati para pejabat dan keluarganya juga  banyak tersedot untuk membantu negara-negara Afrika.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, kepentingan asing. Faktor-faktor dari dalam  negeri tersebut diperparah oleh kepentingan-kepentingan asing yang  berusaha memanfaatkan momentum ini untuk menguasai minyak Libya.&lt;br /&gt;Selama ini pemerintah Libya sangat ketat dalam kerjasama eksplorasi&amp;nbsp;  minyak dengan perusahaan Eropa dan Amerika. Potensi minyak Libya yang  sangat besar 46,4 milyar barel sangat menggiurkan bagi Eropa dan AS  untuk menguasainya. Produksi minyak Libya sebelum revolusi mencapai 1,7  juta barel setiap hari. Produksi ini menyuplai 6 % kebutuhan minyak  dunia. Dengan kapasitas produksi ini Libya menempati urutan ke 9 negara  produsen minyak dunia dan urutan kelima di&amp;nbsp; dunia Arab setelah Arab  Saudi, Iran, Iraq, dan Bahrain.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak Gratis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, agresi militer yang dilakukan oleh koalisi AS dan  negara-negara Eropa saat ini ke Libya hanya akan berakibat kepada:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama, &lt;/b&gt;kelemahan militer dan pertahanan Libya.  Target-target invasi sekutu berupa penghancuran pertahanan udara Libya  yang tersebar sepanjang garis pantai mediterania Libya dan markas-markas  militer Libya nantinya hanya akan melemahkan militer Libya pasca  revolusi.&lt;br /&gt;Saat ini kekuatan militer Libya 80.0000 personel dan 20.000 orang  yang tergabung kedalam al-lijan tsauriyah (komite revolusi). Kalaupun  rezim tumbang, maka pemerintahan baru akan mendapatkan sistem pertahanan  yang hancur . Kondisi negara Libya yang sangat lemah, ketergantungan  atas bantuan militer asing serta Libya akan terbebani oleh pembelian  senjata baru kepada AS amaupun&amp;nbsp; Eropa.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, pemerintahan pasca rezim Qadhafi, akan  menjadi boneka AS-Eropa. Dukungan militer sekutu saat ini hanya akan  melahirkan pemerintahan yang bergantung kepada AS-Eropa seperti  Afganistan dan Iraq.&lt;br /&gt;Selama ini Libya adalah negara yang sangat mandiri bahkan kritis  terhadap kebijakan-kebijakan AS, Israel dan Eropa. Di setiap kesempatan  Muammar Qadhafi mengkritik dengan keras berbagai situasi internasional  khususnya yang berkaitan dengan konflik Palestina, arogansi AS, hubungan  Islam dan barat.&lt;br /&gt;Dalam peringatan Maulud Nabi Internasional beberapa bulan lalu di  Libya yang dihadiri tokoh tasawwuf dan ulama dari seluruh dunia, dia  menyerukan kepada rakyat Palestina yang terusir dari tanah Palestina  untuk menciptakan krisis dunia dengan kembali dan mengepung wilayah yang  saat ini diduduki Israel dengan cara damai.&lt;br /&gt;Begitu juga dia menyinggung bahwa&amp;nbsp; munculnya terorisme oleh al-Qaidah  adalah&amp;nbsp; respon atas arogansi dan intervensi AS dan Barat terhadap  negara-negara Islam. &lt;br /&gt;Selama ini Libya berani berteriak lantang  karena mereka memang tidak tergantung kepada bantuan asing seperti  negara Arab lainnya, bahkan Libya adalah negara yang tidak punya hutang  sama sekali malahan aktif memberikan sumbangan ke negara-negara lain  terutama Afrika.&lt;br /&gt;Pembelaan dan bantuan kemanusiaan dan dakwah dari Libya kepada dunia  Islam selama ini sangatlah signifikan. Di Indoensia saja sudah ratusan  da`i alumni dari Kuliyah Da`wah Islamiyah Tripoli dengan fasilitas  beasiswa, juga pembangunan masjid dan Islamic center di Bogor yang  bernilai milyaran rupiah&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, AS dan Eropa akan menguasai minyak Libya jika oposisi menang atas bantuan sekutu melawan rezim Qadhafi.&lt;br /&gt;Rudal TomeHawk yang harganya 9 milyar per biji, bom dan senjata yang  dimuntahkan pasukan koalisi tidaklah gratis, mereka akan meminta ganti  dengan konsesi kontrak minyak. Inilah yang&amp;nbsp; memotivasi mereka untuk  intrevensi terhadap Libya dengan dalih melindungi rakyat sipil.&lt;br /&gt;Mengapa hal yang serupa tidak mereka lakukan ketika ribuan rakyat  sipil terbantai di Ruwanda, juga ketika rakyat sipil ditembaki oleh  pasukan pemerintah di Pantai Gading (&lt;i&gt;Sahil `Aj&lt;/i&gt;)?&lt;br /&gt;Mengapa pula AS-Eropa tak bergerak sama sekali pada kerusuhan di Somalia?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Yang  sangat mencolok mengapa AS, Prancis, Inggris tak menyerang Israel  ketika militer Israel dengan jet-jet tempur dan perlatan berat membantai  ribuan rakyat Palestina di jalur Gaza pada tahun 2009 lalu ?&lt;br /&gt;Penghapal al-Quran&lt;br /&gt;Libya pasca serangan Barat ini diperkirakan akan menjadi&amp;nbsp; negara yang  lemah secara militer, aset ekonomi dan ladang minyak akan dikuasai oleh  AS-Eropa serta akan menjadi negara boneka asing.&amp;nbsp; Yang dimaksud Barat  Libya harus keluar dari 'kedikatatoran rezim' dipastikan akan memasuki  'tirani baru' berupa imperialisme.&lt;br /&gt;Apalagi pernyataan delegasi oposisi ketika bertemu dengan Presiden  Prancis Sarkozy yang menyatakan bahwa Libya akan menjadi negara  demokrasi-sekuler, kalau ini terwujud maka Libya akan bergerak mundur  berlawanan dengan tujuan revolusi di negara Arab lainnya,&amp;nbsp; yang pada  umumnya bertujuan menggulingkan rezim tirani – diktator yang pro barat  dan sekuler seperti Zainal Abidin maupun Husni Mubarak.&lt;br /&gt;Saat ini walaupun tidak secara eksplisit disebutkan sebagai negara Islam, tetapi kehidupan Islami sangat tampak di Libya.&lt;br /&gt;Menanggalkan jilbab bagi wanita Libya adalah hal tabu dimata  masyarakat Libya. Prostitusi dan minuman keras secara resmi dilarang  oleh pemerintah. Siaran TV dan radio didominasi oleh acara-acara dakwah  dan bacaan al-Qur`an.&lt;br /&gt;Masjid dipenuhi jamaah sholat lima waktu. Masjid-masjid tersebar  sangat banyak di Libya, bahkan saking banyaknya Libya disebut pula  negara sejuta masjid.&lt;br /&gt;Harap tahu, seperlima penduduk Libya (lebih satu juta orang)adalah  penghafal al-Qur`an. Pergaulan bebas, kehidupan&amp;nbsp; hedonis-sekuler saat  ini tidak tampak sebagaimana di Tunisia dan Mesir. Bahkan kalau kita  naik taksi kita akan mendapatkan sopir&amp;nbsp; taksi asyik mendengarkan  lantunan al-Qur`an lewat radio.&lt;br /&gt;Rakyat Libya sangat menjaga kultur Arab dan Islam, bangga dengan  bahasa Arab dan akan menghormati orang asing yang berbicara dengan  bahasa Arab. Inilah yang jarang diketahui banyak orang --bahkan sebagian  rakyat Indonesia-- yang ikut-ikutan mendukung menurunkan Qadhafi.&lt;br /&gt;Hanya ada satu jalan bagi penyelesaian konflik Libya agar negara itu&amp;nbsp;  tidak hancur, yaitu dialog dan perundingan antara kelompok oposisi dan  pemerintah Libya.&lt;br /&gt;Jalan kekerasan bersenjata antara rakyat pro Qadhafi dan anti Qadhafi  serta intrevensi militer asing bukanlah jalan yang tepat untuk keluar  dari konflik yang ada. Masing-masing pihak harus mau duduk bersama  mencari jalan tengah bagi perubahan, keadilan dan pembangunan Libya  dengan tetap menjaga keutuhan nasional dan kemerdekaan Libya.&lt;br /&gt;Pemerintah RI, negara-negara Arab dan Islam harus bergerak  menyelamatkan Libya dari penjajahan dengan diplomasi aktif dan mengambil  peran signifikan dalam permasalah Libya.&lt;br /&gt;Bersama tulisan ini pula, saya berharap Presiden Susilo Bambang  Yudoyono (SBY) memberikan perhatian serius dan solusi konkret atas  kelanjutan pendidikan mahasiswa Indonesia yang belajar di Libya. Dengan  ditransfer ke kampus-kampus luar negeri lainnya maupun dalam negeri yang  sesuai, tentunya dengan fasilitas beasiswa seperti yang selama ini  diterima.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penulis adalah mahasiswa tingkat akhir di jurusan Syari`ah – Internasional Islamic Call College-Tripoli Libya&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2824988363607030994?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/16131/30/03/2011/libya:-antara-motif-minyak,-nilai-islam-dan-tirani-baru-.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d92ea044086a77f%2C0' title='Libya: Antara Motif Minyak, Nilai Islam dan Tirani Baru'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2824988363607030994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2824988363607030994&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2824988363607030994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2824988363607030994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/hidayatullahcom-libya-antara-motif.html' title='Libya: Antara Motif Minyak, Nilai Islam dan Tirani Baru'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-4425397403338096406</id><published>2011-03-30T15:27:00.002+07:00</published><updated>2011-04-15T09:15:00.424+07:00</updated><title type='text'>Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16129/30/03/2011/lihatlah-ke-bawah,-jangan-lihat-ke-atas.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4d92e96117c60b8f%2C0"&gt;Hidayatullah.com - Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas                    &lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal153313073.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Rabu, 30 Maret 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;b&gt;Hidayatullah.com—&lt;/b&gt;Manusia (&lt;i&gt;al-insan&lt;/i&gt;)  merupakan mahluk Allah yang paling sempurna, dan paling banyak menerima  karunia-Nya, dibanding dengan yang lainnya. Namun, seringkali manusia  lupa mensyukuri semua karunia itu. Padahal, karunia Ilahi yang datang  silih berganti tanpa pernah kita syukuri hanya akan menambah kemurkaan  Allah semata.&lt;br /&gt;Banyak nikmat Allah telah kita sia-siakan. Dari yang terkecil hingga  besar. Bayangkan, seandainya udara yang kita hirup dihargai dengan uang.  Berapa banyak uang yang kita keluarkan hanya untuk membeli udara.&lt;br /&gt;Belum lagi air yang setiap hari kita pakai. Alangkah Maha Pemurahnya Allah. &lt;br /&gt;Berjalan  dengan kedua kaki, melihat dengan kedua mata, dan bernafas merupakan  nikmat yang tidak bisa tidak kita syukuri. Allah menciptakan manusia dan  menyempurnakan penglihatan, pendengaran, dan mata hati, untuk dapat  menjaga kualitas syukur kita atas semua pemberian-Nya.&lt;br /&gt;Dalam al-Quran, Allah berfirman;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh  (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan  hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.&lt;/i&gt;” [QS: As Sajadah: 9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba  kita renungkan tentang susunan anatomi tubuh&amp;nbsp; yang kompleks, rumitnya  saluran darah, jaringan saraf, serta gumpalan otak dan hati, yang  terakhir membuat derajat manusia lebih tinggi di antara mahluk Allah  yang lain. Andai saja ada kerusakan sedikit di bagian otak kita,  jaringan saraf terputus, dan aliran darah terhenti sesaat saja. Apa yang  terjadi dalam tubuh kita?&lt;br /&gt;Wujud Manisnya Iman&lt;br /&gt;Kemampuan mensyukuri nikmat adalah salah satu wujud nyata dari  manisnya iman. Ungkapan syukur tidak hanya di lisan. Melainkan  mengejewantah dalam keseharian kita. Ibadah kian bertambah baik.  Hubungan dengan tetangga makin harmonis. Kehidupan rumah tangga tambah  berkah. Dan peran sosial kita semakin dapat dirasakan oleh masyarakat  luas. Semua itu merupakan bentuk lain dari cara mensyukuri nikmat Allah  Swt.&lt;br /&gt;Tubuh kita merupakan nikmat Allah yang tiada tara. Alam raya dan  segala hal yang ada di dalamnya, adalah tanda-tanda kekuasaan dan  fasilitas Allah guna memanjakan mahluk-Nya yang bernama manusia.  Bentangan bumi yang subur, dan perut bumi yang mengandung banyak karunia  Ilahi. Semuanya diserahkan kepada manusia untuk mengelola dan menikmati  hasilnya. Bila sudah sedemikian sayangnya Allah pada kita, sanggupkah  kita mengingkari-Nya? Allah menegaskan dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ  لَكُم مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ  نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّهِ  بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُّنِيرٍ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan  untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan  menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia  ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau  petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan.&lt;/i&gt;” [QS: Luqman [31]: 20] &lt;br /&gt;Pernah  kita merasakan betapa nikmatnya sehat itu. Saat terbaring lemas di  rumah sakit, saat makanan-makanan lezat dihidangkan, handai taulan yang  datang membesuk, apa yang kita rasakan? Tubuh tak kuasa bergerak, lidah  tidak dapat merasakan lezatnya hidangan yang tersedia, dan sapaan hangat  handai taulan pun berlalu sedemikian dinginnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa  rendahkah kita, ketika hanya mampu makan sehari sekali, sedangkan banyak  saudara kita yang tidak mampu makan, walau sehari sekali. Fenomena  penyakit busung lapar yang sempat diekspos media massa beberapa waktu  lalu (dan boleh jadi saat ini masih banyak namun tidak terekspos  lantaran banyaknya peristiwa baru yang saling susul menyusul) menghentak  kita untuk lebih memacu diri dalam mensyukuri nikmat Allah. Bagaimana  kalau hal itu terjadi pada diri kita dan keluarga? Apa yang bisa kita  lakukan.&lt;br /&gt;Hinakah kita ketika fasilitas hidup yang kita terima tidak sama lebih  rendah dibanding dengan tetanggga atau saudara kita yang lain.  Penghasilan tidak sebanyak kolega kita. Karir tidak melejit secepat&amp;nbsp;  teman-teman seangkatan dengan kita dn bahkan di bawah kita? Demikian  dengan suasana kerja tidak senyaman yang kita harapkan. Dapatkah kita  mensyukuri semua itu sebagai nikmat.&lt;br /&gt;Bersyukur kita, saat banyak orang yang kehilangan pekerjaan,  kesulitan bertahan hidup, dan bekerja dalam penuh ketidakpastian masa  depan dan jaminan penghasilan yang memadai. Kita masih bisa bertahan  seperti apa yang kita alami kini. Kita masih dikaruniai nikmat sehat dan  taat (ibadah).&lt;br /&gt;Kita dianjurkan untuk selalu melihat siapa yang ada di bawah. Jangan  dibiasakan mengukur tingkat kesejahteraan dan kemakmuran hidup dengan  siapa yang ada di atas kita. Inilah yang dapat mendekatkan diri pada  sikap dan perilaku kufur. Tentu yang dimaksudkan ini sebagai bagian rasa  syukur, bukan sebagai legitimasi dan sikap kemalasan. Sebab sebagai  pribadi Muslim, kita tetap diwajibkan terus berprestasi sampai ke  tingkat paling atas dan beramal kebaikan sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Pendorong Kekufuran&lt;br /&gt;Sementara arus budaya kufur menggempur kita tiada terkira.  Hampir-hampir iman kita terseret dalam arus budaya kufur. Sarana-sarana  dan fasilitas kekufuran tersedia dengan porsi yang lebih besar ketimbang  sarana untuk bersyukur. Budaya hedonis, konsumtif, dan kontraproduktif  terbangun dengan sistematis. Dan ada sarana untuk mengejawantahkan  kekufuran secara baik, mulus, tanpa hambatan. Iman yang kita pupuk, dan  rasa syukur yang coba ditumbuhkan, serta merta harus berhadapan dengan  gelombang besar kekufuran yang sarat kemudharatan.&lt;br /&gt;Kuncup syukur itu harus berdiri tegak. Tetap tegar walaupun dihajar  badai kufur nan garang. Kelak kualitas kesyukuran kita akan teruji dan  tidak lekang oleh hal yang membuat hambar cita rasa untuk bersyukur.  Bukankah iman tumbuh dan berkualitas saat cobaan dan rintangan datang  tiada henti. Justru ketika tiada hinaan, cercaan, dan hambatan, iman  tumbuh tiada bergelora. Hidup ini tidak berjalan apa adanya. Ada upaya  untuk membuatnya stagnan. Karena hambatan dan cobaan tiada kunjung tiba.  Atau bahkan kita hindari kedatangannya. Menerima setiap pemberian  Allah, betapapun kecilnya, merupakan sikap serta rasa syukur.&lt;br /&gt;Bila kita membiasakan diri dengan menerima ketetapan dan pemberian  Allah dengan perasaan cukup (qonaah), niscaya kita akan kaya. Dikayakan  oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Hidup kian bermakna saat kita pandai mensyukuri semua yang diberikan Alah pada kita, manusia.&lt;br /&gt;Nikmat dunia adalah ujian. Segala hal yang Allah berikan di dunia ini  merupakan sarana untuk menguji siapa yang paling baik perbuatannya di  antara kita.&lt;br /&gt;Ilmu yang Allah berikan pada kita, wajib diamalkan dan  disebarluaskkan pada masyarakat banyak. Agar kelak ilmu yang kita miliki  membuahkan hasil dan mewujud pada perubahan dan perbaikan peradaban  yang hari ini kian massif dan tidak beradab. Banyak orang pintar tetapi  tidak memberi kontribusi apa-apa pada komunitasnya. Yang ada hanyalah  kerusakan yang ditimbulkan akibat ilmu dan kemampuan yang dimilikinya.  Kufur terhadap ilmu yang Allah berikan adalah tidak mengamalkannya di  jalan Allah. Atau berbuat kerusakan bersandar pada ilmu yang  dimilikinya.&lt;br /&gt;Karena sifat dan karakteristik manusia adalah angkuh dan  menyombongkan diri. Kedua sifat tersebut dekat dengan kekufuran.  Sampai-sampai Allah Swt memberi peringatan secara berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?." &lt;/i&gt;[QS: arrahman: 13]&lt;br /&gt;Betapa manusia adalah mahluk yang sering berbuat kekufuran. Walaupun  sifat tidak pernah puas selalu menghantui dan terus saja mengikuti kita  kemanapun pergi, namun kita tak perlu khawatir dengan itu. Yang bisa  kita lakukan ialah, menahan dan mengekang hawa nafsu kita dari kekufuran  dan perbuatan yang mendekatkan pada kekufuran itu sendiri.&lt;br /&gt;Inilah hakikat dan esensi syukur. Refleksi syukur itu hendaknya mampu  mengeliminasi sinyal-sinyal kekufuran yang terus menerus tumbuh dan  berpotensi untuk mendominasi dalam diri setiap insan. Karena syukur dan  kekufuran ibarat minyak dan air. Keduanya sangat tidak mungkin  disatukan. Jurang pembatas terlampau jelas untuk membedakan keduanya.&lt;br /&gt;Refleksi syukur pun bisa ditafsirkan dengan berlomba-lomba melakukan  kebaikan. Dan hal ini memang sangat dianjurkan. Tetapi merasa paling  baik, paling taat kepada Allah, paling benar, paling pandai mensyukuri  nikmat Allah adalah sikap yang tidak dibenarkan dalam Islam. Karena itu  adalah perangkat Iblis dalam menggoda dan menggiring anak keturunan&lt;br /&gt;Mensyukuri karunia Ilahi dapat dilakukan dengan beragam cara. Tidak  hanya mengucapkan Alhamdulillah saja. Rasa syukur itu mengejawantah.  Syukur itu merealitas dalam kehidupan sosial dan pribadi kita.&lt;br /&gt;Kita dapat mendeteksi sikap dan perilaku diri sendiri.&lt;br /&gt;Sudahkah kita mensyukuri nikmat Allah yang banyaknya tiada terkira?.*/&lt;i&gt;atw &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-4425397403338096406?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/16129/30/03/2011/lihatlah-ke-bawah,-jangan-lihat-ke-atas.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4d92e96117c60b8f%2C0' title='Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/4425397403338096406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=4425397403338096406&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/4425397403338096406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/4425397403338096406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/hidayatullahcom-lihatlah-ke-bawah.html' title='Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-4082628184048084792</id><published>2011-03-28T10:38:00.002+07:00</published><updated>2011-03-28T10:39:16.105+07:00</updated><title type='text'>Tips Lengkap 26 Posisi Bercinta Terbaik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posisi bercinta yang cenderung&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;inamis  sebagaimana yang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iajarkan &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam kamasutra, akan kembali membangkitkan  gairah cinta antara Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  pasangan. Berikut ini akan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iuraikan Tips  lengkap 26 posisi terbaik&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam bercinta:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="82" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_04.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Missionary. Posisi ini merupakan  posisi standar  bercinta. Berbaring&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i antara kedua kaki-kakinya, agar  Anda berbaring&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  atasnya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  bertatap muka. Meskipun beban tubuh Anda  tertumpu pada siku  atau  tangan, usahakan untuk memasukkan Mr. P Anda  lurus ke atas&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia,  sehingga sejajar&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;inding vagina. Mintalah ia  untuk membelitkan  kedua kakinya sekitar pinggang Anda untuk mengubah  bentuk&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari vagina,  yang akan mengubah sensasi seks bagi Anda berdua.  Tips: Sangat&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;irekomendasikan bagi Anda yang akan bercinta untuk pertama  kalinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="" height="146" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_01.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Cross Buttocks. Pada Posisi ini,  cewek akan  sangat menikmatinya karena merangsang sisi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia vaginal &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;inding, sesuatu  yang biasanya tidak&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia rasakan. Tempatkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iiri Anda  seperti&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam  posisi missionary, tetapi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  melintangi panggul, serong   sedikit, namun tetap mendukung beban berat  Anda pada siku pasangan   cewek. Jika pasangan cewek menghendaki kontak  mata, pasangan cowok bisa   sedikit memutar posisi untuk menggunakan  posisi missionary. Tips :  Posisi ini memanjakan pasangan wanita Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="193" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_14.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Standing Wheelbarrow. Masukan Mr. P  &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari  belakang, tapi angkat tubuhnya sampai&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan pinggang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an biarkan  kedua  kakinya mengapit pinggang Anda. Anda aka berada pada posisi yang  serupa &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan perlombaan gerobak (wheelbarrow race). Jika lengannya  lelah, baringkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  meja atau sesuatu perabot yang agak tinggi. Tips :  Bisa Anda lakukan  ketika tempat tidur tidak tersedia atau ketika Anda   ingin melakukannya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i luar kamar tidur seperti&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apur, garasi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;sb.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="118" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_02.jpg" width="520" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Knees To Chess. ‘Masukilah’&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  seperti yang akan  Anda lakukan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam posisi missionary standar, tetapi  bukan sekadar  melebarkan kakinya, angkat kakinya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an tempatkankan  lututnya pada &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;adanya, lalu sangkutkan pergelangan kakinya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  atas bahu  Anda. Tumpukan  beban berat Anda pada tangan Anda. Hal ini  akan  memberikan kemungkinan  Anda lebih besar untuk malakukan penetrasi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  merangsang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;inding bagian  belakang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari vagina pasangan Anda. Tips :  Posisi ini paling pas&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ilakukan setelah pasangan Anda selesai melakukan  kelas Yoga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="83" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_03.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Man on Top, Facing Away. Biarkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  berbaring &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan mengangkat kedua kakinya serta sedikit mengangkang,  kemudian  baringkanlah&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iri Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iantara kedua kakinya,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan posisi  kepala Anda  menghadap ke arah kedua telapak kakinya.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia akan memiliki  akses penuh  ke kantong anda, pantat,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ubur untuk menambahkan  gesekan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an   kenikmatan. Tumpukan berat Anda pada kedua siku tangan  Anda, yang  akan  memberikan pengaruh ke ringan menyodok ke belakang.  Tips : Malam  hari ketika Anda menginginkan pukulan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i pantat (spanking).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="140" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_05.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Classic Rear Entry, Kneeling. Posisi  ini&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;isebut juga&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan sebutan ‘Doggy Style’.  Tempakan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iri Anda  sedemikian rupa sehingga lutut Anda berada persis&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  belakangnya,  kemudian masukan Mr. P tegak lurus&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iantara kedua kakinya  atau sedikit  lebih condong ke&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;epan  juga bisa. Hal ini bagus untuk  penetrasi  karena  bisa menyentuh  G-Spotnya. Tambahkan beberapa gerakan  seperti meremas  payudara&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari  belakang, membeleai rambutnya -sehingga  tidak sekedar  berhubungan  intim seperti hubungan intim pada hewan  piaraan (doggy).  Tips: cocok  untuk Anda yang ingin ‘memukul’ semua titik hot spotnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="256" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_06.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Rear Entry, Standing. Berdiri&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  belakangnya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  peluk pinggangnya, usahakan bagian atas tubuhnya tetap   sejajar&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  lantai. Tahan pinggulnya/pangkal pahanya agar&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  terus mendukung&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;imasuki&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari belakang. Posisi berdiri akan  memberikan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;orongan lebih  kuat &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  memungkinkan Anda untuk mengurut  clitoris-nya untuk ekstra   rangsangan. Tips: Cocok untuk acara seks  cepat (quicky sex), terutama  bagi pasangan Anda yang menggunakan rok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="100" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_07.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Spoon. Sering pula&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;isebut ‘The  Classic Sunday Morning Sex Postion’.  Posisi sendok sangat romantis,  lembut&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an akan semakin mendekatkan Anda &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an pasangan secara emosi.  Gunakan posisi sendok saat Anda berdua  sedang berada pada satu sisi,  menghadap ke&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam arah yang sama.  Mintalah&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia sedikit menyingsingkan  pinggulnya, sehingga Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  masuk lewat belakang. Tips : Posisi ini  pas&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ipakai kalau si&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia mengantuk/kelelahan, tapi Anda sedang ingin  bercinta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="93" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_08.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Reverse Missionary. Posisis ini  sangat identik &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan posisi missionary tradisional, tapi pasangan  cewek Anda  yang  berada&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  atas. Selain itu,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia akan membuka kedua  kakinya sehingga  akan lebih&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ekat&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan Anda. Sekarang Anda adalah  mitra pasif,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  menumpukan berat badannya pada kedua lengan  sikunya. Posisi ini  memberikan anda kontrol ejaklasi yang lebih besar &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an sangat tepat,  tentunya jika ia lebih ringan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari  Anda. Tips :  Memberikan sensasi yang berbeda karena akan membiarkan  pasangan cewek  Anda yang pemalu mengambil inisiatif kontrol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="116" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_09.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Seated Missionary.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduklah&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iantara  kedua  kakinya,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan lututnya sedikit&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;itekuk, ketika menahan kaki  –kaki Anda  membuka ke samping. Memudahkan Anda masuk ke Ms. V .  Ketebatasan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;aya &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;orong akan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;impensasi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan penetrasi-penetrasi  langsung. Tips : Posisi ini bisa juga&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;igunakan ketika lengan Anda lelah  menopang berat badan Anda pada posisi missionary.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="133" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_10.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Seated Rear Entry. Ketika Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i kursi  atau tepian  tempat tidur,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia berjongkok naik-turun tegak  pada Mr. P  Anda. Pada posisi ini,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia mengontrol gerakan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an penetrasi ,  yang bisa  cukup ‘dalam’&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  nyaman untuk Anda berdua. Anda bebas untuk  mengurut  payudaranya atau  membelai tubuh bagian atasnya. Tips : Salah  satu posisi bercinta  rahasia&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i luar kamar tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="151" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_11.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Seated Wheelbarrow. Posisi ini  hampir sama&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan posisi Standing Wheelbarrow,  kecuali Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  kursi atau&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i tepi  tempat tidur. Memang gerakan  Anda terbatas, namun  Anda memiliki penetrasi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an besar melalui bagian  belakang pasangan  Anda. Tips: Bisa&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ipakai saat ia sedang mengenakan celana jeans-nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="91" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_12.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Spoon-Facing. Posisi ini merupakan   variasi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari posisi spon tradisional yang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iasumsikan merupakan  posisi transisi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari man-on-top ke woman-on-top yang bersifat tidak  terputus.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ai, Anda cukup berbelok ke pihak  serempak, menggunakan  senjata&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan hati-hati untuk&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ukungan atas tubuh  Anda.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari posisi  missionary, Anda cukup berbebelok ke satu sisi,  menggunakan tumpuan  lengan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan hati-hati. Tips : posisi yang mampu memberikannya kontak  mata yang romantis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="204" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_13.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Squatted Kneeling.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  tumpuan pada  punggung telapak kaki&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an lutut, kemudian&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ipangkuan Anda  menghadap Anda. Posisi ini mampu menghasilkan kondisi  Mr.P Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  lebih merangsang clitoris-nya. Tips :&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  mengontrol penetrasi yang mendalam, namun Anda berdua&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  menikmati  banyak kontak pada kulit tubuh Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="123" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_15.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. Woman Astride, Facing Away.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  mengangkang  menunggangi  tubuh Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan posisi berlutut, tetapi &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan muka  menghadap kaki Anda; opsional,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia bisa pula berjongkok&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  atas Anda.  Keuntungan baginya adalah&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat mengontrol&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an memperdalam  penetrasi.  Sedangkan manfaat bagi anda adalah bahwa&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia bisa membelai  organ scrotum Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an sebaliknya anda bisa pula mengurut pantat&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  punggungnya. Tips :&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan posisi ini (membelakangi), Anda bisa  membayangkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  berimajinasi si&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia sebagai Scarlett Johansson, Aura  Kasih atau siapa  pun artis yang Anda idolakan, tentunya tanpa  sepengatahuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="133" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_16.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16. Woman Astride. Mulailah posisi ini &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  pertama-tama&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan missionary tipe woman-on-top. Kemudian&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  biarkan &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia berlutut sampai ia&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam posisi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk berjongkok,  mengangkang  menunggangi Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i atas panggul Anda. Anda  mendapatkan  penetrasi lebih&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam, pemandangan yang utuh terhadap  gerakan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  ekspresinya,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat menyentuh clitoris-nya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an bermain  payudaranya. Tips : Posisi ini&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat member keleluasaan pasangan Anda  untuk mendominasi sekaligus memberikan kenikamatan pada Anda. ln&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="120" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_17.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;17. Woman on Top, Leaning Back.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari  facing woman astride position, &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia kembali&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan hati-hati merebahkan  sedikit kebelakang sampai she’s  bersandar&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i kedua tanganya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iantara  kaki Anda. Meskipun posisi ini  membatasi &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;orongan Anda, hal ini  memungkinkan Anda untuk mengurut  clitoris-nya guna menambahkan  stimulasi. JIka lutunya terasa sakit,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  bisa meluruskan lututnya  tanpa berhenti menikmati hubungan intim yang  sedang berlangsung. Coba &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan sedikit variasi, biarkan  Ia merebahkan  belakang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  hati-hati, sampai ia berbaring. Hal ini memungkinkan  Anda mengelus  payudara&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an clitoris-nya. Tips : Memberikan pilihan lain bagi wanita  untuk kembali mendominasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="top" alt="gambar posisi bercinta" height="147" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_18.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;18. X Position. Mulailah ketika semuanya  sudah siap  (Mr. P sudah masuk ke Ms. V),&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan posisi Anda  mengangkang pasangan  wanita Anda. Pindahkan tangan ke sisi luar&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari  tubuh Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an biarkan &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia berbaring&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i antara kaki Anda. Sesuaikan  agar posisi Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  pasangan pas&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan posisi saling”menggunting”.  Lakukan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan pelan,  gerakan tidak tergesa-gesa akan memberikan  stimulasi yang cukup untuk  mengimbangi kurangnya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;aya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;orong. Tips :  Posisi ini menungkinkan seks yang lama, seks lambat yang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  membangkitkan gairahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="130" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_19.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;19. Cowgirl’s Helper. Posisinya adalah  berjongkok&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  atas, menaikkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an menurunkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;irinya secara rapat. Anda  menyangganya &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan cara memegang pinggulnya serta mendesaknya untuk  memenuhi  kenikmatan masing-masing.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia akan menghargai Anda yang telah   menyerahkan seksual remote control kepadanya. Tali Laso secara opsional   bisa&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ipergunakan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i sini. Tips : Anda mampu mengeksplorasi sisi  liarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="120" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_20.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;20. Pretzel.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia berbaring&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i samping  kiri Anda.  Anda berlutut ia antara kakinya,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia menekuk kaki kanannya &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;isisi kanan  tubuh anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an menindih kaki kirinya. Menggunakan tangan  Anda untuk  membawanya ke arah Anda. Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  memperoleh kedalaman  penetrasi  ketika menggunakan ‘doggy style’,  tetapi menjaga kontak mata  bisa lebih membuatnya senang. Tips : Posisi  romantis yang cocok untuk &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ipraktekkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i malam hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="109" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_21.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;21. Reverse Cowgirl. Ketika&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia berada &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i atas,  sarankan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia untuk memutar posisinya sehingga membelakangi   Anda. Hal  ini membuat stimulation pada G-spot nya,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an proses perubahan  posisi  tersebut akan membantu anda bertahan lebih lama. Untuk sensai  lebih,  tempatkan kakinya rata&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan lantai&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iantara Anda. Tips :  mengamati  bagaimana ia menyukai&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an menikmati posisi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="138" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_22.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;22. Shoulder Holder.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia meletakkan  kedua kakinya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  salah satu bahu Anda  yang berdekatan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan mr.  V-nya. Kemudian&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  meluncurkan turun kakinya  ke&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ada  Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an satu  kaki yang lain  bertumpu pada otot lengan Anda, setelah itu mulailah  menggoyangnya &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan gerakan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari samping atau naik turun. Anda  memiliki akses besar  kepada G-spot. Tapi pastikan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia cukup fleksibel  sebelum menekuknya. Tips : Posisi bagi para wanita yang ingin  menunjukkan fleksibilitas mereka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="96" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_23.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;23. Spider.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk lah menyandar ke  belakang &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  tumpuan pada tangan, lengan bawah, atau siku Anda,  kemudian membiarkan &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia medekat setapak&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;emi setapak ke arah Anda,  menopang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;irinya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  cara yang sama.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia akan merasakan sensasi yang   lebih&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam, lebih  kuat, lebih intim stimulasinya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;aripada posisi  missionary,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  sedikit gesekan. Atau Anda juga bisa Bersandar pasif &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an membiarkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  melakukan putaran-putaran&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an gerakan-gerakan untuk  meningkatkan gairah. Tips :  Bisa saling bergantian untuk mendominasi  –sekaligus beristrirahat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="203" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_24.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;24. Man Chair.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i pinggiran&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  tempat tidur &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;uduk membelakangi Anda. Jika Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  menumpukan satu atau  kedua kaki&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i atas tanah, Anda akan memiliki &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;orongan untuk lebih kuat  mendorong ke atas. Ini adalah posisi yang  baik untuk stimulasi G-spot &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an itu memungkinkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia menggunakan  tangannya untuk merangsang bagian  penis anda atau scrotum anda.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i lain  sisi,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia juga bisa menopangkan  kakinya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i lantai untuk penetrasi yang  lebih&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia bisa lebih  mendekatkan lututnya ke&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;adanya. Tips :  Anda bisa menggunakan posisi ini&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i perjalanan. Gunakan kursi kemudi  sebagai tempat bercinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="175" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_25.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;25. Spork.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;imulai&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari posisi  missionay, kemudian &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia merebahkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iri&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an santai, sambil menunggu  Anda berputar.  Merebahlah pada satu sisi posisi yang aktif, sehingga  Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat   melakukan penetrasi. Gunakan tangan untuk membantu memutar   pinggangnya  guna membuatnya merasa nyaman. Anda memiliki akses ke kedua   itu G-spot &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an kelentit, sehingga menggunakan tangan Anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  bijak. Tips : Posisi ini cocok buat Anda yang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam keadaan mengantuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="gambar posisi bercinta" height="110" src="http://i192.photobucket.com/albums/z260/komokokomoko/SEX_26.jpg" width="530" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;26.&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ownward&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;og. Biarkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia berbaring &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i muka  berpaling ke bawah (tempat tidur)/tengkurap&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan pinggul  sedikit &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iangkat. (Gunakan bantal agar&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia lebih lama.) Masukkan mr. P &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari  belakang, Anda akan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat menusukkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an tekan lebih keras  untuk  mencapai kenikmatan zona&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia hanya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i belakang vagina. Tips :  Membuatnya mencoba sedikit&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;oggy syle.&lt;/div&gt;http://butuhtips.com/tips-26-posisi-bercinta.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-4082628184048084792?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/4082628184048084792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=4082628184048084792&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/4082628184048084792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/4082628184048084792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/tips-lengkap-26-posisi-bercinta-terbaik.html' title='Tips Lengkap 26 Posisi Bercinta Terbaik'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-6353843862294158728</id><published>2011-03-28T10:10:00.002+07:00</published><updated>2011-03-28T10:10:40.859+07:00</updated><title type='text'>TIPS MEMUASKAN WANITA SAAT ML</title><content type='html'>&lt;img alt="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSW88h3Kw6XaeBmWaAFi1rEQTFBwpaH9yX0SCZ5t-kJWIdUkhl8rQ" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSW88h3Kw6XaeBmWaAFi1rEQTFBwpaH9yX0SCZ5t-kJWIdUkhl8rQ" style="height: 236px; width: 362px;" /&gt;Secara teknis&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iperlukan kerja sama&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an pengertian kedua belah pihak  baik pria / laki-laki maupun perempuan / wanita&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam berhubungan intim  agar kedua belah pihak sama-sama mendapatkan kepuasan seks yang  maksimal. Keegoisan salah satu pihak&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat merugikan pihak lainnya,  sehingga tidak menutup kemungkinana&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat menyebabka masalah / problem  suami istri kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan  seks tidak harus lama. Jika  sang wanita sudah mendapatkan orgasme,  maka itu pertanda bagi sang  lelaki untuk menyelesaikan permainan baik  cepat meupun lambat. Hubungan  seks tidak harus&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iakhiri pula&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan semburan sperma / orgasme pria.  Jika si pria sudah puas maka permainan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iakhiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah  ini adalah point-point penting yang harus&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iperhatikan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam melakukan  hubungan badan / intim pria wanita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan persiapan yang  tepat&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan berbagai peralatan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an perlengkapan yang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iperlukan  secukupnya. Jangan lupa&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan minuman&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an alat pembersih yang cukup  agar tidak jauh&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an lama mengambilnya jika sewaktu-waktu&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iperlukan.  Pilih tempat yang nyaman, bersih, tidak bau, tidak kotor&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an enak  suasananya. Jangan melakukan ngeseks&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i kuburan, rumah kosong, parkiran,  kebon, semak-semak&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an lain sebagainya karena bisa saja terjadi hal-hal  yang sangat tidak anda inginkan untuk terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Lakukan pemanasan sebelum berhubungan seks. Baik pria&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an wanita  sama-sama harus berada&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam keadaan terangsang untuk&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  memulai  penetrasi batang kemaluan pria ke lubang perempuan. Pastikan  si isteri  telah basah sehingga tidak akan terasa sakit saat&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ilakukan serangan.  Gunakan jari-jemari, lidah, rambut, kaki,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an sebagainya untuk mendukung  upaya anda untuk merangsang si&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan langsung tancap  gas untuk mengejar orgasme. Lakukan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan perlahan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an santai. Nikmati  saat-saat penetrasi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ilaksanakan, karena bisa jadi anda tidak&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  merasakan nikmat yang sama&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i lain waktu. Lakukan berbagai posisi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  cara untuk memuaskan pasangan. Pada awal permainan adalah pilihan yang  baik untuk memberikan wanita posisi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i atas agar cepat medapatkan  orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hindari pembicaraan serius saat hubungan seks yang &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat menurunkan nafsu birahi lawan main anda. Katakan kata-kata kotor,  manja&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an nakal yang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat meningkatkan rangsangan ke lawan sepermainan  anda. Matikan hp / ponsel jika perlu agar kegiatan pribadi anda tidak &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iganggu gugat oleh pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Setelah sang pria ejakulasi  menyemburkan sperma hangat, jangan  langsung beranjak pergi meninggalkan  pasangan anda. Biarkan libido hawa  nafsu yang masih tersisa hilang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ulu.  Berikan usapan-usapan mesra, kata-kata nakal berterima-kasih, pelukan &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an ciuman hangat,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  lain sebagainya sebagai rasa sayang anda pada  pasangan anda. Jika  sempat mandilah bersama-sama untuk meningkatkan  kualitas hubungan anda&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan suami atau istri anda. Lakukan hubugan  seks kembali jika sama-sama terangsang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Tambahan :&lt;br /&gt;Lakukan  hubungan suami isteri&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan aman&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i rumah jangan sampai&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ilihat   anak-anak atau anggota keluarga lainnya. Pastikan pintu terkunci,  tidak  ada lubang mengintip, tidak ada kamera tersembunyi,&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an lain sebagainya.&lt;br /&gt;http://www.tugaskuliah.info/2010/03/tips-cara-memuaskan-istri-saat-bercinta.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-6353843862294158728?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/6353843862294158728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=6353843862294158728&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6353843862294158728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/6353843862294158728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/tips-memuaskan-wanita-saat-ml.html' title='TIPS MEMUASKAN WANITA SAAT ML'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-2493028068437352716</id><published>2011-03-28T10:08:00.002+07:00</published><updated>2011-03-28T10:08:20.401+07:00</updated><title type='text'>Cara Cepat Membuat Cewek Orgasme</title><content type='html'>&lt;div style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; text-align: center;"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.menjelma.com%2F2011%2F03%2Fcara-cepat-membuat-cewek-orgasme.html&amp;amp;t=Cara%20Cepat%20Membuat%20Cewek%20Orgasme%20%7C%20unik%20%7C%20lucu%20%7C%20aneh%20%7C%20misteri%20%7C%20extreme%20%7C%20sport%20%7C%20agama%20%7C%20alam%20%7C%20www.menjelma.com&amp;amp;src=sp" name="fb_share" style="text-decoration: none;" title="Share on Facebook" type="box_count"&gt;&lt;span class="fb_share_size_Small fb_share_count_wrapper"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count_nub_top "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count  fb_share_count_top"&gt;&lt;span class="fb_share_count_inner"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FBConnectButton FBConnectButton_Small" style="cursor: pointer;"&gt;&lt;span class="FBConnectButton_Text"&gt;Share&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-Sblp4Dv1UAw/TXXo4DeQ3PI/AAAAAAAAAl0/5C3oLTYsgSY/s1600/Cara+Cepat+Membuat+Perempuan+Orgasme.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh6.googleusercontent.com/-Sblp4Dv1UAw/TXXo4DeQ3PI/AAAAAAAAAl0/5C3oLTYsgSY/s1600/Cara+Cepat+Membuat+Perempuan+Orgasme.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam agenda seks, proses pemanasan hingga  pencapaian titik klimaks merupakan bagian terpenting. Ketika proses  pemanasan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an rangsangan yang Anda lakukan tersebut berjalan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan   maksimal, maka orgasme pun akan lebih mudah tercapai. Namun ternyata   membuat pasangan orgasme itu tidak mudah.. butuh trik&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an ketepatan anda &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam memainkan peran sebagai stimulan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam pencapaian orgasme. Pria &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  wanita memang memiliki perbedaan mendasar atas penerimaan rangsangan   seksualnya. Seorang pria biasanya cenderung lebih mudah terangsang   meskipun secara visual&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an tak  melalui rangsangan fisik. Sementara  wanita membutuhkan sentuhan fisik  sebelum gairahnya menyala. Tak heran,  banyak wanita yang berhasil  mencapai klimaks lewat rangsangan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;iri. Jadi  sebelum Anda bercinta&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia, pastikan Anda melakukan hal&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ibawah  ini untuk membuat pasangan anda Orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sentuh Emosinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan orgasme, pria&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an wanita memang memiliki cara yang berbeda.  Bagi wanita, jauh lebih mudah mencapai klimaks jika ia telah memanaskan  terlebih&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ahulu ikatan emosional&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan pasangannya. Karenanya, wanita  sangat mementingkan perasaan nyaman&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an puas sebelum sesi bercinta&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i  mulai. Anda harus memastikan kondisi tersebut lebih&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ulu. Namun  nyatanya, keadaan ini tidaklah sesederhana yang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ibayangkan. Rahasia  pertama orgasme wanita adalah bercinta&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan penuh gairah&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an tidak  memerlakukan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia sebagai objek seks yang sekedar  memenuhi nafsu seksual  Anda. Anda harus memerlakuakn&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia secara halus&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an penuh kelembutan.  Rahasianya terletak pada bagaimana Anda membangun antisipasi ke titik  erotis yang&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia butuhkan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an jangan tergesa-gesa saat melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikan Ciuman yang Menggoda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas ciuman&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat membawa seorang wanita mencapai orgasme jika Anda  melakukannya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan benar. Oleh karena itu, ide menarik terletak pada  bagaimana Anda memberikan ciuman sederhana&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an bergairah untuk pasangan  Anda. Jadi sebelum Anda melanjutkan sesi  bercinta, manjakan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  terlebih&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ulu&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan beberapa ciuman penuh gairah. Luangkan waktu Anda  untuk menciumnya perlahan namun penuh gairah. Berciuman&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat  mengaktifkan indera&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an kemudian membakar gairahnya. Berikan ciuman yang  menggoda untuknya hingga birahinya terisi penuh&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an ia pun siap&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  sesi bercinta  yang Anda tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://luvseks.blogspot.com/2011/02/stimulasi-klitoris-untuk-orgasme.html"&gt;Stimulasi  Klitoris&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Klitoris  seorang wanita merupakan instrument kunci untuk membawanya pada   orgasme. Karenanya, zona ini menjadi area penting saat melakukan   rangsangan. Ketika seorang wanita tidak&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam keadaan terangsang,  menyentuh atau merangsang klitoris tidak akan membuat wanita nyaman.&lt;br /&gt;Supaya membuatnya nyaman, berikan stimulasi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i awal. Coba jalankan  jari-jari Anda pada setiap sisi poros klitorisnya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an membelai klitoris &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan ibu jari Anda. Ketika&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ia  mulai terangsang, Anda akan merasakan  nafasnya berat&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an klitoris atasnya bengkak. Ini adalah saat yang tetap  untuk memberinya serangan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikan Irama Pada Seks Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak pria keliru memahami bahwa wanita&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat menyesuaikan kecepatan &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an irama seperti&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;irinya. Karenanya, bagaimana Anda menyentuh&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  membelainya perlu&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ilakukan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan variasi&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an kecepatan yang berirama.  Mulailah seks&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  perlahan untuk menyalakan birahinya. Ketika seks  berlangsung, wanita  lebih suka kecepatan yang agak meningkat sehingga ia &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;apat merasakan puncak untuk mencapai orgasme. Pastikan irama yang Anda  lakukan secara keseluruhan berjalan konstan&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;ari sesi awal hingga  akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lakukan Penetrasi Secara Memutar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak pria yang melakukan penetrasi selama seksnya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan  gerakan lurus  semata. Setelah itu mereka pun bertanya-tanya mengapa  pasangannya tak  pernah mendapatkan orgasme. Tidak peduli seberapa keras  atau seberapa &lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;alam Anda  melakukan penetrasi terhadapnya atau seberapa jauh Anda  merangsangnya  untuk mendapatkan klimaks. Cara yang tepat untuk melakukan  penetrasi  adalah melakukan gerakan menggiling atau memutar&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an jangan  sekedar lurus&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an  mendalam. Gunakan pinggul Anda untuk meniru gerakan  rotasi. Gerakan  ini akan bekerja efektif baginya karena Mr. P Anda akan  menstimulasi  G-spotnya&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;an merangsangnya agar klitorisnya mencapai  orgasme&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;engan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah jika sudah melakukan hal tersebut&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i atas, anda bisa melihat  pasangan anda berada&lt;a href="http://www.menjelma.com/"&gt; d&lt;/a&gt;i &lt;a href="http://luvseks.blogspot.com/2011/02/tanda-tanda-perempuan-orgasme.html"&gt;puncak  kenikmatan seksual&lt;/a&gt; yang tiada tara.&lt;br /&gt;http://luvseks.blogspot.com/2011/03/cara-cepat-membuat-perempuan-orgasme.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-2493028068437352716?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/2493028068437352716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=2493028068437352716&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2493028068437352716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/2493028068437352716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/cara-cepat-membuat-cewek-orgasme.html' title='Cara Cepat Membuat Cewek Orgasme'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-Sblp4Dv1UAw/TXXo4DeQ3PI/AAAAAAAAAl0/5C3oLTYsgSY/s72-c/Cara+Cepat+Membuat+Perempuan+Orgasme.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-246568411318488467</id><published>2011-03-28T10:02:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T10:02:13.975+07:00</updated><title type='text'>2 Variasi Seks Jamin si Dia Gapai Klimaks</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercinta merupakan bentuk komunikasi paling intim bagi pasangan suami  istri. Karenanya, perlu aktualisasi rutin di dalamnya. Untuk itu, tak  salah jika Anda memelajari variasi seks terbaru setiap harinya. Siapa  tahu, salah satu di antaranya menjadi favorit Anda dan si dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut dua variasi seks yang akan membuat klimaks terasa lebih kuat, seperti dikutip Cosmopolitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://i.okezone.com/content/2011/02/25/197/428872/qZmX3zCTxS.jpg" src="http://i.okezone.com/content/2011/02/25/197/428872/qZmX3zCTxS.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;The Stand and Deliver&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Instruksi: Posisikan punggung  Anda menempel pada sebuah dinding dengan kedua kaki dilebarkan,  menghadap suami. Lingkarkan kedua kaki Anda pada pinggul pasangan, dan  minta dia memegang paha luar Anda untuk menahan beban tubuh Anda. Selagi  dia penetrasi, bersandar lah ke dinding sebagai penahan tubuh Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa Anda akan menyukainya?  Sama dengan misionaris, variasi ini akan menghadirkan keintiman yang  amat sangat bagi Anda dan pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Posisi ini sangatlah intens dan  multifungsi, sempurna untuk quickie". Plus, saat Anda merapatkan paha,  Anda telah merapatkan juga liang Miss V yang akan menambah laju friksi  bagi pasangan. Bisa dipastikan betapa terangsang tubuh dia dengan posisi  ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tip: Rapatkan lebih kencang paha  Anda, biarkan dia merasakan friksi yang lebih mendalam di area  genitalnya. Semakin kencang otot Miss V dirapatkan, semakin menambah  kepuasan secara maksimal bagi Anda berdua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Carnal Crisscross&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Instruksi: Mulailah dengan  berbaring menyamping meletakkan kepala di salah satu lengan. Angkat  salah satu kaki dan biarkan pasangan penetrasi melakukan posisi yang  sama dengan poros terdapat pada area gential Anda berdua (seperti  gunting). Begitu dia penetrasi, minta dia mengandalkan bahu Anda untuk  menahan gesekan intercourse. Dijamin posisi ini Anda sangat dinikmati  oleh Anda berdua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa Anda akan menyukainya?  Posisi bercinta menyamping memang terbilang dahsyat! Di mana jarak alat  genital yang dekat, mampu menggiring sensasi luar biasa di setiap  gerakan hujaman pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Plus, posisi ini memungkinkan  dia bereksplorsi dengan bagian terdalam kemaluan Anda terutama, bagian  terlembut yang biasanya teracuhkan, yang akan memberikan sensasi  supermenjalar di setiap bagian tubuh Anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-246568411318488467?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/246568411318488467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=246568411318488467&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/246568411318488467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/246568411318488467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/2-variasi-seks-jamin-si-dia-gapai.html' title='2 Variasi Seks Jamin si Dia Gapai Klimaks'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-8814079919944464000</id><published>2011-03-28T09:48:00.002+07:00</published><updated>2011-03-28T09:48:46.335+07:00</updated><title type='text'>G SPOT</title><content type='html'>&lt;h3&gt; &lt;a href="http://mrcoppas.blogspot.com/2011/03/segalanya-tentang-g-spot-mantap.html"&gt;Segalanya Tentang G SPOT [ Mantap ]&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="adsense"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fmrcoppas.blogspot.com%2F2011%2F03%2Fsegalanya-tentang-g-spot-mantap.html&amp;amp;t=Segalanya%20Tentang%20G%20SPOT%20%5B%20Mantap%20%5D%20%7C%20Mr.%20Coppas&amp;amp;src=sp" name="fb_share" style="text-decoration: none;" title="Share on Facebook" type="box_count"&gt;&lt;span class="fb_share_size_Small fb_share_count_wrapper"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count_nub_top fb_share_no_count"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count fb_share_no_count fb_share_count_top"&gt;&lt;span class="fb_share_count_inner"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FBConnectButton FBConnectButton_Small" style="cursor: pointer;"&gt;&lt;span class="FBConnectButton_Text"&gt;Share&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;G-spot&lt;/b&gt; (atau titik Grafenberg) adalah daerah sebesar uang logam yang teramat sensitif dan terletak di bawah permukaan &lt;b&gt;liang vagina&lt;/b&gt; yang menghadap ke arah depan tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun lokasinya berbeda-beda, &lt;b&gt;G-spot&lt;/b&gt; biasanya terletak di tengah antara tulang pinggul dan serviks, sekitar 4,5 sentimeter ke dalam vagina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para peneliti telah menemukan  bahwa pada beberapa wanita rasa sensitifnya lebih banyak sepanjang  dinding vagina bagian atas, dan tidak hanya pada satu titik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;GAMBAR G SPOT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="269" src="http://drgspot.net/images/Leigh%20G%20Spot.JPG" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangatlah sulit bagi seorang  wanita untuk menjelajahi G-spot-nya dan orgasme vaginal sendiri karena  kebanyakan tidak memiliki jari cukup panjang untuk mencapainya dan  kesulitan untuk mencapai kenyamanan, lain halnya dengan orgasme biasa;  wanita dapat melakukannya sendiri dengan melakukan masturbasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bekerja sama dengan pasangan  yang dipercaya akan sangat nikmat dalam menemukan G-spot seorang wanita.  Dengan bereksperimen, seorang wanita dapat menemukan jenis rangsangan  yang dirasanya paling cocok. Rangsangan dengan pen*s biasanya lebih  efektif bila dilakukan dengan tekanan yang tetap dan santai, bukan  dengan sodokan pen*s yang biasa, karena G-spot biasanya perlu tekanan  yang kuat dan di tempat yang sama. Menambah tekanan secara perlahan akan  membantu menemukan tekanan yang optimum untuk kenikmatan erotis tanpa  rasa sakit. Beberapa wanita mampu mencapai klimaks hanya dengan tekanan  semacam ini; untuk beberapa lainnya mungkin akan sangat menaikkan  tingkat rangsangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;G-spot dapat dirangsang sebelum  senggama berlangsung. Caranya, dengan merabanya. Pastikan untuk buang  air kecil ketika Anda akan memulai eksplorasi tersebut, letak titik G  berbeda untuk tiap wanita, biasanya terletak kira-kira 5 cm di lorong  vagina pada dinding anterior (bagian atas ke arah perut). Lakukan  eksplorasi dengan pasangan Anda dengan posisi tubuh terbaring dengan  posisi pinggul agak terangkat (ditinggikan dengan bantal). Dalam posisi  ini, pasangan Anda dapat memasukkan jarinya ke dalam vagina dan memulai  eksplorasi secara "halus". Sebaiknya gunakan pelumas berbahan dasar air  (KY atau Astroglide) sebelum memasukkan jari karena akan memberikan rasa  agak sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, selama persetubuhan, titik  ini juga akan dirangsang oleh ujung pen*s, saat pergerakan terjadi...  Menurut para pakar seksologi, perempuan yang posisinya di atas-telungkup  atau tidur-lebih mudah merasakan stimulasi pada titik G ketimbang  posisi lainnya. Posisi doggy dan posisi wanita di atas adalah cara-cara  efektif untuk menghasilkan rangsangan lebih langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="359" src="http://rumahsejutaide.files.wordpress.com/2009/08/gspot.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun  tidak semua ahli seks sependapat bahwa G-spot terdapat dalam tubuh  seorang wanita, umumnya orang percaya bahwa itu ada dan bisa dirangsang  sebagai unsur kenikmatan yang utama. Hal ini sering digolongkan sebagai  urethral sponge (sebuah area lembut yang rata, kira-kira sepertiga jalan  menuju dinding depan vagina dan terdapat tepat ketika wanita tengah  terangsang). Dia berdenyut sedikit ketika disentuh dengan jari dan  usapan pada area tersebut bisa menghasilkan sensasi dan perasaan seperti  keluarnya orgasme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;http://www.forumkami.com/forum/seks/87039-segalanya-tentang-g-spot-mantap.html &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-8814079919944464000?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/8814079919944464000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=8814079919944464000&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8814079919944464000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8814079919944464000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/g-spot.html' title='G SPOT'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-9147278959145699975</id><published>2011-03-28T09:43:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T09:43:25.446+07:00</updated><title type='text'>Tips Menggairahkan Di Ranjang Hanya 15 Menit</title><content type='html'>&lt;h3&gt; &lt;a href="http://mrcoppas.blogspot.com/2011/03/tips-menggairahkan-di-ranjang-hanya-15.html"&gt;Tips Menggairahkan Di Ranjang Hanya 15 Menit&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="adsense"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fmrcoppas.blogspot.com%2F2011%2F03%2Ftips-menggairahkan-di-ranjang-hanya-15.html&amp;amp;t=Tips%20Menggairahkan%20Di%20Ranjang%20Hanya%2015%20Menit%20%7C%20Mr.%20Coppas&amp;amp;src=sp" name="fb_share" style="text-decoration: none;" title="Share on Facebook" type="box_count"&gt;&lt;span class="fb_share_size_Small fb_share_count_wrapper"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count_nub_top fb_share_no_count"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count fb_share_no_count fb_share_count_top"&gt;&lt;span class="fb_share_count_inner"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FBConnectButton FBConnectButton_Small" style="cursor: pointer;"&gt;&lt;span class="FBConnectButton_Text"&gt;Share&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="noBottomLine"&gt;&lt;img alt="haxims.blogspot.com" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468234473234283826" src="http://2.bp.blogspot.com/_TeZIY2L6s38/S-MSSA2svTI/AAAAAAAABhI/VfFQRjFZdKc/s400/Foreplay3_utama.jpg" style="height: 316px; width: 376px;" title="www.kaskuslover.tk" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;strong&gt;SEMUA&lt;/strong&gt;  orang setuju jika   seks tak harus dibatasi dengan durasi waktu. Tentu  saja Anda dan   pasangan ingin memiliki waktu bercinta yang panjang,  bahkan satu hari   penuh. Namun di saat keadaan tak lagi mendukung, jangan  salah Anda   bersama pasangan masih bisa menikmati 15 menit yang  menggairahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Meski  hanya memiliki waktu 15 menit,   Anda harus memulainya dengan sebuah  strategi jitu, yakni di tahap awal   Anda harus melancarkan &lt;em&gt;dirty talk.&lt;/em&gt;  Aksi ini bisa Anda lakukan   dengan meneleponnya dari tempat kerja dan  menggodanya. Tujuannya  untuk  mengendalikan pikirannya, agar pasangan  ingin segera menuntaskan   hasratnya pada Anda. Untuk membangun 15 menit  yang menggairahkan,  Anda  bisa belajar dari &lt;em&gt;Askmen&lt;/em&gt;. Caranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Aksi &lt;em&gt;foreplay&lt;/em&gt;   selama 8 menit&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="noBottomLine"&gt;&lt;img alt="haxims.blogspot.com" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468234464327870354" src="http://2.bp.blogspot.com/_TeZIY2L6s38/S-MSRfrPp5I/AAAAAAAABhA/_MptN2lgoVA/s400/foreplay_good.jpg" title="www.kaskuslover.tk" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada   dasarnya, kaum hawa  membutuhkan pemanasan cukup lama. Untuk itu, Anda   bisa memulainya  dengan memutar alunan musik berirama cepat agar bisa   membangkitkan  gairahnya. Selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah   melucuti semua  busananya. Jika pasangan membantu membuka baju Anda, ini   akan lebih  baik. Luangkan waktu sejenak untuk mencium bau tubuhnya  dan  sedikit  menggodanya dengan menggit mesra puting payudaranya.  Lanjutkan  kegiatan  nakal Anda dengan mencium kedua pahanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saran terbaik  dalam tahapan &lt;em&gt;foreplay&lt;/em&gt;    adalah Anda harus terus mencium pasangan dan membelai tubuhnya. Atau    Anda bisa sambil menggoda dengan posisi 69. Selain itu, saat berciuman    mesra, Anda bisa membelai punggungnya dengan tangan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Manfaatkan  4  menit untuk posisi &lt;em&gt;woman on top&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="noBottomLine"&gt;&lt;img alt="haxims.blogspot.com" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468232548507018354" src="http://2.bp.blogspot.com/_TeZIY2L6s38/S-MQh-r9ZHI/AAAAAAAABg4/uKyBNYekF48/s400/woman_ONTop.jpg" title="www.kaskuslover.tk" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak  wanita cenderung mudah  mencapai puncak orgasme ketika mereka mengambil  posisi &lt;em&gt;woman on top&lt;/em&gt;.  Hal ini disebabkan wanita dapat mengontrol  Mr P&lt;em&gt; &lt;/em&gt;berada   dalam  posisi tepat. Oleh karena itu, biarkan pasangan menikmati sesi   ini  sampai merasa dirinya telah mencapai puncak orgasme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di samping itu, sembari Anda  menikmati posisi &lt;em&gt;woman  on top&lt;/em&gt;,   Anda bisa bermain dengan  payudaranya dengan kedua tangan Anda. Anda   bisa menggelitiknya dan  meremasnya. Cara ini akan sangat membantu   pasangan menuju kenikmatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: inherit;" /&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;3 Menit untuk  nikmati &lt;em&gt;man on top&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="noBottomLine"&gt;&lt;img alt="haxims.blogspot.com" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468234487375404818" src="http://2.bp.blogspot.com/_TeZIY2L6s38/S-MSS1iNHxI/AAAAAAAABhQ/VhwE2MSlRr8/s400/man_On+Top.jpg" title="www.kaskuslover.tk" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangan    cepat-cepat mengakhiri sesi bercinta, karena Anda masih punya waktu    tiga menit untuk memuaskan pasangan. Anda mungkin bertanya, apa yang    bisa Anda lakukan dalam tempo 3 menit? Untuk menyenangkan pasangan, Anda    bisa mengambil posisi &lt;em&gt;man on top&lt;/em&gt;, di mana Andalah yang kini    menguasai permainan. Dalam tiga menit, Anda bisa mengambil berbagai    posisi yang berbeda. Sementara berada di atas tubuhnya, jangan lupa    untuk menciumi bibir pasangan. Ketika kalian berdua telah menemukan satu    posisi ternyaman, Anda bisa mengakhiri permainan dengan posisi    tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sumber : http://mrcoppas.blogspot.com/2011/03/tips-menggairahkan-di-ranjang-hanya-15.html &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-9147278959145699975?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/9147278959145699975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=9147278959145699975&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/9147278959145699975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/9147278959145699975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/tips-menggairahkan-di-ranjang-hanya-15.html' title='Tips Menggairahkan Di Ranjang Hanya 15 Menit'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TeZIY2L6s38/S-MSSA2svTI/AAAAAAAABhI/VfFQRjFZdKc/s72-c/Foreplay3_utama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-8492979080639910781</id><published>2011-03-28T09:37:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T09:37:44.676+07:00</updated><title type='text'>Panduan Bercinta</title><content type='html'>&lt;h3&gt; &lt;a href="http://mrcoppas.blogspot.com/2011/03/panduan-bercinta-dari-awal-sampai-akhir.html"&gt;Panduan Bercinta Dari Awal Sampai Akhir 'Lengkap'&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="adsense"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fmrcoppas.blogspot.com%2F2011%2F03%2Fpanduan-bercinta-dari-awal-sampai-akhir.html&amp;amp;t=Panduan%20Bercinta%20Dari%20Awal%20Sampai%20Akhir%20%27Lengkap%27%20%7C%20Mr.%20Coppas&amp;amp;src=sp" name="fb_share" style="text-decoration: none;" title="Share on Facebook" type="box_count"&gt;&lt;span class="fb_share_size_Small fb_share_count_wrapper"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count_nub_top fb_share_no_count"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count fb_share_no_count fb_share_count_top"&gt;&lt;span class="fb_share_count_inner"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FBConnectButton FBConnectButton_Small" style="cursor: pointer;"&gt;&lt;span class="FBConnectButton_Text"&gt;Share&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aktivitas  bercinta atau ML merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Bagi  pasangan suami istri seyogyanya melakukan aktivitas tersebut secara  berkala, karena selain untuk keharmonisan hubungan rumah tangga juga  sangat baik untuk kesehatan, baik secara fisik maupun psikis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini  www.mrcoppas.blogspot [dot] com sengaja mengumpulkan berbagai artikel  terkait dengan aktivitas bercinta, sengaja disusun sedemikian rupa mulai  dari pemanasan (warming up) dengan berciuman, kemudian posisi dan gaya  bercinta, orgasme, serta kepuasan bercinta, serta perkiraan durasi waktu  ideal dalam bercinta. Selanjutnya pada bagian akhir ditutup dengan  berbagai manfaat dari aktivitas bercinta ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gdtmk7sRE04/TRU2eAynkJI/AAAAAAAAAEU/XXko9lgF7Ls/s1600/Panduan+Bercinta.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="http://2.bp.blogspot.com/_gdtmk7sRE04/TRU2eAynkJI/AAAAAAAAAEU/XXko9lgF7Ls/s320/Panduan+Bercinta.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Simak selengkapnya uraian berikut yang dicuplik dari berbagai sumber Panduan Bercinta :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;a. Pemanasan; berciuman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berciuman adalah saat paling  intim dari setiap pasangan bukan hanya secara fisik tetapi juga emosi.  Bisa dikatakan sangat sulit mencapai kepuasan bercinta tanpa berciuman.  Adanya masalah dalam hubungan juga bisa terindikasi lewat ada tidaknya  keinginan Anda untuk berciuman dengan pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu juga sebaliknya, hubungan  Anda dan pasangan bisa menjadi lebih hangat karena berciuman. Jadikan  berciuman sebgai kebutuhan Anda dan pasangan setiap hari. Agar hubungan  semakin hangat cobalah 4 teknik berciuman Tantric.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Eye brow kissing&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadapkan  wajah Anda dengan wajah pasangan dalam posisi tidur, bisa "woman on  top" atau "man on top". Lalu, tempelkan bibir Anda pada alis pasangan.  Kecup alisnya selama beberpa detik, kemudian kecup bibirnya dengan  lembut, rasakan energi yang mengalir dari tubuh Anda dan pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Yin Yang kissing&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berciumanlah  secara bergantian dengan pasangan dengan lembut. Misalnya, Anda diam  saja dan biarkan pasangan menciumi Anda selama 1 menit, dan lakukan  sebaliknya. Hal tersebut bisa membuat keseimbangan energi Anda dan  pasangan. Keseimbangan energi, Yin dan Yang Anda dan pasangan sangat  penting untuk menghangatkan hubungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Synchronized kissing&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posisikan  tubuh Anda dan pasangan dalam posisi favorit saat bercinta. Lalu,  biarkan bibir Anda dan pasangan setengah terbuka, kemudian atur napas  bersama. Buatlah sikronisasi dengan pasangan saat menarik dan  mengeluarkan napas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Orgasmic kissing&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat  Anda mencapai mencapai klimaks, tempelkan bibir Anda pada bibir  pasangan. Atur napas Anda dan rasakan energi yang dipancarkan dari tubuh  pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;b. Gaya bercinta (Referensi teknik bercinta ala Kamasutera)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada Kamasutra, porsi membahas  aktivitas seksualnya cukup banyak. Di antaranya memuat teknik bercinta,  membangkitkan hasrat, ciuman, dan pelukan. Itu sebabnya, Kamasutra  dikenal sebagai literatur erotis dari Timur yang terlengkap. Teknik ini  juga menguraikan seks bukanlah sebagai aktivitas fisik saja, tapi juga  melibatkan elemen cinta, emosi, hasrat, kesenangan, serta keintiman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada prinsipnya, ilmu bercinta ini memandang aktivitas seksual sebagai seni. Inilah beberapa variasi bercinta ala Kamasutra:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Posisi Bunga Mekar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ambil  posisi berbaring dengan membuka kaki selebar mungkin dan angkat  bagian-bagian tengah tubuh sehingga perut membentuk seperti busur. Suami  memeluk bagian pinggang, sehingga memudahkan ‘junior’ bereksplorasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Posisi Angsa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Duduk  di lantai, posisi Anda membelakangi suami dengan kedua kaki menekuk,  sehingga menyatu dengan lutut. Suami duduk tegak dengan kaki kiri naik  pada sudut 90 derajat ke lantai, sejajar dengan pinggul kiri dan kaki  kanan terlipat langsung di depannya, sementara kedua tangannya memeluk  Anda. Sandarkan tubuh pada suami dan saat membalikkan punggung Anda ke  arahnya, mintalah ia mencium Anda dengan lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Posisi Menggendong&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pose  ini mengandalkan kekuatan fisik suami karena ia harus mengangkat tubuh  Anda. Sementara kedua kaki Anda berada di atas siku suami dan bertahan  di atas kedua tangannya, suami menopang punggung Anda dengan kedua  tangan berada di pinggang Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Posisi Gantung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suami  berdiri menyandar pada tembok dan Anda duduk di atas kedua tangannya  yang disatukan sambil menyangga bokong Anda. Lingkarkan kedua tangan  pada leher suami. Letakkan kedua paha pada pinggang suami sembari  menggerakkan diri dengan kedua kaki yang menyentuh tembok tempat  sandaran suami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Posisi Indrani&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tekuk  lutut sehingga kedua paha dan betis saling berdempetan, lalu  berbaringlah menyamping. Biarkan suami ‘menyerang’ dari posisi yang  paling mudah. Anda akan menemukan sensasi yang berbeda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber : http://mrcoppas.blogspot.com/2011/03/panduan-bercinta-dari-awal-sampai-akhir.html &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-8492979080639910781?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/8492979080639910781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=8492979080639910781&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8492979080639910781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/8492979080639910781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/panduan-bercinta.html' title='Panduan Bercinta'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gdtmk7sRE04/TRU2eAynkJI/AAAAAAAAAEU/XXko9lgF7Ls/s72-c/Panduan+Bercinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-1559899309301512632</id><published>2011-03-23T07:43:00.000+07:00</published><updated>2011-03-23T07:43:29.017+07:00</updated><title type='text'>Menjadi istri yang mempesona suami?</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Menjadi istri yang mempesona suami? Itu hal biasa yang telah banyak dibahas dalam berbagai literatur, kajian, diskusi dan kesempatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Tetapi tahukah Anda wahai para suami, para istri juga menginginkan laki-laki yang mempesona sebagai suaminya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Meski ga&lt;span class="textexposedhide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;mbaran suami yang mempesona boleh jadi relatif, berbeda antara satu perempuan dengan perempuan lainnya, tetapi dapat dikatakan secara umum kaum perempuan membutuhkan pesona yang dapat lebih membuat mereka senantiasa mencintai suaminya. &amp;nbsp;Boleh jadi selama ini Anda para suami menyangka bahwa istri Anda mencintai Anda karena ia telah mendampingi, melayani, melahirkan dan mengasuh anak-anak Anda. Mungkin hal itu benar, tetapi untuk membuat perasaan istri Anda tidak berubah ia tetap selalu mencintai Anda dari waktu ke waktu dibutuhkan lebih banyak proses, perbuatan, tingkah laku yang semuanya bermuara pada satu titik bahwa Anda tetap mempesonanya, sehingga ia menganggap Anda layak untuk mendapatkan cintanya untuk selamanya. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Ada satu pelajaran yang menarik terutama untuk para suami dari kisah seorang perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan, bahwa sekian lama berumah tangga ternyata perasaannya mengalami perubahan, ia tidak lagi bisa mencintai suaminya dan karena itu ia khawatir berbuat kekufuran. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Adalah istri Tsabit bin Qais bin Syamas (sahabat Rasulullah SAW) yang bernama Jamilah, ia mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan perasaannya terhadap suaminya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mencela agama dan akhlak Tsabit, tetapi aku khawatir jika hidup bersamanya aku berbuat kekufuran.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Maka Rasulullah SAW bersabda, “Apakah engkau hendak mengembalikan kebunnya?” (waktu itu mahar Tsabit adalah kebunnya). Jamilah menjawab, “Benar ya Rasulullah.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Lalu Rasulullah mengutus seseorang kepada Tsabit untuk menyampaikan pesannya,”Terimalah kebun itu dan ceraikanlah dia.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas ra) &amp;nbsp;Kisah lainnya yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas ra berikut ini menunjukkan bahwa seorang istri diperbolehkan melepaskan diri dari suami yang tidak dapat dicintainya. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Barirah adalah seorang budak wanita dari Habasyah yang berada dibawah kekuasaan Utbah bin Lahab. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Majikannya ini memaksa Barirah untuk menikah dengan seorang yang tidak disukainya yaitu budak laki-laki bernama Mughits. Merekapun menikah, Barirah tidak mencintai suaminya tapi sebaliknya Mughits sangat mencintai istrinya. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Ummul Mukminin Aisyah ra merasa kasihan kepada Barirah, beliau lalu membeli dan memerdekakannya. Setelah itu Barirah merasa benar-benar memiliki kebebasannya dan merasa dapat menentukan hidupnya, maka ia meminta cerai dari suaminya. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Ibnu Abbas ra berkata, “Suami Barirah adalah seorang budak bernama Mughits, seakan-akan aku melihatnya berjalan dibelakangnya sambil menangis, air matanya menetes sampai ke jenggotnya. Nabi SAW berkata kepadaku , “Wahai Ibnu Abbas, tidakkah engkau takjub pada cinta Mughits pada Barirah dan kebencian Barirah pada Mughits?’ Selanjutnya Nabi berkata kepada Barirah, "Seandainya engkau mau kembali, sesungguhnya dia adalah suamimu dan ayah anakmu." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Maka Barirah bertanya, "Apakah engkau memerintahkan aku ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Aku hanya menawarkan kepadamu." Barirah berucap, "Aku tidak membutuhkannya”. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Nah, para suami, beberapa saran berikut ini dapat membantu Anda untuk menjadi pribadi yang mempesona dimata istri Anda: &amp;nbsp; Memperhatikan penampilan luarTidak disangsikan lagi bahwa penampilan luar dapat membangkitkan pesona pada jiwa perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Suami yang dapat menjaga kebersihan dirinya, rapi dan perlente umumnya lebih mempesona ketimbang suami yang jorok, lusuh dan kumal. Bukankah Rasulullah SAW bersabda bahwa kebersihan itu cabang iman? Umar bin Khattab ra pun pernah berkata, “Perempuan menyukai kalau suaminya berhias untuk dirinya, sebagaimana laki-laki suka istrinya berhias untuk dirinya.” &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Tidak Kaku dan MonotonSuami seperti ini selalu mau belajar memahami perasaan istrinya, punya banyak cara dan gaya dalam mengungkapkan perasaan cinta dan kasih sayang kepada istrinya, juga tidak enggan untuk menyatakan cintanya dengan kata-kata. &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;TerbukaSuami seperti ini tidak enggan mengungkapkan harapan, keinginan dan perasaannya agar istri mengerti dan dapat melakukan hal yang sesuai dengan yang dikehendakinya. Ia bukan suami yang diam dan membiarkan istrinya dalam kesulitan menebak-nebak apa yang diinginkannya. &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;MatangKebanyakan perempuan ketika menikah menginginkan suaminya adalah orang yang siap melindungi, membimbing dan dapat menjadi tempat bersandar. Laki-laki yang matang seperti ini lebih mempesona perempuan dibanding yang kekanak-kanakan dan emosional. &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Peduli dengan Keluarga Adalah benar suami memiliki tanggung jawab dalam masalah nafkah, tetapi kesibukannya dalam pekerjaan atau hal lainnya tidak membuatnya menjadi orang yang acuh terhadap istri dan anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Ia mau menemani anak belajar dan tidak keberatan mengantar istrinya pergi menghadiri acara-acaranya. &amp;nbsp; Dapat Berbagi RasaSuami mempesona mau belajar bagaimana dapat ikut merasakan apa yang sedang dirasakan istrinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Ia mau mendengar dengan penuh perhatian ketika istri sedang mengungkapkan permasalahannya, ikut merasakan kegelisahannya dan dapat membantu menentramkannya atau mengatasi permasalahannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ia adalah tempat curhat istrinya yang setia dan dapat dipercaya. &amp;nbsp; Mencintai Orang Tua, Saudara dan Kerabat IstriAnda akan semakin mempesona istri Anda manakala Anda mencintai orang tuanya, menyayangi saudara-saudaranya dan bersikap baik kepada kerabatnya. Dan jika Anda senantiasa bersikap demikian maka percayalah iapun akan berusaha keras untuk mencintai orang tua Anda dan bersikap baik pada saudara dan kerabat Anda. &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Jangan ragu dan gengsi untuk melakukan saran-saran diatas, mulailah sekarang juga maka Anda akan takjub mendapati limpahan cinta istri Anda yang seolah tanpa batas, karena begitulah sifat dan karakter perempuan, ia akan memberi lebih dari apa yang Anda berikan kepadanya!*** &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Tulisan ini Pernah Dimuat dalam Majalah Safina No. 6 Tahun I, Agustus 2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3374898518022808527-1559899309301512632?l=yasser2nop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasser2nop.blogspot.com/feeds/1559899309301512632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3374898518022808527&amp;postID=1559899309301512632&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/1559899309301512632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3374898518022808527/posts/default/1559899309301512632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasser2nop.blogspot.com/2011/03/menjadi-istri-yang-mempesona-suami.html' title='Menjadi istri yang mempesona suami?'/><author><name>yasser</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01312523010887115107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vWXIgq1Wco0/TVpUuk9-dqI/AAAAAAAAAHg/vaAPcY0T2Po/s220/DSC02534a.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3374898518022808527.post-4506055581284028798</id><published>2011-03-23T07:39:00.001+07:00</published><updated>2011-03-23T08:00:10.079+07:00</updated><title type='text'>Mandikan Aku Bunda</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18.35pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;Mandikan Aku Bunda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-family: &amp;quot;Arial Rounded MT Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 7.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18.35pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ccccff; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Suatu Pelajaran yg Sangat Berharga, dimana kasih sayang tak pernah bisa ditukar dengan harta dunia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #ccccff; font-family: &amp;quot;Arial Rounded MT Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 7.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 4.1pt 0cm 2.05pt 18.35pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Arial Rounded MT Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 7.5pt;"&gt;  &lt;hr align="center" noshade="noshade" size="2" style="color: blue;" width="100%" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 18.35pt; margin-right: 10.2pt;"&gt;&lt;span style="color: #ccffff; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: black; color: #f3f3f3;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: black; color: #3333ff; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ba'da tahmid wa sholawat;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebuah pelajaran yang Sangat berharga, dimana kasih sayang tak akan pernah bisa ditukar dengan harta dunia; dimana kasih ibu sebagai takdir adalah untuk dilaksanakan, bukan untuk diingkari; dan dimana pun engkau berada, kelalaian bisa menjadi fatal error&amp;nbsp;&amp;nbsp; waktu tak bisa kembali....dan nyawa hanya satu.... akan KAU bawa kemana??&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wassalammu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;Sister, Nur W. R.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: black; color: #3333ff; font-family: &amp;quot;Arial Rounded MT Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 7.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: black; color: #f3f3f3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;  &lt;hr align="center" noshade="noshade" size="2" width="100%" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: black; color: #f3f3f3; line-height: normal; margin-left: 18.35pt; margin-right: 10.2pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. sungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( Terjemah Al Qur'an )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: black; color: #f3f3f3; line-height: normal; margin-left: 18.35pt; margin-right: 10.2pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;  &lt;hr align="center" noshade="noshade" size="2" width="100%" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: black; color: #f3f3f3; line-height: normal; margin-left: 18.35pt; margin-right: 10.2pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;MANDIKAN AKU, BUNDA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: black; color: #f3f3f3; line-height: normal; margin-left: 18.35pt; margin-right: 10.2pt;"&gt;&lt;img align="right" al
